28 C
Padang
Kamis, Oktober 21, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Warga Digemparkan Dengan Api Menyala Di Drainase Belakang SPBU Parit Rantang
W

Kategori -
- Advertisement -

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Warga Parit Rantang Payakumbuh Barat sekitar jalan Padang tepatnya belakang SPBU pada Sabtu 28/11 pagi dibuat geger bahkan ada yang histeris. Pasalnya di drainase pinggir jalan tersebut api menyala. Diduga ada genangan bahan bakar minyak mengalir di saluran air tersebut.

Pasalnya, di Jalan Padang atau di belakang SPBU di kelurahan tersebut, Sabtu (28/11) pagi, drainase di belakang SPBU yang terletak di Jalan Soekarno Hatta terbakar hebat, warga disekitar tersebut yang menyaksikan sampai dibuat geger dan histeris, diduga ada kebocoran atau tumpahan bahan bakar minyak dari SPBU.

Dengan adanya dugaan kebocoran dari tanki penyimpanann BBM di SPBU tersebut Wawako Payakumbuh mengatakan agar segera di selesaikan. Jangan sampai penanganannya merusak ke lingkungan, kata Wawako.

Kepala Satpol PP dan Damkar, Devitra mendampingi Wakil Wali Kota Erwin menerangkan api berasal dari tumpahan bahan bakar minyak dari SPBU di sepanjang drainase yang ada di belakang SPBU. Tidak tanggung – tanggung, tumpahan bahan bakar minyak itu telah mengalir sepanjang lebih kurang 1 kilometer dari titik yang diduga adanya kebocoran.

“Di sepanjang drainase dibelakang SPBU ini ada tumpahan bahan bakar minyak. Jadi ada tadi masyarakat yang membuang puntung rokok dan memancing sulutan api. Jika tidak segera dibersihkan oleh pihak SPBU, bisa jadi Parit Rantang ini semuanya akan menjadi abu,” ujar Devitra didampingi Kabid Damkar Budi Kurniawan.

Menurut Devitra yang juga bersama Kabid Rehab Rekon BPBD An Denitral upaya yang dilakukan saat ini dilakukan pembersihan kepada drainase dengan memakai busa manual oleh pihak SPBU. Menurutnya metode ini butuh waktu lama dan memakan waktu.

“Saat ini daerah sekitaran drainase yang ada minyaknya ini tidak ada boleh merokok, kami sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan dipasangkan garis polisi,” ujarnya.

Pihak SPBU telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina Padang, saat ini alat penyedot minyak sedang berada di tengah jalan menuju ke Payakumbuh.

Dari informasi yang diperoleh media, kuota BBM jenis pertalite yang bocor mengalir di drainase mencapai volume 2 ton, bahkan panjangnya sampai ke Lundang dan Batang Agam. Panjangnya mencapai 1 KM.

Salah seorang masyarakat Emi mengatakan pihak SPBU harus bertanggung jawab dengan harus menghilangkan segera bahan bakar minyak yang ada di drainase itu karena sangat membahayakan masyarakat. Setelah terjadinya kebakaran ini, masyarakat menjadi ketakutan.

“Kami cemas dan takut, apalagi aliran bahan bakar minyak sudah mengalir sampai 1 kilometer. Kami tentu mau pihak SPBU bertanggung jawab, kami cemas,” tutur Emi.

Sementara, tumpahan minyak diduga berasal dari kebocoran tanki bahan bakar milik SPBU yang merembes ke pemukiman warga. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img