30 C
Padang
Kamis, Desember 2, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Polres Pesisir Selatan Larang Jual Petasan
P

Kategori -
- Advertisement -

Painan – Kepolisian Resor (Polres) Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), mengimbau masyarakat untuk tidak menjual petasan dan kembang api selama bulan Ramadhan.

Kepala Polres Pesisir Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Deni Yuhasdi di Painan, Kamis, mengatakan petasan dan kembang api merupakan alat mainan anak-anak yang dapat membahayakan penggunanya sendiri, orang lain dan lingkungan.

Untuk mengantisipasi penjualan permainan anak-anak yang membahayakan itu Kepolisian setempat akan melakukan pengawasan dan razia di seluruh wilayah kabupaten itu.

Pada waktu yang tidak ditentukan, Kepolisian setempat akan melakukan razia ke pasar-pasar tradisional dan tempat-tempat lainnya yang diduga sebagai tempat penjualan mainan berbahaya tersebut.

Dalam melakukan razia pihaknya tidak akan tebang pilih, semua orang yang ditemukan menjual petasan, kembang api dan berbagai peralatan mainan yang dapat membahayakan akan ditindak sesuai aturan yang berlaku dan menyita semua barang berbahaya tersebut.

“Kita akan terus menyosialisasikan kepada warga di seluruh wilayah kabupaten ini. Melalui seluruh kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek), setiap ada pertemuan dengan masyarakat kita selalu mengimbau warga agar dapat menjaga anak anaknya untuk tidak menggunakan mainan yang dapat membahayakan itu, ” katanya.

Petasan dan kembang api dapat berakibat buruk pada semua orang. Tidak saja bagi penggunanya, tetapi juga membahayakan terdahap orang lain yang berada di sekitarnya.

Ia mengatakan, sudah banyak contoh yang tidak baik terlihat akibat petasan dan kembang api selama ini. Seperti halnya kebakaran rumah, pengguna kembang api dan petasan mengalami luka bakar akibat ledakan barang itu.

Tidak saja itu, menggunakan kembang api dan petasan juga dapat mengganggu ketertiban umum dan keamanan disuatu daerah. Apalagi pada bulan Ramadhan, penggunaan petasan dan kembang api sangat mengganggu kenyamanan dan kekushukan umat muslim dalam melaksanakan ibadah Shalat Tarawih.

“Kita akan menyita semua barang-barang berbahaya itu dari pedagang jika ditemukan dalam razia. Razia ini dilakukan sebagai antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diingini dari penggunaan petasan dan kembang api selama Bulan Ramadhan, ” katanya.

(Ant/Oleh Junisman)
- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img