25 C
Padang
Sabtu, April 17, 2021
Beritasumbar.com

Silaturahmi 2000KM, Padang Pariaman – Empat Lawang Sumsel
S

Kategori -

Pergerakan lajunya Ford Ranger semakin kencang melintasi jalan pesisir pantai menuju Desa Air Klisar Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang Sumatera Selatan melewati Provinsi Bengkulu.

Perjalanan menuju Bengkulu menyita waktu kurang lebih empat belas jam dengan kecepatan rata rata enam puluh kilo meter perjam, tepatnya expedisi kami yang beranggotakan lima orang terdiri dari Muhammad Sugindo, Afrizal Sahar, Syamsul Bachri, Meidi dan Fajar, kami tiba di Kota Bengkulu sudah malam, jam menunjukan pukul delapan tiga puluh menit.
Di sebuah Restoran di Bengkulu dengan spesifik “Pindang” kami menikmati kuliner makan malam setelah menapaki kaki di Kota bersejarah semasa Bung Karno. Kelelahan tim tampak berat sehingga kami lansung menuju Hotel yang sebelumnya sudah di booking sebelum berangkat ke Kota Bengkulu.

Hotel yang cukup representatif itu menghentikan rasa lelah kami selama empat belas jam diatas mobil bergardan ganda tersebut. Istirahat yang cukup membuat kami kembali bugar dan segar bangun di pagi hari, sarapan pagi selasai jam delapan.

Disepanjang jalan menuju lokasi tujuan, berbagai informasi terkait Virus Covid-19 sempat menghantui pikiran kami, bahkan ada rencana untuk tidak melanjutkan perjalanan sampai tujuan.

 

Hari menunjukan pukul setengah sembilan pagi, selesai sarapan di lobbi Hotel melalui berbagai saran kami putuskan untuk melanjutkan misi expedisi tersebut dengan rencana semula, tetapi dengan syarat kita semua harus melakukan Rapid Test untuk memastikan kondisi kesehatan masing – masing.

Ada beberapa klinik dan rumah sakit kami santroni untuk melakukan Tes Rapit, sehingga kami memilih “RS.Tiara Sella”.

Tanpa menunggu antrian, kami lansung mendaftarkan diri, sambil menunggu hasil kami terus berseloroh meskipun ada juga yang merasa kuatir terhadap jangkitan virus yang sedang menghebohkan dunia sekarang ini.

Suara Dokter sang pemeriksa memanggil masing masing nama kami sembari memberikan amplop hasil Tes tersebut ke masing masing kami terus mambuka dan mengeluarkan selembar kertas yang ada di dalam amplop itu ” Alhamdulillah” hampir bersamaan kami mengucapkan nya bahwasanya kami dinyatakan semua “Non Reaktif”.

Melalui hasil tersebut kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan sesuai rencana semula kedesa Air Klinsar Kecamatan Ulu Musi Kab.Empat Lawang kampung halamanya Pak Muhammad Sugindo yang sekarang menjabat sebagai Kasatlantas Polres Pariaman.
Pagi itu kami putuskan untuk meninggalkan Hotel tempat kita menginap ( Chek Out ) untuk melanjutkan perjalanan.

Jalanan yang cukup ekstrem kami tempuh dalam waktu tiga setengah jam ke Kabupaten Empat Lawang setelah melintasi Kabupaten Kapahiang salah satu Kabupaten di Provinsi Bengkulu.

Senja menyonsong kami setiba di kediaman keluarga Pak Sugindo setelah melintasi perkebunan Kopi, Kakao, Lada, serta karet dan kelapa sawit disepanjang kiri kanan jalan.
Kehangatan silaturahmi dengan saudara “Pakwo” ( Saudara Bapak ) tertumpah seakan sudah lama rindu ini menanti kehadiran anak sulung beliau, begitu dengan kami.
Keluarga beliau begitu hangat dan akrab, candanyapun membuat kami semakin dekat bersamanya.

Semenjak ketibaan kami di kediaman orang tua Pak Sugindo di pelataran kaki Bukit Barisan Desa Air Klinsar yang damai dan dan asri dengan kesantunan masyarakatnya.
Meskipun kelihatan sederhana, keluarga beliau sangat dihormati di Kampung yang berpenduduk seribuan orang.

