Padang pariaman,BeritaSumbar.com,-Nuansa Pilwana di Kenagarian Sikucua Barat, Kecamatan V Koto Kampuang Dalam, Kabupaten Padang Pariaman kian terasa.Hal ini juga tidak lepas dari adanya bakal calon yang tereliminasi. Sebanyak 7 bakal calon yang mendaftar, panitia hanya menetapkan 5 orang yang bisa maju di Pilwana serentak padang pariaman 4 April 2018 mendatang. Sesuai aturan yang hanya membatasi maksimal 5 kandidat untuk satu nagari.
Paling tidak, tersingkirnya Balon Basirman dan Nusarman sedikit banyaknya ikut mempengaruhi pilihan masyarakat pada 4 April mendatang. Panitia Pilwana setempat telah menetapkan dan memberi nomor urut lima calon yang akan bersaing dalam Pilwana serentak Padang Pariaman tersebut.
Kelimanya, sesuai nomor urut; 1. Tando Zen, 2. Rafi’i, 3. Kanak, 4. Syamsul Bachri, dan 5. Roy Ahmad Suardi. “Alhamdulillah, proses Pilwana berjalan sesuai rencana dan aturan yang berlaku,” kata Syamsul Bachri, calon walinagari nomor urut empat tersebut.
Bagi Syamsul Bachri, pria kelahiran 1970 ini ingin memajukan nagari yang baru saja mekar itu dari berbagai ketertinggalannya, dengan memanfaatkan seluruh potensi nagari yang ada. “Agaknya, nomor 4 ini cukup hokki. Sebab, Pilwana diadakan bulan 4, tanggal 4, dan secara kebetulan nomor urut 4 saya dapatkan pula. Tentu dengan ingatan yang mudah dicerna, akan ikut mendokrak suara masyarakat nantinya,” ujar Syamsul Bachri Minggu (11/3) kemarin.
“Sikucua Barat, satu dari 4 nagari baru pencahan dari induknya, Sikucua. Punya potensi lahan pertanian yang luas, yang sebagian besarnya penuh dengan tanaman kakao,” kata dia. Nagari Sikucua Barat terdiri dari tujuh korong. Yakni, Korong Koto Panjang, Koto Padang, Toboh, Marunggai, Alahan Tabek, Patamuan, dan Korong Air Sonsang Durian Angik. Nagari ini punya 2.074 daftar pemilih tetap yang nantinya akan menggunakan hak pilihnya di delapan TPS.
“Nagari yang luas ini, hanya pertanian yang bisa dibanggakan. Itupun jalannya masih di tempat, dan perlu pengembangan,” katanya. Sebagai putra nagari, Syamsul Bachri yang aktif di dunia wartawan ini ingin menjadikan Pilwana kali ini sebagai tonggak sejarah kebangkitan Sikucua Barat.
Menurutnya, ikut Pilwana yang dijalaninya adalah dukungan dan dorong dari sejumlah tokoh masyarakat. Setelah berkomunikasi dengan berbagai pihak yang ada di Sikucua Barat, baik yang di kampung maupun yang tinggal di rantau, saya mantapkan diri untuk ikut berkompetesi,” ujarnya.
Katanya lagi, di samping punya lahan pertanian yang luas, Sikucua Barat juga punya potensi yang besar di peratauan. “Kita ingin, antara ranah dan ratau bisa terjalin hubungan dengan baik. Banyak hal yang bisa kita lakukan dengan para perantau,” sebutnya.
Dalam konsepnya, Syamsul Bachri punya rencana setiap korong yang ada di Sikucua Barat punya lembaga pendidikan, setidak-tidaknya lembaga pendidikan PAUD dan TK. Pendidikan usia dini ini sangat penting, dan harus jadi perhatian semua pihak. (bb)
loading...