26.2 C
Padang
Friday, November 27, 2020
Beritasumbar.com

RISET DAN PENGEMBANGAN PRODUK INSDUSTRI
R

Kategori -

Pengertian Produk

Produk adalah hasil dari kegiatan produksi baik yang berwujud barang-barang ataupun jasa.

Penelitian produk adalah merupakan penelitian tentang produk apa dan produk yang bagaimana yang disukai masyarakat konsumen.

Penelitian ini sangat berguna bagi perusahaan karena dengan demikian perusahaan dapat memilih produk yang diperlukan dan disukai oleh masyarakat konsumen. Hal ini tentu saja akan mendorong kelancaran penjualan perusahaan. Dengan diproduksinya produk yang diperlukan consume. Perusahaan sudah menempatkan diri pada posisi yang menguntungkan. Tentu saja posisi ini bukan berarti selalu sukses, karena disamping pemilihan produk masalah kualitas dan pemasraan perlu juga dipikirkan.

Pengembangan produk adalah merupakan penelitian terhadap produk yang sudah ada untuk dikembangkan lebih lanjut agar mempunyai tingkat kegunaannya yang lebih tinggi dan lebih disukai konsumen. Penelitian ini dapat bersifat penelitian lapangan (survey konsumen) serta dapat pula sebagai penelitian laboratoris (di dalam laboratorium perusahaan) atau dapat pula kedua-duanya. Di dalam penelitian lapangan akan dicari data-data mengenai produk yang akan dikembangkan. Pengembangan disini dapat meliputi pengembangan kualitasnya, kegunaannya, dan sebagainya, sesuai dengan selera konsumen.Sedangkan penelitian laboratorium menyangkut masalah penerapan pengembangan produk tersebut, terutama utuk produk-produk obat-obatan dan sebagainya. Adanya penelitian dan pengembangan produk ini diharapkan perusahaan selalu dapat menyesuaikan diri dengan produk-produk yang disenangi konsumen.

  1. SUJADI (2003:164)

Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah  suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru, atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan. Produk tersebut tidak selalu berbentuk benda atau perangkat keras (hardware), seperti buku, modul, alat bantu pembelajaran di kelas atau di laboratorium, tetapi bisa juga perangkat lunak (software), seperti program komputer untuk pengolahan data, pembelajaran di kelas, perpustakaan atau laboratorium, ataupun model-model pendidikan, pembelajaran, pelatihan, bimbingan, evaluasi, manajemen, dll.

  • SUGIYONO (2011:407)

Metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas, maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut. Jadi penelitian dan pengembangan bersifat longitudinal (bertahap bisa multy years). Penelitian Hibah Bersaing, adalah penelitian yang menghasilkan produk, sehingga metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan.

Tipe Penelitian dan Pengembangan Produk

  1. Tipe pertama

Difokuskan pada pendesaianan dan evaluasi atas produk atau program tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran tentang proses pengembangan serta mempelajari kondisi yang mendukung bagi implementasi program tersebut.

  • Tipe kedua

Dipusatkan pada pengkajian terhadap program pengembangan yang dilakukan sebelumnya. Tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran tentang prosedur pendesainan dan evaluasi yang efektif.

Ciri Utama Penelitian dan Pengembangan Produk

Borg and Gall (1989) menjelaskan empat ciri utama dalam penelitian dan pengembangan, yaitu:

  1. Studying research findings pertinent to the product to be develop

Artinya, melakukan studi atau penelitian awal untuk mencari temuan-temuanpenelitian terkait dengan produk yang akan dikembangkan.

  • Developing the product base on this findings

Artinya, mengembangkan produk berdasarkan temuan penelitian tersebut.

  • Field testing it in the setting where it will be used eventually

Artinya, dilakukannya uji lapangan dalam seting atau situasi senyatanya dimana produk tersebut nantinya digunakan

  • Revising it to correct the deficiencies found in the field-testing stage

Artinya, melakukan revisi untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yangditemukan dalam tahap-tahap uji lapangan.

