25.2 C
Padang
Tuesday, December 1, 2020
Beritasumbar.com

Setahun Gerakan Merawat Bumi dari Rumah Tangga di Indonesia
S

Kategori -

Eco Enzyme (EE) adalah cairan yang diproduksi dari fermentasi sampah organik seperti kulit buah dan sayuran dicampur gula dan air yang menghasilkan kandungan disinfektan karena adanya alkohol atau senyawa kimia asam. Perbandingan sampah organik, gula, dan air adalah 3 : 1 : 10; misalnya 300 gram sampah organik, 100 gram gula, dan 1 kilogram atau 1 liter air. Menggunakan gula merah atau gula kelapa lebih baik daripada menggunakan gula putih karena lebih bebas dari bahan kimia tambahan. Kulit buah lunak dan sayuran dicacah kecil ditaruh ke dalam wadah berisi campuran air dan gula.

Lama pembuatan EE adalah tiga bulan di wilayah tropis, dan enam bulan di sub-tropis. Selama dua minggu pertama secara rutin membuka dan menutup wadah karena materi organik akan mengeluarkan gas. Setelah tiga bulan cairan yang berhasil menjadi EE berwarna cokelat tua dengan bau seperti cuka. Jika sudah menjadi EE maka disaring dan disimpan dalam suhu ruang untuk digunakan dalam beragam keperluan. Materi padat sisa organiknyapun dapat dijadikan pupuk untuk tanah. EE dapat difungsikan untuk merawat rumah, misalnya untuk pembersih lantai, kaca, atau permukaan perabot plastik; untuk mencuci buah dan sayuran; dan untuk tanaman membantu menyuburkan sekaligus menjadi pestisida alami.

EE pertama kali dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong, seorang pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand yang melakukan penelitian sejak tahun 1980-an. EE diperkenalkan secara lebih luas oleh Dr. Joean Oon, seorang peneliti Naturopathy dari Penang, Malaysia. Dalam materi sosialisasi Komunitas Eco Enzyme Nusantara (KEEN), 70% sampah yang terbuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) adalah sampah organik yang menimbulkan bau tidak sedap di lingkungan, mengurangi tingkat daurulang plastik, serta memberi resiko terjadinya ledakan, dan pembusukan sampah organik juga menghasilkan gas metana. Tragedi ledakan TPA Leuwigajah di Bandung (2005) menghilangkan 157 nyawa, 137 rumah, 2 desa, dan 8,4 hektar lahan pertanian. Mengolah kembali sisa organik dari konsumsi rumah tangga menjadi EE sangat penting ketika mengetahui hasil studi Sustainable Waste Indonesia bahwa 60 persen total sampah yang dihasilkan di Indonesia adalah sampah organik dan hanya 7,5 persen yang diolah kembali. Menurut Ketua Komunitas EE Sumatera Barat, Syaifuddin Islami, dalam video yang dipublikasikan pada tanggal 20 Oktober 2020 melalui berbagai akun media sosialnya, membuat EE dan memanfaatkannya berarti sudah menjadi satu solusi praktik pengurangan sampah organik dari dapur setiap rumah tangga di Indonesia.

Lembaga pemerintahan di Indonesia yang juga sudah merespon dengan baik pemanfaatan EE untuk penyelamatan lingkungan dan perawatan bumi di sekitar mereka adalah Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Badung di Bali, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan sebagainya. Sedangkan komunitas lainnya di luar Komunitas Eco Enzyme pun juga ada yang mengembangkan, memanfaatkan, dan mensosialisasikan EE kepada masyarakat umum misalnya oleh Bank Sampah Unit Andalas Sepakat dengan Direktur Syaifuddin Islami, dan Bank Sampah dan Eco Enzyme Koperasi Mandiri Dan Merdeka (BaSE KMDM) dengan Direkstur Dikky Dores, yang ada di Padang dan Sumatera Barat. Di KMDM sendiri, kegiatan ini sejalan dengan jargon “Ayo berkoperasi dan merawat bumi bersama KMDM”.

