spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Semarak Piaman Gandang Tasa Festival, Lima Sanggar Raih Predikat Penampil Terbaik
S

Kategori -
- Advertisement -

Pariaman,BeritaSumbar.com, — Gelaran Piaman Gandang Tasa Festival yang berlangsung di Lapangan SMKN 1 Kota Pariaman berlangsung meriah. Ajang pelestarian seni tradisi Minangkabau tersebut menghadirkan berbagai penampilan terbaik dari sanggar seni yang berasal dari Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman.

Festival ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas sekaligus menjaga keberlangsungan budaya Gandang Tasa sebagai warisan seni daerah. Antusias masyarakat terlihat dengan ramainya warga yang hadir menyaksikan rangkaian kegiatan hingga malam puncak acara.

Dalam penilaian dewan juri, sebanyak lima sanggar berhasil meraih predikat Penampil Terbaik setelah menyuguhkan pertunjukan yang dinilai memiliki kekuatan konsep, kekompakan, kreativitas, serta penghayatan terhadap seni tradisi.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas para pelaku seni, panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp15 juta untuk lima sanggar yang berhasil meraih predikat Penampil Terbaik. Masing-masing sanggar mendapatkan penghargaan sebesar Rp3 juta yang diserahkan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan seni tradisi, dengan ketentuan pemotongan pajak sesuai aturan yang berlaku.

Salah satu sanggar yang mencuri perhatian dalam festival tersebut adalah Sanggar Gatah Mamikek dari Cubadak Mentawai yang berhasil meraih predikat Penampil Terbaik I. Penampilan mereka dinilai mampu menghadirkan energi pertunjukan yang kuat serta membawa semangat pelestarian budaya melalui irama dan gerakan khas Gandang Tasa.

Selain itu, sanggar-sanggar peserta lainnya juga mendapat apresiasi atas dedikasi dalam mempertahankan seni tradisi di tengah perkembangan zaman.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Partai NasDem, Endarmy, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, festival budaya seperti ini memiliki peran besar dalam mendekatkan generasi muda dengan akar budaya daerah.

“Ini bukan hanya sebuah perlombaan, tetapi bagaimana kita memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk mencintai dan melanjutkan budaya yang sudah diwariskan oleh para pendahulu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat, David, S.STP, menyampaikan bahwa kegiatan seni tradisi harus terus diberikan ruang agar tetap hidup dan berkembang.

“Gandang Tasa merupakan identitas budaya yang harus terus dijaga. Melalui festival seperti ini, kita berharap muncul generasi penerus yang mampu menjaga eksistensi kesenian tradisional,” katanya.

Malam puncak Piaman Gandang Tasa Festival ditutup dengan penampilan bersama seluruh peserta lomba yang disaksikan ratusan masyarakat. Suasana penuh semangat menjadi bukti bahwa seni tradisi masih memiliki tempat di hati masyarakat Piaman.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img