27.2 C
Padang
Friday, November 27, 2020
Beritasumbar.com

Pol PP Kota Pariaman mengungkap awal Dugaan Kasus Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA)
P

Kategori -

Pariaman, beritasumbar.com,-Satuan Polisi pamong Praja Kota Pariaman ungkap dugaan kasus ekspolitasi seksual anak bawah umur di wilayah hukum mereka. Pengungkapan ini berawal dari penangkapan oleh Pemuda Kelurahan Karan Aur Kec. Pariaman Tenggah bersama anggota Satpol PP yang sedang piket jaga di GOR Rajo Bujang pada tanggal 09 Februari 2020 sekitar jam 01.45 dini hari, yang mana mereka mendapati gadis kecil CK (16) dan laki-laki dewasa ZZ (48) sedang asyik mojok berduaan di tempat gelap di sisi bangunan GOR.

Karena pemuda dan anggota Satpol PP meyakini perbuatan mereka berdua patut diduga telah melanggar Pasal 6 ayat (1) Perda No. 10 Tahun 2013 ttg Pencegahan, Penindakan, Pemberantasan Penyakit Masyarakat dan Maksiat maka mereka membawa kedua tersangka dan melaporkan kejadian kepada Petugas Piket Satpol PP & Damkar Kota Pariaman.
Sekitar jam 02.00 dini hari Kasi Penyidik Pol PP & Damkar (Alrinaldi) mendapatkan Laporan Via Telpon dari anggota Piket dan Langsung meluncur menuju Mako. Kemudian mulai melakukan Interogasi terhadap kedua Tersangka & Kedua tersangka mengakui bahwa memang benar mereka telah “melakukan perbuatan yg mengarah pada Perzinaan” sebagaimana telah dilarang dalam Pasal 6 ayat (1) Perda No. 10 Thn 2013.
Selanjutnya Kasi Penyidik (Alrinaldi) melakukan interogasi pengembangan Kasus secara lebih mendalam karena umur pasangan wanita ini masih gadis belia yakni 16 Tahun dan hasilnya cukup mengejutkan keduanya mengaku bahwa ZZ telah membayar CK pada seorang mucikari AYY (23) dan Suaminya IS (23) seharga Rp. 150.000,- untuk sekali kencan.
Mendengar informasi tersebut Kasi Penyidik dan Anggota Satpol PP langsung mengambil inisiatif menjemput AYY & Suaminya IS di Nasi Goreng Artis Pauh Kamba Kabupaten Padang Pariaman dan dibawa ke Mako Pol PP untuk dimintai keterangan lebih lanjut tentang kebenaran pengakuan dari kedua tersangka dan mereka membenarkan hal tersebut.
Kemudian Kasi Penyidik kembali mencoba melakukan pendalaman ternyata memang benar CK (16) telah sering diperjual belikan oleh kedua pasutri ini yg mana pada malam sebelum kejadian ini CK dijual pd dua laki-laki hidung belang seharga Rp. 200.000,- yang mana CK dipakai sebanyak 2 (kali) didalam mobil saat mobil sedang berjalan di sekitaran Lubuk Alung.
Tidak hanya itu dari keterangan CK juga menyatakan bahwa peliharaan AYY dan IS tidak hanya dirinya namun ada sekitar 5 orang gadis belia lagi yang mana seluruh kencan mereka dipromosikan, diatur dan direncanakan oleh kedua kedua pasutri ini.
Berdasarkan pengakuan para tersangka ini maka Kasi Penyidik menyadari Kasus ini bukan lagi menjadi Ranah Penyidik Pol PP (PPNS Penegak Perda) namun merupakan ranah Penyidik POLRI karena patut diduga telah ini merupakan Perkara Pelanggaran Terhadap UU No. 23 Tahun 2002 jo UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 76 huruf l dan Pasal 88, yang mana hal tersebut sedang menjadi isu dunia internasional yaitu sering disebut ESKA (Eksploitasi Seksual Komersial Anak).
Mempertimbangkan hal tersebut Kasi Penyidik menghubungi Kasat Pol PP & Damkar (Elfis Chandra) yg kebetulan sedang Dinas Luar ke Pekanbaru, Kasat mengarahkan Penyidik untuk berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Pariaman selaku Korwas PPNS dan Kasat Reskrim memberikan petunjuk untuk menghubungi Kanit PPA.
Kanit PPA kemudian melakukan penyelidikan awal di Mako Pol PP juga membaca hasil BAP PPNS serta juga melakukan Interogasi langsung pada seluruh tersangka dan Kanit PPA juga sependapat kasus ini adalah masuk ranah Undang-Undang dan meninta Pol PP untuk melimpahkan Kasus kepada Penyidik Polri.
Menindaklanjuti kami siapkan dokumen pelimpahan perkara kepada Penyidik Polri yaitu sbb:
1. Surat Pelimpahan Penyidikan 4 orang tersangka Kepada Kapolres Pariaman Cq. Kasat Reskrim;
2. Berita Acara Pelimpahan Penyidikan yg ditandatangani saksi-saksi di TKP;
3. Berita Acara Serah Terima Barang Bukti.
Namun setelah dokumen penyerahan siap ada insiden kecil 1 orang tersangka atas nama ZZ melarikan diri dari Mako Satpol PP, untuk itu pada hari minggu tgl 09/02/2020 tersebut kami hanya bisa menyerahkan 3 (tiga) orang tersangka.
Setelah mengantar 3 orang tersangka ke Polres Pariaman Penyidik dan Anggota berusaha mencari Tersangka ZZ yang kabur ke rumahnya di Simpang Balai Basuo Kab. Pdg Pariaman dan berkooordinasi dengan Walinagari serta perangkat nagari setempat agar meminta warganya ZZ untuk segera menyerahkan diri dan besok Pagi tanggal 10/02/2020 ZZ diantar salah satu warga kembali menyerahkan diri ke Mako Satpol PP dan Kami lansung antar ke Polres Pariaman.
Menanggapi kasus ini Kami Satpol PP Kota Pariaman menghimbau seluruh Warga Kota Pariaman untuk peduli serta turut berperan aktif mencegah berkembangnya Kasus ESKA ini dengan memberikan perhatian penuh pada pergaulan anak kemenakan kita, karena kasus ESKA ini selain berdampak pada masa depan anak-anak kita selaku generasi penerus bangsa juga dapat menghancurkan nilai-nilai serta tatanan norma agama, sosial, budaya & adat yg berlaku di Ranah Minang ini. Ujar Kepala Seksi Penyidik Dinas Satpol PP & Damkar Kota Pariaman Alrinaldi. (Syamsul)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Curah Hujan Tinggi, Batang Aia Tembok Itam Lintau Meluap