Karakteristik Penelitian Pengembangan Pengembangan penelitian bukanlah untuk merinci dan menerapkan intervensi yang lengkap, tetapi untuk meningkatkan dan menyesuaikan kebutuhan dan aspirasi yang inovatif. Proses penelitian pengembangan bersifat melingkar atau berpilin mulai dari aktivitas analisa, merancang, mengevaluasi, dan merivisi sampai tujuan yang diinginkan.

Komponen Utama Penelitian dan Pengembangan Produk

Menurut Tim Puslitjaknov (2008), metode penelitian pengembangan memuat 3 komponen utama yaitu:

  1. Model Pengembangan

Model Pengembangan merupakan dasar untuk mengembangkan produk yang akan dihasilkan. Model pengembangan dapat berupa model prosedural, model konseptual, dan model teoritik. Model prosedural adalah model yang bersifat deskriptif, menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Model konseptual adalah model yang bersifat analitis, yang menyebutkan komponen-komponen produk, menganalisis komponen secara rinci dan menunjukkan hubungan antar komponen yang akan dikembangkan. Model teoritik adalah model yang menggambar kerangka berfikir yang didasarkan pada teori-teori yang relevan dan didukung oleh data empirik.

Dalam model pengembangan, peneliti memperhatikan 3 hal:

  1. Menggambarkan struktur model yang digunakan secara singkat, sebagai dasar pengembangan produk.
  2. Apabila model yang digunakan diadaptasi dari model yang sudah ada, maka perlu dijelaskan alasan memilih model, komponen-komponen yang disesuaikan, dan kekuatan serta kelemahan model dibanding model aslinya.
  3. Apabila model yang digunakan dikembangkan sendiri, maka perlu dipaparkan mengenai komponen-komponen dan kaitan antar komponen yang terlibat dalam pengembangan.
  • Prosedur penelitian pengembangan

Prosedur penelitian pengembangan akan memaparkan prosedur yang ditempuh oleh penelitian dan pengembang dalam membuat produk. Prosedur pengembangan berbeda dengan model pengembangan dalam memaparkan komponen rancangan produk yang dikembangkan. Dalam prosedur, peneliti menyebutkan sifat-sifat komponen pada setiap tahapan dalam pengembangan.

  • Uji Coba Model atau Produk

Uji coba model atau produk merupakan bagian yang sangat penting dalam penelitian pengembangan, yang dilakukan setelah rancangan produk selesai. Uji coba model atau produk bertujuan untuk mengetahui apakah produk yang dibuat layak digunakan atau tidak. Uji coba model atau produk juga melihat sejauh mana produk yang dibuat dapat mencapai sasaran dan tujuan.

Model atau produk yang baik memenuhi 2 kriteria yaitu: kriteria pembelajaran (instructional criteria) dan kriteria penampilan (presentation criteria).Uji coba dilakukan 3 kali yang meliputi:

  1. Uji-ahli
  2. Uji terbatas dilakukan terhadap kelompok kecil sebagai pengguna produk;
  3. Uji-lapangan (field Testing).

Dengan uji coba kualitas model atau produk yang dikembangkan.

Tujuan, Peranan dan Fungsi  Penelitian dan Pengembangan Produk

  1. Tujuan Penelitian dan Pengembangan Produk

Tujuan dari penelitian dan pengembangan produk adalah agar barang atau jasa yang dihasilkan selalu sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan selera masyarakat. Dengan demikian barang yang dihasilkan akan selalu dapat diminati dan dibutuhkan masyarakat. Tujuannya adalah agar barang atau jasa yang dihasilkan dapat selalu meningkat penjualannya, sehingga keuntungan perusahaan dapat selalu berkembang dan meningkat. Keuntungan yang meningkat akan dapat menjamin kelangsungan hidup perusahaan.

