spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Budi Ramadhon, Tokoh Muda Pariaman Inisiasi Piaman Gandang Tasa Festival untuk Jaga Warisan Budaya
B

Kategori -
- Advertisement -

PARIAMAN ,BeritaSumbar.com,— Gelaran Piaman Gandang Tasa Festival yang berlangsung di Lapangan SMKN 1 Kota Pariaman berlangsung meriah. Ajang pelestarian seni tradisi Minangkabau tersebut menghadirkan berbagai penampilan terbaik dari sanggar seni yang berasal dari Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman.

Festival ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas sekaligus menjaga keberlangsungan budaya Gandang Tasa sebagai warisan seni daerah. Antusias masyarakat terlihat dengan ramainya warga yang hadir menyaksikan rangkaian kegiatan hingga malam puncak acara.

Dalam penilaian dewan juri, sebanyak lima sanggar berhasil meraih predikat Penampil Terbaik setelah menyuguhkan …
[23.28, 23/6/2026] LMN JAKA: Budi Ramadhon, Tokoh Muda Air Santok Inisiasi Piaman Gandang Tasa Festival untuk Jaga Warisan Budaya

PARIAMAN — Semangat pelestarian seni tradisi Minangkabau kembali mendapat ruang melalui penyelenggaraan Piaman Gandang Tasa Festival yang berlangsung di Lapangan SMKN 1 Kota Pariaman. Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, serta melanjutkan keberadaan seni budaya gandang tasa.
Festival yang menghadirkan sanggar-sanggar dari berbagai desa di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman tersebut terlaksana berkat inisiatif tokoh muda Air Santok, Budi Ramadhon, yang menggagas kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan budaya lokal.
Budi Ramadhon mengatakan, keberadaan gandang tasa bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi merupakan bagian dari identitas masyarakat Piaman yang perlu dijaga bersama.

“Budaya ini adalah warisan dari para pendahulu kita. Jangan sampai generasi muda saat ini alergi terhadap budaya sendiri. Karena generasi muda hari inilah yang nantinya akan meneruskan dan menjaga keberlangsungan gandang tasa ke depan,” ujarnya.
Ia berharap melalui festival ini, para pelaku seni dan sanggar memiliki ruang untuk tampil, berkembang, serta menumbuhkan kecintaan anak muda terhadap kesenian tradisional.

“Melalui kegiatan seperti ini kita ingin menghadirkan semangat baru, agar gandang tasa tidak hanya dikenal oleh generasi terdahulu, tetapi juga menjadi kebanggaan generasi muda,” tambahnya.

Pelaksanaan Piaman Gandang Tasa Festival mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Ratusan warga hadir menyaksikan penampilan para peserta yang menampilkan kreativitas dan kekompakan dalam memainkan kesenian gandang tasa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat sekaligus Ketua Fraksi NasDem, Endarmy, serta Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat, David, S.STP, bersama para kepala desa dari masing-masing sanggar peserta.

Dalam kesempatan itu, Endarmy mengapresiasi terselenggaranya festival tersebut sebagai langkah positif dalam menjaga budaya daerah, terutama dengan melibatkan generasi muda.
Sementara itu, David, S.STP menyampaikan bahwa kegiatan budaya seperti Piaman Gandang Tasa Festival menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem seni tradisi di Sumatera Barat.

Pada malam puncak kegiatan, seluruh peserta tampil bersama sebagai tanda penutupan festival. Sebanyak lima sanggar berhasil meraih predikat Penampil Terbaik dengan total hadiah sebesar Rp15 juta, di mana masing-masing penampil terbaik menerima hadiah sebesar Rp3 juta (dipotong pajak).
Sanggar Gatah Mamikek dari Cubadak Mentawai berhasil meraih predikat Penampil Terbaik I dalam ajang tersebut.

Melalui Piaman Gandang Tasa Festival, Budi Ramadhon berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal dan menjadikan gandang tasa tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img