Pak, H. Arsi kelahiran Air Klinsar 56 tahun silam semasa kecil beliau bermasyarakat di desa kecil itu hidup bersama dengan profesi berkebun mengikuti Ayahnya.
“Menurut beliau, Ayahnya dulu mencari tanah perkebunan kesini masih hutan belantara penghuni desa ini cuma baru ada satu atau dua buah kepala keluarga.

“Sekarang sudah menjadi desa yang berpenduduk ribuan penghuni sekitar 150 KK bahkan disini sudah menjadi sentra penghasil Kopi, Saang(lada), dan Kakao.
“Kami sempat berpindah pindah dari Lahat Palembang ke Bengkulu, Jawa Barat tepatnya di Bekasi jadi pengusaha Chatering. Meskipun kami berasal dari Lahat Sumatera Selatan”, ucap pak Arsi.

“Afrizal Sahar Termotivasi Dengan “Saang”

Sembari jalan pagi kami melihat perkebunan masyarakat di Desa Air Klinsar Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang

Disepanjang sisi kanan kiri jalan menuju Desa tersebut seperti membelah perkebunan masyarakat yang di penuhi dengan tanaman komoditi Kopi dan Saang. Masyarakat setempat menyebutnya “Saang”, yang dikenal dengan Lada alias Merica. Lada atau merica di dijadikan oleh masyarakat Empat Lawang sebagai sumber ekonomi masyarakat disamping Kopi Robusta atau Kopi Luak.

Ekonomi masyarakat bergantung kepada tanaman Kopi, Lada, dan Kakao sebagai mata pencariannya. Tidak ada lahan tanah yang tersisa alias terlantar di desa tersebut semuanya ditanami komoditi itu. Salah satu misi perjalan kami juga dalam rangka studi banding terhadap perkebunan si Desa Air Klinsar di kampung halamanya Pak Sugindo

Pagi hari Sabtu, 22/8/2020 itu kami menelusuri Perkebunan Masyarakat dilokasi, masyarakat petani disana pagi sudah berangkat keladang masing-masing, ada yang memanen hasil kebun beliau, ada yang merawat, memupuk dan ada juga sekesar merambah gulma penganggu tanaman mereka

Afrizal Sahar, kordinator perjalanan kami termotivasi dengan sektor perkebunan masyarakat tani setempat. Hektaran hamparan tanaman kopi, lada, dan kakao membuat Afrizal semakin tertarik melihatnya.

Meskipun Afrizal seorang Perwira Polisi beliau juga hobbi dan mencintai sektor pertanian guna mengali serta mengembangkan potensi pertanian. “Beliau melihat kehidupan petani disni jauh lebih sejahtera dibanding patani dikampung saya”, ucap Kanit.

“Ketika musim panen petani disini membawa hasil taninya sampai berton ton ke Pekan atau Pasar yang setiap hari Sabtu pagi. Transaksi mereka hingga ratusan juta ketika lagi musim”. Ketika lagi musim harga perkilogram Saang mencapai Rp.30.000,- begitu Kopi, Kakao dan Kemiri” ucap Pak Rudi salah seorang Petani didesa tersebut. Pak Rudi juga memiliki hamparan kebun kopi dan Kakao sebagai sumber utama penopang ekonomi keluarga beliau.

Setiap hari Pekarangan halaman masyarakat disana dipenuhi jemuran saang, kopi, kakao dan kemiri terlihat seperti apa yang diucapkan Pak Rudi.

Ketika menatap lansung dan pembuktian hamparan ladang perkebunan didesa Air Klinsar ini Pak Afrizal semakin terinspirasi melihatnya, kenapa masyarakat kita tidak dari dulu melakoni kegiatan bertani dalam mengolah lahan terlantar.

“Demi kesejahteraan masyarakat patani kita, insyallah kita akan bawa studi tiru ini ke kampung kita tentunya disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada”, sahut Kanit.
Afrizal berharap kepada masyarakat petani di kampungnya juga mampu mengolah lahan terlantar yang ada agar lebih produktif.

Hektaran lahan tidur Afrizal sudah melakukan pengolahan dengan menanam jagung hibrida untuk pakan ternak di Ulakan Tapakis.

