24 C
Padang
Selasa, November 30, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Sektor Pertanian Tumbuh 4,4 Persen Awal 2015
S

Kategori -
- Advertisement -

Padang – Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat pertumbuhan lapangan usaha pertanian di daerah mencapai 4,4 persen pada triwulan I 2015 atau melambat dibandingkan triwulan IV 2014 yang berada pada angka 5,0 persen.

“Kondisi ini disebabkan penurunan hasil produksi lapangan usaha tanaman bahan makanan dan perkebunan yang memiliki kontribusi tertinggi sebesar 32 persen dan 23 persen dari total lapangan usaha pertanian,” kata Kepala Perwakilan BI Sumbar, Puji Atmoko di Padang, Sabtu.

Ia menyebutkan lapangan usaha tanaman pangan dan lapangan usaha perkebunan mengalami pertumbuhan yang relatif terbatas masing-masing sebesar 3,0 persen dan 0,9 persen pada triwulan I 2015.

“Pelemahan harga komoditas karet internasional sangat berpengaruh terhadap berkurangnya insentif petani dalam memproduksi hasil karetnya sehingga produksi perkebunan karet di Sumbar turun,” kata dia.

Ia mengatakan perlambatan lapangan usaha pertanian tersebut juga berpengaruh pada menurunnya kesejahteraan petani yang tercermin pada melemahnya rata-rata nilai tukar petani (NTP) tanaman pangan dari 100,6 di akhir 2014 menjadi 98,4 di akhir triwulan I 2015.

Sejalan dengan itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat nilai tukar petani di daerah itu turun 0,91 persen pada Mei 2015 bila dibandingkan bulan sebelumnya.

“Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga di pedesaan di 11 kabupaten di Sumatera Barat pada April 97,71 dan Mei 2015 menjadi 96,83, kata Kepala BPS Sumbar, Yomin Tofri.

Ia menjelaskan nilai tukar petani diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga dibayar petani, yang merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan.

Menurut dia, nilai tukar petani juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

“Semakin tinggi nilai tukar petani maka semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani,” kata dia.

Ia menyebutkan bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, pada Mei 2015 nilai tukar petani pada tiga sektor turun , yaitu subsektor tanaman pangan 2,26 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat 1,44 persen, dan subsektor perikanan 0,53 persen.

 

[Ant/Oleh Ikhwan Wahyudi]
- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img