  • Peranan Penelitian dan Pengembangan Produk

Peranan dan tanggung jawab dari penelitian dan pengembangan produk dalam perencanaan operasional dan penjualan adalah menjamin bahwa produk yang sekarang mendapat dukungan secara tepat dan bahwa produk baru berada dalam jadwal yang konsisten dengan proyeksi penjualan untuk produk-produk itu. Dalam strategi manufacture riset dan pengembangan bertangungjawab menjamin bahwa Produk-produk baru konsisten dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan bahwa desain produk merupakan hasil dari semua partisipasi pelanggan internal dan eksternal

  • Fungsi Penelitian dan Pengembangan Produk

Fungsi penelitian dan pengembangan produk yaitu : Bertanggung jawab atas pelaksanaan seluruh kegiatan penelitian dan pengembangan, dan prosedur pembuatan (pengolahan dan pengemasan batch).

Langkah-Langkah Penelitian Dan Pengembangan

  1. Menurut Sugiyono

Menurut Sugiyono (2011:408) langkah-langkah pelaksanaan strategi penelitian dan pengembangan yang dilakukan untuk menghasilkan produk tertentu dan untuk menguji keefektifan produk yang dimaksud, adalah :

  1. Potensi dan masalah

Penelitian ini dapat berangkat dari adanya potensi atau masalah. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki suatu nilai tambah pada produk yang diteliti. Pemberdayaan akan berakibat pada peningkatan mutu dan akan meningkatkan pendapatan atau keuntungan dari produk yang diteliti. Masalah juga bisa dijadikan sebagai potensi, apabila kita dapat mendayagunakannya. Sebagai contoh sampah dapat dijadikan potensi jika kita dapat merubahnya sebagai sesuatu yang lebih bermanfaat. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam penelitian harus ditunjukkan dengan data empirik.Masalah akan terjadi jika terdapat penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. Masalah ini dapat diatasi melalui R&D dengan cara meneliti sehingga dapat ditemukan suatu model, pola atau sistem penanganan terpadu yang efektif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut.

  • Mengumpulkan Informasi dan Studi Literatur

Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukan secara faktual, maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi dan studi literatur yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut.Studi ini ditujukan untuk menemukan konsep-­konsep atau landasan-landasan teoretis yang memperkuat suatu produk. Produk pendidikan, terutama produk yang berbentuk model, program, sistem, pendekatan, software dan sejenisnya memiliki dasar-dasar konsep atau teori tertentu. Untuk menggali konsep-konsep atau teori-teori yang mendukung suatu produk perlu dilakukan kajian literatur secara intensif.

Melalui studi literatur juga dikaji ruang lingkup suatu produk, keluasan penggunaan, kondisi-kondisi pendukung agar produk dapat digunakan atau diimplementasikan secara optimal, serta keunggulan dan keter­batasannya. Studi literatur juga diperlukan untuk mengetahui langkah-langkah yang paling tepat dalam pengembangan produk tersebut.Produk yang dikembangkan dalam pendidikan dapat berupa perangkat keras seperti alat bantu pembelajaran, buku, modul atau paket belajar, dll., atau perangkat lunak seperti program-program pendidikan dan pembelajaran, model-model pendidikan, kurikulum, implementasi evaluasi, instrumen pengukuran, dll. Beberapa kriteria yang harus dipertimbangkan dalam memilih produk yang akan dikembangkan.

  1. Apakah produk yang akan dibuat penting untuk bidang pendidikan?
  2. Apakah produk yang akan dikembangkan memiliki nilai ilmu, keindahan dan kepraktisan?
  3. Apakah para pengembang memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam mengembangkan produk ini?
  4. Dapatkah produk tersebut dikembangkan dalam jangka waktu yang tersedia?
  • Desain Produk

Produk yang dihasilkan dalam produk penelitian research and development bermacam-macam. Sebagai contoh dalam bidang tekhnologi, orientasi produk teknologi yang dapat dimafaatkan untuk kehidupan manusia adalah produk yang berkualitas, hemat energi, menarik, harga murah, bobot ringan, ergonomis, dan bermanfaat ganda. Desain produk harus diwujudkan dalam gambar atau bagan, sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya serta memudahkan fihak lain untuk memulainya. Desain sistem ini masih bersifat hipotetik karena efektivitasya belum terbukti, dan akan dapat diketahui setelah melalui pengujian-pengujian.

