Walikota Payakumbuh Riza Falepi mengajak seluruh warga kota meningkatkan kewaspadaannya terhadap bahaya api. Musim panas yang melanda Payakumbuh dan kota/kabupaten lainnya di Sumatera Barat, sejak awal Ramadhan lalu, berpotensi menyebabkan kebakaran. Masyarakat dihimbau untuk ekstra hati-hati dengan ancaman kebakaran dimaksud.
Keterangan Walikota Payakumbuh Riza Falepi, Minggu (5/7), pihaknya sudah perintahkan Sekdako H. Benni Warlis, untuk membuat edaran kepada masyarakat, agar waspada dengan bahaya api dimaksud. “Tindakan antisipatif, perlu dilakukan sejak dini. Lebih baik mencegah, sebelum terjadi musibah kebakaran,” katanya.
Menurut Walikota Riza Falepi, kondisi cuaca di Payakumbuh bisa saja terjadi perubahan secara tiba-tiba. Dalam kondisi panas terik, tiba-tiba bisa saja datang hujan deras yang megakibatkan genengan air. Karena itu, seluruh warga diminta tetap waspada dengan kondisi alam dimaksud. Walikota tak ingin, menjelang lebaran nanti, warga ditimpa musibah kebakaran atau bencana alam lainnya.
Sekdako Payakumbuh Benni Warlis, di tempat terpisah mengatakan, pihaknya akan segera membuat edaran, dampak dari cuaca panas ini. Menurut sekdako, pantauan SKPD terkait, nyaris seluruh kawasan perbukitan dan sejumlah sawah penduduk sudah banyak yang mengering. Sementara itu, debit air di Sungai Batang Lampasi dan Sungai Batang Agam juga mengalami penyusutan. Jika terus mengering, kita akan lakukan koordinasi dengan MUI untuk melakukan shalat minta hujan,” katanya.
Kepada petani dan masyarakat lainnya, diingatkan, agar tidak melakukan pembakaran sampah atau ranting kayu. Begitu juga ibu rumah tangga, hati-hati dengan kompor atau tungku api di dapur. Pastikan api telah padam, setelah memasak, ingatnya.
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Payakumbuh Ahdion, mengatakan, pihak selalu waspada 24 jam, untuk terjun ke lapangan jika sewaktu-waktu datang musibah kebakaran. Namun, Ahdion berharap, kewaspadaan terhadap ancaman api, akan lebih baik ketimbang memadamkan api pada saat kebakaran, simpulnya.