Bagi anda yang asli kelahiran Sumatera Barat mungkin tidak asing lagi dengan makanan yang satu ini yang dinamakan Lamang Tapai . Lamang tapai terdiri dari dua jenis makanan yakni lamang (lemang) dan tapai (tape).
Dalam pembuatan lamang, membutuhkan seruas bambu yang biasa disebut dengan buluah yang dilapisi daun pisang. Sebelum dimasukan ke dalam bambu, beras ketan dicuci terlebih dahulu. Lalu di campur dengan santan kelapa dan dibakar dengan bara api. Proses pembakaran ini membutuhkan waktu lebih kurang 4 jam.
Sedangkan tapai terbuat dari ketan hitam, kalau di Padang disebut dengan “puluik”, yang difermentasi dengan ragi. Proses fermentasi ini berlangsung selama 3 hari 2 malam.
Pembuatannya yang sulit akan terbayar oleh rasanya yang unik dan mampu menggoyang lidah penikmatnya.
Panganan hitam manis sedikit beralkohol ini sangat mudah ditemui di pasar-pasar tradisional di Sumatra Barat, seperti di pasar raya padang, pasar Padangpanjang, Bukittinggi, Payakumbuh. Hampir di semua pasar di Sumatera Barat, lamang tapai mudah dijumpai.
Di Ranah Minang kuliner ini menjadi menu wajib yang harus ada dalam sejumlah upacara-upacara adat seperti acara pernikahan dan peringatan kematian.
Selain itu sangat mudah ditemukan pada bulan Ramadhan, hari Lebaran dan Maulid Nabi. Bagaiman ? anda tertarik mencoba ? (rd)