Limapuluh Kota, beritasumbar.com – Kepemimpinan Safaruddin, Dt Bandaro Rajo bersama Rizki Kurniawan Nakasri sebagai Bupati dan Wabup Limapuluh Kota memasuki satu tahun pasca dilantik Gubernur Sumbar Mahyeldi pada 26 Februari 2021.
Meski sudah satu tahun Pasangan Safari tersebut, namun belum tampak adanya perubahan yang signifikan Limapuluh Kota.
Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sumbar, Wahyudi Thamrin menilai satu tahun kepemimpinan Safari hanya melaksanakan kegiatan seremoni saja.
Sehingganya beberapa program yang dijanjikan kepada masyarakat masa kampanye pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 belum banyak yang terlaksana.
“Satu tahun kepemimpinan Safari hanya melakukan kegiatan seremonial dan selfi saja, sehingga belum kelihatan perubahan di Limapuluh Kota,” kata saat berkunjung ke Balai Wartawan Luak Limopuluah, Rabu (16/2) sore.
Ia menilai, masyarakat Limapuluh Kota saat ini sangat membutuhkan kinerja pemerintah, salah satunya dalam hal pembangunan fisik atau infrastruktur.
“Hampir sebagian besar masyarakat banyak nagari mengeluhkan jalan berlubang. Masyarakat sangat mengharapkan kinerja pemerintah untuk menghadirkan infrastruktur yang layak untuk mereka,” jelasnya.
Wahyudi menilai keberadaan infrastruktur yang layak, tidak hanya dapat dinikmati masyarakat, tetapi juga akan sejalan dengan program prioritas Pasangan Safari dalam sektor pariwisata.
“Tanpa akses yang layak, pariwitasa Limapuluh Kota juga akan kurang maksimal. Apalagi destinasi wisata Limapuluh Kota, tersebar di banyak nagari,” katanya.
Ia menambahkan, melihat kondisi terkini tidak akan banyak terlaksana program kepala daerah, mengingat saat ini juga dalam Kondisi Pandemi Covid-19. Sehingganya Pasangan Safari sama dengan Pasangan Irfendi Arbi dan Ferizal Ridwan yang belum banyak membawa perubahan untuk Limapuluh Kota.
Sebelum, sejak dilantik Pasangan Safari memiliki empat prioritas program kerja yakni pembangunan Ibu Kota Kabupaten (IKK) Sarilamak, percepatan infrastruktur, pengembangan pariwisata, dan terakhir peningkatan sektor pertanian. (***)