23 C
Padang
Kamis, Oktober 28, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Saat PLEK, Poktan Diminta Catat Biaya-Usaha Tani
S

Kategori -
- Advertisement -

Sijunjung, beritasumbar.com – Tenaga Ahli (TA) keuangan pedesaan IPDMIP Regional  II, Sri Sumaryani meminta peserta Pelatihan Literasi Edukasi dan Keuangan (PLEK) membiasakan diri mencatat biaya pada setiap tahap kegiatan usaha tani.

Hal itu disampaikannya ketika memantau dan sekaligus menutup kegiatan PLEK bagi ketua Kelompok Tani (Poktan) beserta isteri di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sumpur, Selasa (14/9).

Sri yang didampingi koordinator Kabupaten, IPDMIP Hardiwilson dan Panitia Pelaksanaan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung menyebutkan dalam kegiatan PLEK ini peserta telah diberikan materi penguatan kapasitas dan kompetensi SDM pertanian.

Selain penguatan kapasitas, peserta  juga diajarkan pengelolaan keuangan usaha tani dan rumah tangga tani. Bahkan, peserta dibekali  cara mendapatkan akses permodalan melalui kredit usaha rakyat (KUR) dan jaminan usaha tani melalui asuransi usaha tani padi (AUTP).

Ia berharap setelah pelatihan ini peserta PLEK meneruskan pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan ini kepada anggota Poktan dengan cara dan bahasa yang mudah dipahami.

Kegiatan PLEK yang merupakan bagian program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) Kementerian Pertanian. Untuk Kabupaten Sijunjung kegiatan ini dipusatkan di empat BPP, yakni BPP IV Nagari, Sijunjung, Kamang Baru dan Sumpur Kudus.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari peserta. Markatap Datuk Rajo Endah (58) misalnya, Ketua Poktan Panjang Utara dari Nagari Unggan mengaku banyak ilmu diperoleh dalam kegiatan PLEK tersebut.

“Selama ini, kami tidak pernah mencatat keuangan usaha tani. Setelah dibekali pengetahuan kami bertambah,” ucapnya.

Pengakuan senada juga disampaikan Ketua Poktan Potai Sakato, Nagari Sumpur Kudus, Maizar (43).

Menurutnya, dalam program IPDMIP tidak hanya difasilitasi teknik budidaya melalui kegiatan sekolah lapangan (SL) juga dibekali cara mengelola keuangan usaha tani dan rumah tangga tani. “Kegiatan PLEK ini tambahan pengetahuan baru bagi kami dalam mengelola keuangan usaha tani dan rumah tangga tani, ” katanya. (Alim)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img