  • Validasi Desain

Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal ini sistem kerja baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Dikatakan secara rasional, karena validasi disini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta lapangan.Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli  yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut, sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya. Validasi desain dapat dilakukan dalam forum diskusi. Sebelum diskusi peneliti mempresentasikan proses penelitian sampai ditemukan desain tersebut, berikut keunggulannya.

  • Perbaikan Desain

Setelah desain produk, divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya, maka akan dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain. Yang bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang mau menghasilkan produk tersebut.

  • Uji coba Produk

Desain produk yang telah dibuat tidak bisa langsung diuji coba dahulu. Tetapi harus dibuat terlebih dahulu, menghasilkan produk, dan produk tersebut yang diujicoba. Pengujian dapat dilakukan dengan ekperimen yaitu membandingkan efektivitas dan efesiensi sistem kerja lama dengan yang baru.

  • Revisi Produk

Pengujian produk pada sampel yang terbatas tersebut menunjukkan bahwa kinerja sistem kerja baru ternyata yang lebih baik dari sistem lama. Perbedaan sangat signifikan, sehingga sistem kerja baru tersebut dapat diberlakukan

  • Uji coba Pemakaian

Setelah pengujian terhadap produk berhasil, dan mungkin ada revisi yang tidak terlalu penting, maka selanjutnya produk yang berupa sistem kerja baru tersebut diterapkan dalam kondisi nyata untuk lingkup yang luas. Dalam operasinya sistem kerja baru tersebut, tetap harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut.

  1. Revisi Produk

Revisi produk ini dilakukan, apabila dalam perbaikan kondisi nyata terdapat kekurangan dan kelebihan. Dalam uji pemakaian, sebaiknya pembuat produk selalu mengevaluasi bagaimana kinerja produk dalam hal ini adalah sistem kerja.

  • Pembuatan Produk Masal

Pembuatan produk masal ini dilakukan apabila produk yang telah diujicoba dinyatakan efektif dan layak untuk diproduksi masal. Sebagai contoh pembuatan mesin untuk mengubah sampah menjadi bahan yang bermanfaat, akan diproduksi masal apabila berdasarkan studi kelayakan baik dari aspek teknologi, ekonomi dan ligkungan memenuhi. Jadi untuk memproduksi pengusaha dan peneliti harus bekerja sama.

  • Menurut Borg dan Gall

Menurut Borg dan Gall  (1989:783-795), penelitian dan pengembangan produk meliputi sepuluh langkah:

  1. Studi Pendahuluan (Research and Information Collecting)

Langkah   pertama   ini   meliputi   analisis   kebutuhan,   studi   pustaka,   studi   literatur, penelitian skala kecil dan standar laporan yang dibutuhkan :

  1. Analisis kebutuhan: Untuk  melakukan analisis kebutuhan ada beberapa kriteria,yaitu: 1) Apakah produk yang akan dikembangkan merupakan hal
    1. Yang penting bagi pendidikan? 2) Apakah produknya mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan? 3)Apakah SDM yang memiliki keterampilan,pengetahuan dan pengalaman yang akan mengembangkan produk tersebut ada? 4) Apakah waktu untuk mengembangkan produk tersebut cukup?
    1. Studi literatur: Studi literatur dilakukan untuk pengenalan sementara terhadap produk  yang    akan dikembangkan. Studi literatur ini  dikerjakan untuk mengumpulkan temuan riset dan   informasi lain yang bersangkutan dengan pengembangan produk yang direncanakan.
    1. Riset skala kecil : Pengembang sering mempunyai pertanyaan yang tidak bisa dijawab   dengan mengacu pada reseach belajar atau teks professional.Oleh karenanya pengembang perlu melakukan riset skala kecil untuk  mengetahui beberapa hal tentang produk yang akan dikembangkan.
  • Merencanakan Penelitian (Planning)

Setelah melakukan studi pendahuluan,pengembang dapat melanjutkan langkah kedua yaitu merencanakan penelitian. Perencaaan penelitian dan pengembangan produk meliputi:

