25 C
Padang
Jumat, Januari 21, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Terkait Penanganan Jenazah Warga Payakumbuh Yang Meninggal Di RS Achmad Muchtar, Ini Kata Kadis Kesehatan
T

- Advertisement -

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,-Terkait penanganan jenazah salah seorang warga Kota payakumbuh yang sebelum di rujuk dari Ibnu Sina ke  RS Achmad Muchtar Bakhrizal Kadis Kesehatan Kota Payakumbuh mengatakan itu sudah sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Kementrian kesehatan Indonesia.
Pemko Payakumbuh atau Dinas Kesehatan menurutnya, hanya menjalankan protap yang telah ditetapkan itu. Pihaknya saat ini lebih fokus dahulu kepada Penanganan jenazah berjenis kelamin perempuan itu, sesuai dengan saran dari RS Achmad Mukhtar Bukitinggi.
” Untuk penyelenggaraan jenazah salah seorang warga Payakumbuh yang sempat dirujuk ke RS Achmad Mukhtar, kita (Pemko Payakumbuh/Dinkes.red) hanya menjalankan SOP sesuai prosedur kewaspadaan yang telah ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan.” Sebutnya, Sabtu 4 April 2020 disela-sela pemakaman.
Bakhrizal yang ikut menyaksikan pemakaman jenazah itu juga menyebutkan meski di Payakumbuh belum ada yang positif Corona, namun saat ini di dunia Virus Corona atau Covid-19 tengah Pandemi, maka perlu sangat kewaspadaan ditingkatkan.
” Kita harus tetap waspada disaat virus Corona tengah Pandemi didunia. Tadi sebelum pemakan juga sudah kita informasikan kepada warga bahwa untuk kasus di Payakumbuh belum ada yang positif, namun kita harus tetap waspada.” Tutupnya.
Sebelumnya terkait meninggalnya salah seorang warga Payakumbuh itu, muncul bermacam-macam dugaan, apalagi saat ini Virus Corona tengah menjadi ancaman serius.
Almarhumah sebelum di rujuk ke RS Achmad Muchtar sempat di masuk Rumah Sakit Ibnu Sina, Malam tadi mama pusing dan dibawa kerumah sakit saat diukur tekanan darah mama 225 cerita  salah seorang anak Almarhumah di lokasi pemakaman kepada Berita Sumbar.
Sebelumnya mama tidak ada gejala suhu badan tinggi atau batuk batuk, Hanya tensi darah mama tinggi cerita anak almarhumah.
Berikut Pesan via aplikasi Whatsapp yang di kirim menantu Almarhumah via group wa
” Kasus iko, mintuo wak bana kwn 3a, kronologis, jam 4 subuah wak dapek telp dari adiak ipar klu mintuo kapalo beliau sakik bana, bahkan sampai diare, tdk ada gejala batuk atau flu sama sekali, setelah kembali makan2 di kelok9, subuh itu langsuang kami bao ka Yarsi, di cek darah jo tekanan darah, rupo nyo tekanan dara beliau labiah 210, dokter Yarsi asumsikan stroke ringan jarena pecah pembuluh darah, tp utk kepastian harus di rujuk ke bkt RS As hmad muchtar, sebab alat city scan tdk ada si Yarsi Pyk, 1 jam sampai di Bkt beliau sdh neninggal, ketika kami menanyakan hasil lab, dokter mengatakan Senin depan baru bs di pastikan penyebab kematian karena covid atau karena pecah pembuluh darah di otak, akan tetapi di medsos sdh bererdar berita beliau meninggal karena covid, 15 menit stelah dapat berita duka, kami langsung pulang kerumah mertua persiapan pemggalian kubur, tp RT menolak, harus tunggu lurah babinsa dan lpm, alasan menolak karena takut ini kasus corana, kami kontak perwira polres, kabagops menyampaikan, di kubur dimana sj boleh, akan tetapi pd saat ini, apabila ada pasien yg meninggal di rumah sakit, apapun sakit nya, protap penguburan harus sama dg protap penguburan pasien corona, maka ini lah yg membuat asumsi masyarakat pyk alm adalah positif corona, akan tetapi kadis kesehatan dlm pidato nyo menyampaikan, ini adalah prosedur dan wujud kehati hatian pemko dlm memcegah menyebaran covid 19″ (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img