Sijunjung,BeritaSumbar.com, -Tingginya curah hujan akhir akhir ini banyak berdampak bencana di Sumatera barat. Seperti di Kabupaten Sijunjung hujan yang turun dari Minggu 8/12 sampai dengan Senin 9/12 mengakibatkan sejumlah aliran sungai meluap. Bahkan longsor/galodo pun terjadi.

“Hingga kini Batang Kuantan masih mrluap dan air sudah masuk ke perkampungan warga. Jalan dari dan ke Silokek dari Muaro Sijunjung tak bisa dilewati karena air sudah meluap “kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sijunjung, Hardiwan,SP kepada awak media, Senin (9/12/2019) malam.

Tak hanya itu, kata Hardiwan, bencana paling parah sesuai laporan anggotanya dilapangan terjadi di jalan Pinang ke Manganti.

“Kondisi sekarang dilanda galodo yang menimbun badan jalan sehingga hubungan terputus total dan matrial bebatuan dan tanah lumpur menadati.jalan . Begitu juga jalan Paru-Durian Gadang juga terputus. Ada beberapa jalan longsor dan 3 titik badan jalan terban. Sehingga transportasi juga putus total,”jelas Hardiwan.

“Anggota kita tim BPBD masih memantau kondisi di ke dua lokasi tersebut. Sampai saat sekarang hujan masih belum juga reda. Anggota kami masih terkurung di dalam Nagari Durian Gadang dan lampu mati karena tiang dan kabel PLN roboh ditimpa pohon,”papar Hardiwan.

Bahkan kata Hardiwan, sejak pagi jalan Muaro ke Silokek tidak bisa dilewati karena Batang Kuantan meluap. “Hingga malam ini ketinggian air di jalan menuju pemukiman penduduk sekitar satu meter,”jelas Hardiwan.

“Selain itu juga ada lebih kurang 14 titik longsor di Nagari Pulasan dan Taratak Utara, Kecamatan Tanjung Gadang,”terang Kepala BPBD Sijunjung itu.

Wakil Bupati Sijunjung, Haji Arrival Boy, SH, membenarkan peristiwa bencana alam mengepung Sijunjung itu. “Ya, saya sudah dapat laporan dari Kepala BPBD Sijunjung..In sha Alloh saya akan langsung memantaunya dan semoga tak ada korban jiwa,”ucap Arrival Boy dibalik telepon selularnya, Senin (9/12/2019) malam. (saptarius/IMO Sumbar)

loading...