  1. merumuskan tujuan penelitian
  2. memperkirakan dana,tenaga dan waktu
  3. merumuskan kualifikasi peneliti dan bentuk-bentuk partisipasinya dalam penelitian.
  • Pengembangan Desain (Development Preliminary of Product)

Langkah ini meliputi:

  1. Menentukan desain produk yang akan dikembangkan (desain hipotetik)
  2. Menentukan sarana dan prasarana penelitian yang dibutuhkan selama proses penelitian dan pengembangan
  3. Menentukan tahap-tahap pelaksanaan uji desain dilapangan
  4. menentukan deskripsi tugas  pihak- pihak yang terlibat dalam penelitian.
  • Preliminary Field Testing

Langkah ini merupakan uji produk secara terbatas. Langkah ini meliputi:

  1. melakukan uji lapangan awal terhadap desain produk;
  2. bersifat terbatas, baik substansi desain maupun pihak-pihak yang terlibat;
  3. uji lapangan awal dilakukan secara berulang-ulang sehingga diperoleh desain layak,baik substansi maupun metodologi.
  • Revisi Hasil Uji Lapangan Terbatas (Main Product Revision)

Langkah ini merupakan perbaikan model atau desain berdasarakan uji lapangan terbatas. Penyempurnaan produk awal akan dilakukan setelah dilakukan uji coba lapangan secara terbatas.Pada tahap penyempurnaan produk awal ini,lebih banyak dilakukan dengan pendekatan  kualitatif.Evaluasi yang dilakukan lebih pada evaluasi   terhadap proses,sehingga perbaikan yang dilakukan bersifat perbaikan internal.

  • Main Field Test

Langkah merupakan uji produk secara lebih luas. Langkah ini meliputi:

  1. melakukan uji efektivitas desain produk;
  2. uji efektivitas desain, pada umumnya, menggunakan teknik eksperimen model penggulangan;
  3. Hasil uji lapangan adalah diperoleh desain yang efektif, baik dari sisi substansi maupun metodologi.
  • Revisi Hasil Uji Lapangan Lebih Luas (Operational Product Revision)

Langkah ini merupakan perbaikan kedua setelah dilakukan uji lapangan yang lebih luas dari uji lapangan yang pertama. Penyempurnaan produk dari  hasil uji lapangan lebih luas ini akan lebih memantapkan produk yang kita kembangkan, karena pada tahap uji coba lapangan sebelumnya dilaksanakan dengan adanya kelompok kontrol.Desain yang digunakan adalah pretest dan posttest.Selain perbaikan yang bersifat internal.Penyempurnaan produk  ini didasarkan pada evaluasi hasil sehingga pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif.

  • Uji Kelayakan (Operational Field Testing)

Langkah  ini meliputi sebaiknya dilakukan dengan skala besar:

  1. melakukan uji efektivitas dan adaptabilitas desain produk;
  2. uji efektivitas dan adabtabilitas desain melibatkan para calon pemakai produk;
  3. hasil uji lapangan adalah diperoleh model desain yang   siap diterapkan, baik dari sisi substansi maupun metodologi.
  1. Revisi Final Hasil Uji Kelayakan (Final Product Revision)

Langkah ini akan lebih menyempurnakan produk yang sedang dikembangkan. Penyempurnaan produk akhir dipandang perlu untuk lebih akuratnya produk yang dikembangkan. Pada tahap ini sudah didapatkan suatu produk yang tingkat efektivitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penyempurnaan produk akhir memiliki nilai “generalisasi” yang dapat diandalkan.

  • Desiminasi dan Implementasi Produk Akhir (Dissemination and Implementation)

Laporan hasil dari penelitian dan pengembangan produk melalui forum-forum ilmiah, ataupun melalui media massa. Distribusi produk harus dilakukan setelah melalui quality control. Teknik analisis data, langkah-langkah dalam proses penelitian dan pengembangan dikenal dengan istilah lingkaran research dan development.