Meskipun beliau seorang anggota Polisi, namun sangup dan tidak enggan untuk berkarya.
Dimasa Pandemi Covid – 19 ini Afrizal mengarap lahan tidur tersebut guna mengantisipasi ketahanan pangan dengan menanam komoditi jagung pakan ternak yang sekarang sedang di kembangkan di Kabupaten Padang Pariaman.

Disamping kerja sebagai Abdi Negara ia mampu menyisihkan waktunya melakukan kegiatan positif yang memiliki nilai guna dan hasil guna kepada masyarakatnya.

Adopsi Pinang Wanggi Sikucua

Sembari pulang untuk bersilaturahmi dengan keluarga ke Desa Air Klinsar IPTU Muhammad Sugindo, S.ik juga terinspirasi dengan Tanaman Pinang Wanggi yang ada di Sikucua Kab. Padang Pariaman untuk mencoba mengembangkanya di Pelembang Sumatera Selatan.
Komoditi pinang wanggi merupakan tanaman perkebunan penghasil buah untuk expor ke luar negri seperti India, Pakistan maupun Bangladesh disamping memenuhi kebutuhan produksi dalam negri.

Perkembangan tanaman pinang wangi di Kabupaten Padang Pariaman merupakan salah satu penangkaran pembibitan terbesar di Sumatera Barat tepatnya di Sikucua Kecamatan V Koto Kampung Dalam.

Pengembangan pembibitan Pinang Wanggi sudah mengantongi Sertifikat Provinsi Sumbar untuk Kelompok Tani penangkaran penghasil bibit Pinang Wanggi.
Bibit pinang wanggi sekarang boleh dikatakan sebagai primadona dikalangan sejenisnya, Batara, Pinang kampung, serta variates pinang lainya.

Ketertarikan Pak Sugindo terhadap pinang wanggi merupakan tanaman perkebunan yang cukup prospek untuk dikembangkan di Daerah Sumsel tersebut.
Sementara sekarang ini komoditi yang ada di sana sebagai penopang perekonomian masyarakat yang lebih terkenal dengan Kopi, Lada, Kakao dan Kemiri.

“Menurut beliau tidak ada salah nya kita mencoba Tananman jenis Pinang Wanggi ini sebagai penyangga ekonomi masyarakat di Aie Klinsar Kecamatan Ulu Musi Kab Empat Lawang.
Hamparan lahan perkebunan yang cukup memadai dan sangat cocok ditanami jenis Pinang Wanggi.

Untuk permulaan 1000 bibit pinang wanggi diadopsi ke hamparan perkebunan keluarga belaiu di Empat Lawang.
Reportase. : Syamsul Bachri.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

LAZIS Caturbakti Sumatera Barat Luncurkan Launching Event di Ramadhan 1442 H

Gn.Pangilun-Padang, LAZIS Caturbakti Sumatera Barat mengadakan program Sebarkan Barokah Ramadhan (SABAR) perdana pada Jumat pertama Ramadhan 1442 H hari ini (16/4/2021), kegiatan berlangsung...
- Advertisement -

Wako Riza Harapkan ASN Jadi Contoh Bagi Masyarakat, Jaga Kinerja Demi Pelayanan Prima

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Wali Kota Riza Falepi mengatakan ASN harus menjadi pionir dan contoh bagi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan saat menjalankan ibadah shalat berjemaah di mesjid selama bulan Ramadhan.

Startup Milenial Bekerja Membangun Negeri: Pelatihan Gratis Digital Marketing dengan Instagram untuk KUMKM se-Indonesia

Startup digital agency Dig.It.All untuk keseskian kalinya kembali berkontribusi dalam pengembangan kapasitas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menegah (KUMKM) yang sedang berupaya melakukan transformasi, dari bisnis tradisional brick and mortar menjadi bisnis yang mampu memanfaatkan peluang dari geliat pertumbuhan pasar online.
- Advertisement -

LAZIS Caturbakti Sumatera Barat Luncurkan Launching Event di Ramadhan 1442 H

Gn.Pangilun-Padang, LAZIS Caturbakti Sumatera Barat mengadakan program Sebarkan Barokah Ramadhan (SABAR) perdana pada Jumat pertama Ramadhan 1442 H hari ini (16/4/2021), kegiatan berlangsung...

