Pasaman Barat,BeritaSumbar.com,-Tiap tahunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Sumatera Barat selalu terjungkal hingga sampai Rp. 600 per/kg, akibatnya tentu sangat berdampak kepada perekonomian masyarakat.Selain berdampak kepada perekonomian masyarakat juga berdampak kepada pedagang yang ada di pasaman barat, bagaimana tidak penghasilan masyarakat pasaman barat sebahagian besar dari kelapa sawit.

Persoalan ini sudah sering terjadi di setiap tahunnya, tapi solusi yang di upayakan oleh pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat sampai saat ini belum pernah terelialisasi.

Pada hari rabu (26/06/2019) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pasaman Barat bersama LSM melakukan Demonstrasi ke kantor Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat Terkait anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa Sawit, mereka meminta agar penetapan harga TBS sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan. Sesuai yang Tertuang pada Peraturan Menteri Pertanian No 1 tahun 2018. Ketika itu berbagai media menerbitkan pemberitaan aksi tersebut, baik media online, TV dan Cetak.

Harapan masyarakat tentu normalnya kembali harga TBS di pasaman Barat, dan untuk mencapai itu harusnya Pemerintah Daerah bertindak tegas kepada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang membandel, bagaimana tidak karena harga sawit di PKS tidak sama rata dengan PKS lainnya, seharusnya jika memang harga TBS Anjlok secara Skala Nasional seharusnya harga TBS sama rata di PKS.

Persoalan yang sedemikian sudah sering di bahas, baik di DPRD Kabupaten Pasaman Barat maupun di Instansi pemerintahan. Tapi sampai saat ini upaya solusi belum ada yang terealisasi.Menurut hemat Penulis, bagaimana jika perusahaan yang membandel Izin Hak Guna Usaha (HGU) nya di cabut saja/tidak usah di perpanjang, agar menjadi efek jera bagi perusahaan yang membandel. Pertanyaannya, Apakah Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat berani untuk memberikan sanksi yang seperti itu? Mungkin jika itu solusi yang terbaik tidak ada masalah, masyarakatpun tentunya pasti mendukung.

Sampai saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat tetap menyikapi persoalan anjloknya Harga TBS tersebut, di kutip dari Beritasumbar.com Pada hari kamis (27/06/2019) Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat sedang melakukan kordinasi ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia (RI) untuk mengupayakan Solusi dengan menemui Dirjen Perkebunan RI membahas mengenai Anjloknya harga TBS di Pasaman Barat, tentunya harapan masyarakat harga TBS kembali Normal.

Oleh : Joni Yuhanda Harahap

{Penggagas Organisasi Independensi Aktivis Pasaman Barat (IAPB) }

loading...