Tanah Datar,BeritaSumbar.com,- Akibat curah hujan yang cukup tinggi dikawasan Lintau Rabu ( 25/11/20) sore hingga malam mengakibatkan polongan jembatan tembok itam jorong...

Gaji THL di Payakumbuh dipastikan berkurang pada 2021

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Meski sempat mendapatkan penolakan dari seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), gaji Tenaga Harian Lepas di Kota Payakumbuh...

TP-PKK Bersama Satgas Covid-19 Nasional Gelar Pelatihan Kader Pro Sehat

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Menindaklanjuti surat satuan tugas penanganan Covid-19 nomor Und.23/D-IV/RR.03-SATGASPP/11/2020 perihal rapat koordinasi satgas bidang perubahan perilaku dengan Tim Penggerak PKK(TP-PKK), TP-PKK bekerjasama...

Rival Pribadi Pemuda Tangguh Juru Kunci Kemenangan Darma Tani

BeritaSumbar.com,- Sosok Rival pribadi santer menjadi pembicaraan publik masyarakat tanah datar belakangan ini. Kenapa tidak, pria 30 tahunan itu...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

SMP Muhammadiyah 6 Padang Ukir Prestasi Lewat Pembinaan Bakat Siswa

Keberadaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 6 Padang termasuk salah satu sekolah yang diperhitungkan di Sumatera Barat, karena prestasi yang diraih oleh para siswanya di berbagai ajang perlombaan. Selain membekali dengan ilmu agama, sekolah ini juga membina dan menyalurkan bakat dan keterampilan para siswanya.

Temukan Pungli Di Padang Panjang, Segera Lapor Ke Rumah Aspirasi

Padang Panjang, beritasumbar.com - Kepala Kejaksaan Negeri Kota Padang Panjang Dwi Indrayati, SH, MH melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Minang...

Dua Minggu Menghilang,Juragan Padi Di Temukan Meninggal Dunia, Diduga Gantung Diri.

Tanah Datar,beritasumbar.com - Dua minggu pergi dari rumah,juragan padi di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar di temukan tidak bernyawa dan sudah...

Bappeda Sumbar Gelar FGD di Payakumbuh Timur untuk Susun Profil Daerah Irigasi Batang Agam

Payakumbuh, BeritaSumbar - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Barat menggelar fokus grup diskusi (FGD) dalam rangka penyusunan profil sosial ekonomi teknik...

Pasar Ekraf Payakumbuh Berikan Peluang Bagi Pelaku Kuliner Tradisional Saat Pandemi Covid-19

Payakumbuh, Beritasumbar.com - Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat tidak hanya untuk promosi wisata, tapi juga berdampak kepada pelaku...

Zusneli Zubir Saat Seminar BPNB Sumbar Angkat Keberadaan Kerajaan Jambu Lipo di Sijunjung

Berdasarkan memori kolektif dan tradisi yang masih lestari di tengah masyarakat Kanagarian Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, terungkap, bahwa pernah berdiri Kerajaan Jambu Lipo di daerah tersebut. Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., Ketua Tim Peneliti bersama para anggotanya: Efrianto, SS., dan Rismadona, S.Sos. melaporkan hasil kajian mereka tentang keberadaan Kerajaan Jambu Lipo pada Seminar Hasil Kajian Nilai Budaya, digelar oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (BPNB Sumbar) pada Senin 16 - 17 November 2020 di Kyriad Bumiminang Hotel, Jalan Bundo Kanduang No. 20 - 28, Padang.

Meski Defisit Anggaran, Payakumbuh Tetap Alokasikan Insentif Guru Mengaji-Tahfiz

Payakumbuh, beritasumbar.com- Meski mengalami defisit anggaran pada 2021 karena adanya pemotongan akibat Pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Payakumbuh memastikan tetap menganggarkan intensif bagi...

Tingkat Pelayanan Kesehatan Di Payakumbuh Empat kali Jumlah Penduduk

Payakumbuh, beritasumbar.com -Tingkat pelayanan kesehatan di Kota Payakumbuh melebihi jumlah penduduk, bahkan angkanya mencapai empat kali lipat dari jumlah penduduk 138.000 jiwa,...

Ratna Dewi Pettalolo Resmikan Pusat Layanan Informasi Publik Bawaslu 50 Kota

Limapuluh Kota, beritasumbar.com – Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Ratna Dewi Pettalolo mengunjungi Luak Limopuluah dalam rangka kunjungan kerja sekaligus meresmikan...

Peminat KPPS Di Kecamatan VII Koto Padang Pariaman Melimpah

Padang Pariaman, beritasumbar.com -Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan VII Koto Sungai Sariak menyerahkan hasil seleksi calon Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) oleh...
- Advertisement -