Hari Ulang Tahun (HUT) Komunitas Eco Enzyme Nusantara (KEEN)

Komunitas Eco Enzyme Nusantara (KEEN) jika dipantau melalui akun media sosial Facebook (FB) mereka sudah mencapai 5.568 total anggota. Di dalam grup tersebut disebutkan bahwa setiap Anggota harus (1) bersikap baik dan sopan dengan bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah, memperlakukan semua orang dengan rasa hormat dengan perdebatan yang sehat dan dilakukan dengan baik. (2) Meniadakan ujaran kebencian atau perundungan untuk memastikan semua orang merasa aman. Perundungan tidak diizinkan, dan komentar yang merendahkan soal ras, agama, budaya, orientasi seksual, jenis kelamin atau identitas tidak akan ditoleransi. Dan (3) menghormati privasi semua orang untuk menjadi bagian dari grup dengan rasa saling percaya, dan dibolehkan berdiskusi autentik yang ekspresif.

Menurut Joko Riyanto, salah satu pegiat KEEN, tanggal 20 Oktober 2020 adalah peringatan satu tahun berdirinya KEEN. Sebagai bentuk perayaan bersama dan wujud syukur kepada Tuhan dan terima kasih kepada Ibu Pertiwi maka KEEN mengajak semua pegiat EE untuk menuangkan sebotol EE murni di parit sekitar rumah, danau, maupun sungai di daerah masing-masing, dan divideokan. Video ditunggu sampai tanggal 28 Oktober 2020, dan akan digabungkan sebagai bentuk persembahan dari Relawan KEEN untuk mengukir sejarah perawatan bumi. Panitia HUT KEEN mengharapkan video diambil dengan posisi landscape/horizontal/mendatar, dikirimkan ke email yantocendana88@gmail.com dengan subjek “Penuangan EE HUT KEEN” dengan mencantumkan nama dan daerah domisili.

Salah satu kegiatan penuangan Eco Enzyme pada 20 Oktober 2020 ini  dilakukan di Sungai Citra 5, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Foto (dan video) sebagai dokumentasi kegiatan tersebut dibuat dan disebarluaskan oleh NS Linda. Selain itu, penuangan EE juga dilakukan oleh Utami Lestyo Rini di Denpasar, Bali; juga oleh Komunitas EE Malang yang menuangkannya di Sungai Brantas, Batu, Malang, Jawa Timur; penuangan di aliran Sungai Jambi oleh Komunitas EE Jambi dengan koordinator Lisani; dan masih banyak lagi.

Penuangan Eco Enzyime di Sungai Citra 5, Jakarta Barat (Foto: NS Linda)

Penulis: Virtuous Setyaka, Dosen HI FISIP Unand, Ketua KMDM, dan Pegiat EE di Kota Padang.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Jaga Sungai Dari Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Laksanakan Goro

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,— Kepedulian terhadap sungai merupakan tanggung jawab yang harus dijaga dan dilakukan secara bersama-sama tanpa terkecuali. Pasalnya, tanpa keberadaan sungai yang...

Waspada, Rumpon Asing Si Pembawa Masalah di Perairan Indonesia

Oleh : Dika Putri Sehati dan Shania Refka Fandesti ~ Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Laut Natuna merupakan salah...

Ditabrak Pengendara Sepeda Motor,Mobil Dinas Wakil Ketua DPRD Tanah Datar Di Amankan

Tanah Datar,Beritasumbar.com - Ditabrak pengendara sepeda motor,mobil dinas Wakil Ketua DPRD Tanah Datar di amankan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanah Datar,...

Heboh Beredar Beras Bergambar Kandidat, Bawaslu Tanah Datar Bergerak

Tanah Datar,BeritaSumbar.com,-Santer beredarnya informasi penyebaran diduga " beras politik" dimedia sosial FB Sontak membuat warga kabupaten Tanah Datar heboh.

Sukseskan Pilkada 2020, MOGE Disdukcapil Payakumbuh Geruduk Warga

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,- Umpama pepatah, sekali dayung dua pulau terlampaui. Hal itu yang dilakukan oleh layanan Motor Operasional Gerai Pelayanan (MOGE) keliling berkesinambungan...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang...

Nauclea Orientalis, Bunga Yang Mirip Virus Corona.

Oleh: Lidia Gusvita Nasra ~ Mahasiswa Biologi, Universitas Andalas, Padang Tak hanya perkembangan kasus virus corona yang dibicarakan saat...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang...

Waspada, Rumpon Asing Si Pembawa Masalah di Perairan Indonesia

Oleh : Dika Putri Sehati dan Shania Refka Fandesti ~ Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Laut Natuna merupakan salah...

2021 Tatap Muka, Selamat Tinggal Kuliah Daring

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih ~ Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Sudah hampir 10 bulan semenjak Presiden...
- Advertisement -