Dipercaya Jadi Pengisi Soundtrack Film, Heniikun Bay Optimis Rilis Album Trilogy ke Dua

Eksistensi Heniikun Bay punya daya tarik tersendiri bagi para penikmat musik di Tanah Air pada saat ini. Kesuksesan grup musik asal Kota Yogyakarta tersebut merilis Extended Play (EP) album trilogy pertama Hexalogy Yakin Wae, membuat mereka optimis untuk meluncurkan album trilogy ke dua yang akan dirilis pada Senin 12 April 2021 di channel YouTube Prima Founder TV.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Etika Politik Koalisi PKS dan PAN Dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

Kota Padang sudah resmi memiliki walikota. Sejak dilantiknya Hendri Septa pada tanggal 7 April 2021. Dimana sebelumnya Hendri Septa menjabat sebagai wakil walikota dan selanjutnya pelaksana tugas Walikota Padang. Posisi tersebut ditempatinya untuk mengisi kekosongan setelah Buya Mahyeldi Ansharullah dilantik sebagai Gubernur Sumbar.

MARI EFEKTIFKAN LAGI LIMBAGO USALI DI SETIAP NAGARI…!

"SEBAGAI salah seorang yang pertama menggulirkan wacana gagasan "Baliak Banagari"di tahun 1990-an silam (waktu itu beberapa kali saya tulis di Skh. Singgalang yang kemudian direspon banyak pihak sehingga bergulir menjadi polemik konstruktif-pen), menurut Mak Yum apa pangka bala (sumber utama malapetaka atau yang menyebabkan) gagalnya agenda Baliak Banagari yang telah dijalankan sejak tahun 2000?" tanya seorang peserta seminar nasional tentang Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di Museum Adityawarman Padang, tahun 2016 lalu.

TAN GINDO; DALAM DILEMA KEHIDUPAN

“Sudah jatuh tertimpa tangga,dibunuh anak mati induknya, dibunuh induk mati anaknya,begitulah masalah kehidupan mejadi dilemamaka ambil lah hikamah dan kebijksanaankarena dia hanya seperti dua...

USTADZ GURU; SANG KOMANDAN

“Pandai mengeluh sudah bawaan manusiaTak dipelajari sepertinya dia datang sendiriTapi jiwa optimis harus dilatih dan ditumbuhkanSebab alam mengajarkan semua makluk bisa bertahanBahkan manusia bisa...

CURHAT NYI BLORO; RATU LAUT KIJING

“Berani karena benar, takut karena salah,Rajin pangkal pandai (pintar), bisa karena biasa,Hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin,Maka pelajarilah sebab musababnya itu,& berharaplah takdir bisa...

BANGKITKAN KESADARAN !

“Dunia pasti berobah dan Kiamat pasti kan terjadi juaKebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa pasti silih bergantiBegitu juga bergulir para penguasa, atas nama jabatan dan...

SEBERKAS CAHAYA DI BUMI MEMPAWAH

“Segelap apapun dunia ini, pasti ada cahayaTergantung bagaimana kita menerimanyaKarena kita manusia dibekali akal fikiranOrang bijak kata; jika tak ada kayu rotanpun jadiMaka, setelah...

KERANJINGAN JADI PEJABAT

“Setiap (pejabat) ketua atau sejenisnya adalah PemimpinTapi setiap Pemimpin belum tentu jadi pejabat,Karena Pemimpin adalah amanah terberat dari-Nya,Maka, tidaklah sulit menjadi pejabat ini dan...

TAN GINDO; APA YANG ENGKAU CARI !?

“Mereka-dia yang berjasa dalam hidupmu,semua yang tersedia dalam jagat rayaSekecil apapun itu, sifat dan ragam bentuknyaSemua adalah ayat-ayat Tuhan yang berjalanBerbagai peristiwa adalah bentuk...

SEKOLAH MERDEKA-KU (2)

"Diri kita bukan hanya milik sendiri, tapi juga orang terdekat,bahkan, darah orang tua dan sanak saudara kita mengalir dalam nadi,namun ingat, ada teman-sahabat dan...
- Advertisement -