Menurut Borg and Gall terdiri atas:

  1. meneliti     hasil   penelitian     yang    berkaitan     dengan     produk     yang    akan dikembangkan
  2. mengembangkan produk berdasarkan hasil penelitian
  3. uji lapangan

Oleh : Syaiful Anwar
Dosen FE Unand Kampus II Payakumbuh

Baca Juga: PEMBIAYAAN UNTUK PERUSAHAAN INDUSTRI

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Gamaik Kolaborasi Hoyak Pasar Ekraf 2020 Payakumbuh

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Grup Musik Gamaik Mandayu asal Kota Padang tampil dalam pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 di Agam Jua Art and...

Dua Minggu Menghilang,Juragan Padi Di Temukan Meninggal Dunia, Diduga Gantung Diri.

Tanah Datar,beritasumbar.com - Dua minggu pergi dari rumah,juragan padi di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar di temukan tidak bernyawa dan sudah...

Terjadi Lagi Di Tanah Datar Seorang Pria Akhiri Hidup Dengan Gantung diri

Tanah Datar,Beritasumbar.com - Berselang beberapa jam dari penemuan jasad di Nagari Pangian,kembali lagi ditemukan mayat dengan mengakhiri hidup gantung diri di Nagari...

2021 Tatap Muka, Selamat Tinggal Kuliah Daring

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih ~ Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Sudah hampir 10 bulan semenjak Presiden...

Tak Kunjung Penuhi Panggilan Polisi, HY Dijemput Paksa

Riau,- Akhirnya Oknum ustad kondang HY Resmi ditahan oleh unit Reskrim Polsek kota Pekanbaru pada 22 November 2020 dimapolsek kota Pekanbaru...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Gaji THL di Payakumbuh dipastikan berkurang pada 2021

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Meski sempat mendapatkan penolakan dari seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), gaji Tenaga Harian Lepas di Kota Payakumbuh...

Pasar Ekraf Payakumbuh Berikan Peluang Bagi Pelaku Kuliner Tradisional Saat Pandemi Covid-19

Payakumbuh, Beritasumbar.com - Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat tidak hanya untuk promosi wisata, tapi juga berdampak kepada pelaku...

Menanam Bunga Krokot, Hobi Membawa Berkah Ditengah Pandemi Covid-19

Padang,BeritaSumbar.com,- Di masa pandemi Covid-19, banyak orang yang boring akan keadaan yang tak lazimnya seperti saat ini, hanya berdiam dan hampir semua...

Di Hari Pahlawan Para Kooperator Indonesia Gelar Diskusi Daring Dengan Tema “Inisiasi Pendirian dan Deklarasi Partai Koperasi di Indonesia”

Bertepatan dengan Hari Pahlawan pada Selasa, 10 November 2020, pukul 20.00-22.00 WIB, sejumlah aktivis koperasi atau yang biasanya disebut sebagai kooperator di...

Padang Panjang Latih Koperasi Mengelola Pembiayaan Berbasis Syariah

Padang Panjang, www.beritasumbar.com - Pemerintah Kota Padang Panjang ke depannya akan menerapkan sistem perekonomian syariah, untuk itu Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan...

APBD Payakumbuh 2021 Defisit, Ini Penyebabnya

Payakumbuh , www.beritasumbar.com - Perintah Kota Payakumbuh mulai bahas Anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Tahun 2021 bersama dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD)...

Kolaborasi Noka dan ALKO Berdayakan Petani Kerinci di Tengah Pandemi

Kedai kopi asal Bandung, Noka Coffee, meluncurkan outlet kedua mereka di kota Padang, Sumatera Barat Sabtu 9 Oktober 2020. Sebagai brand yang...

Keripik Karamunting Cemilan Kaya Antioksidan

Padang,- Pandemi Covid-19 tak hanya menghentikan kegiatan perkuliahan mahasiswa secara tatap muka di kampus. Pandemi ini juga memaksa program kreativitas mahasiswa (PKM)...

KOORDINASI PERUSAHAAN INDUSTRI

Oleh : Syaiful Anwar Dosen FE Unand Kampus II Payakumbuh Pengertian Expansion(pengembangan) Pengembangan...

PENGAWASAN ANGGARAN

Oleh : Syaiful Anwar Dosen FE Unand Kampus II Payakumbuh Pengertian Anggaran Anggaran...
- Advertisement -