26 C
Padang
Rabu, Mei 22, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Tokoh NU Limapuluh Kota desak Pemkab siapkan Perda pemakaian lem
T

- Advertisement -

Kabupaten Lima Puluh Kota,Beritasumbar.com-Maraknya kenakalan remaja,penggunaakn narkoba dan lem membuat pengurus NU Limapuluh Kota mulai mendesak Pemkab membuat perda. terutama dengan penyalah gunaan lem. Lem yang biasanya di gunakan untuk kepentingan pekerjaan saja sekarang sudah banyak di salah gunakan untuk mabuk. Pelaku penyalah gunaan lem ini rata rata anak di bawah umur/usia sekolah.

Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Lima Puluh Kota, Syahrul Isman mendesak untuk segera dilahirkannya Peraturan Daerah (Perda) terkait penyalah-gunaan Lem ditengah-tengah masyarakat. Sebab hingga saat ini, penyalah-gunaan lem semakin meresahkan dan mengkhawatirkan. Bahkan baru-baru ini, Isman menyebut pihaknya mengirimkan 4 orang warga disalah satu Kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota untuk di rehabilitasi karena menjadi korban penyalah-gunaan lem.

Kondisi keempat orang warga tersebut, menurut Isman sudah sangat mengkhawatirkan, sehingga perlu penananganan dan pengobatan yang serius. “ Kita mendesak agar di Kabupaten Lima Puluh segera dilahirkan Peraturan Daerah terkait penyalah-gunaan lem, sebab penyalah-gunaan lem sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan baru-baru ini, kita mengirimkan 4 orang warga ke salah satu rumah sakit di Padang untuk menjalani pengobatan”. Sebut Syahrul Isman, Ketua PC NU didampingi dewan Rais Syuriah Akmul dan Khairunas sejumlah pengurus NU, Rabu sore (24/8) di Kawasan Koto Nan IV Payakumbuh.

Dukungan terhadap segera lahirnya Perda Lem di Kabupaten Lima Puluh Kota, juga diungkapkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten LSM Lidik Krimsus RI, Rothman Uchok, menurutnya penyalah-gunaan lem bahkan sudah masuk ke kampung dan merusak anak sekolah. Bahkan mereka (korban penyalah-gunaan lem.red) yang berasal dari siswa/pelajar, kerap membolos untuk mengkonsumsi lem. “ Kita tentu mendukung untuk segera lahirnya Perda tentang penyalah-gunaan lem, sebab kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Bisa-bisa mereka yang menjadi korban penyalah-gunaan lem berujung dengan melakukan tindak kejahatan”. Sebutnya.

Hal senada diungkapkan oleh Marasai (47) salah seorang orang tua di Kenagarian Taeh Baruah, menurutnya memang perlu adanya aturan yang mengatur tentang penyalah-gunaan lem, sebab kondisi penyalah-gunaan lem semakin mengkhawatirkan. “ Sebagai orang tua yang anak saya menjadi korban penyalah-gunaan lem, saya meminta pemerintah untuk segera mengatasi persoalan penyalah-gunaan lem ini”. Sebut ibu empat anak ini.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img