Penulis: Ns. Sandra Dewi, S.Kep., S.Pd., M.Kes
Dosen : Prodi DIII Keperawatan Fakultas Psikologi dan Kesehatan UNP
Padang, BeritaSumbar.com,- Upaya meningkatkan kesehatan remaja melalui pencegahan anemia terus dikembangkan oleh Universitas Negeri Padang (UNP) melalui program pengabdian kepada masyarakat. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Program Peer Learning REKSIMIA (Gerakan Remaja Aksis Bebas Anemia) yang mengusung pendekatan pemberdayaan remaja melalui lingkungan sekolah.
Program tersebut dilaksanakan melalui skema Program Integrasi Program Studi dan Nagari (PIPN) dengan menggandeng SMAN 3 Pariaman sebagai mitra. Program ini dirancang sebagai sebuah inisiatif sekolah yang mendorong remaja untuk berperan aktif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup sehat, khususnya dalam upaya pencegahan anemia.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Ns. Sandra Dewi, S.Kep., S.Pd., M.Kes., dengan anggota tim yang terdiri atas Dr. Ns. Aulia Asman, S.Kep., M.Biomed., Ns. Reska Handayani, M.Kep., Dr. Yessy Aprihatin, SKM., M.Mkes., Dr. Erpita Yanti, SKM., M.MKes., Ns. Prima Yoselina, M.Kep., dan Hasmita, SKM., M.Biomed. Dalam pelaksanaannya, program ini mendapatkan dukungan dari pihak sekolah melalui Kepala SMAN 3 Pariaman, Desi Susanti, S.Pd. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan sekolah yang peduli terhadap kesehatan remaja dan mampu mendorong keterlibatan siswa sebagai agen perubahan.
REKSIMIA dikembangkan dengan pendekatan peer learning, yaitu proses pembelajaran yang melibatkan teman sebaya sebagai sumber dukungan, edukasi, dan motivasi bagi remaja lainnya. Pendekatan ini dipilih karena komunikasi antarteman sebaya dinilai dapat menciptakan suasana belajar yang lebih dekat, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik remaja.
Melalui program tersebut, remaja tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi kesehatan, tetapi juga diberikan ruang untuk menjadi penggerak dan penyebar informasi kesehatan di lingkungan sekolah
Salah satu bagian penting dalam pelaksanaan REKSIMIA adalah pemberian edukasi mengenai gizi seimbang pada remaja. Edukasi ini menghadirkan narasumber dari Puskesmas Marunggi, Ira Oktafiani, SKM. Dalam pemaparannya, Ira Oktafiani, SKM., menjelaskan bahwa pemenuhan gizi seimbang merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah berbagai masalah gizi pada remaja, termasuk anemia.
Menurutnya, masa remaja merupakan periode pertumbuhan yang membutuhkan asupan zat gizi yang cukup dan beragam. Remaja perlu memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi, tidak hanya dari jumlahnya, tetapi juga kandungan zat gizi yang terdapat di dalam makanan tersebut. “Remaja perlu membiasakan diri mengonsumsi makanan yang beragam dan bergizi seimbang.
Pemenuhan kebutuhan zat besi, protein, vitamin, dan mineral sangat penting untuk mendukung pertumbuhan serta menjaga kondisi tubuh tetap sehat,” jelas Ira dalam kegiatan edukasi.
Ketua tim pengabdian, Ns. Sandra Dewi, S.Kep., S.Pd., M.Kes., bersama seluruh anggota tim berharap program REKSIMIA dapat menjadi salah satu model pemberdayaan remaja yang berkelanjutan dan dapat dikembangkan di lingkungan sekolah lainnya.

Sementara itu, dukungan SMAN 3 Pariaman sebagai mitra menjadi langkah penting dalam memastikan program dapat terintegrasi dengan kehidupan sekolah. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan mampu memperkuat upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan remaja.
Keterlibatan siswa dalam kegiatan peer learning diharapkan mampu menciptakan efek berantai. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh oleh siswa dapat dibagikan kembali kepada teman sebaya sehingga pesan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak remaja.
Model ini juga membuka peluang terbentuknya komunitas remaja yang lebih aktif dalam mengidentifikasi masalah kesehatan, berdiskusi mengenai solusi, serta mendorong perubahan perilaku yang positif. Program REKSIMIA hadir dengan semangat menjadikan remaja sebagai subjek utama perubahan, bukan sekadar objek program kesehatan.
Dengan pendekatan peer learning, remaja didorong untuk saling mendukung dan membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
Program yang dilaksanakan melalui skema Program Integrasi Program Studi dan Nagari (PIPN) ini sekaligus memperlihatkan komitmen UNP dalam menghadirkan inovasi pengabdian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.
REKSIMIA diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun gerakan bersama menuju remaja yang aktif, sehat, sadar gizi, dan bebas anemia, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai lingkungan strategis dalam membentuk generasi masa depan yang berkualitas.
