Kampar,-Gema ; Pembangunan Infrastruktur menjadi perhatian utama bagi pemerintah Kabupaten Kampar, terutama bagi daerah yang terisolir, selain itu Pemkab Kampar sangat berkomitmen dalam pembangunan Infrastruktur sesuai dengan Visi dan Pembangunan yakni Investasi, Infrastruktur dan Industri. Terkait percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan Bupati Kampar meninjau langsung pembangunan Jembatan interpretasi yang menghubungkan 9 desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu.

Demikian disampaikan oleh Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto saat melakukan peninjauan pembangunan jembatan interpretasi bersama dengan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau Haryono di beberapa desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu pada hari Jum’at, 04/10.

Dikatakan Bupati Kampar dengan pembangunan jalan dan jembatan ini akan memberikan pengaruh yang sangat signifikan bagi masyarakat” Kata Catur Sugeng Susanto yang didampingi oleh Kepala Dinas PUPR Kampar Afdhal,ST. MT, Beberapa kepala OPD dilingkungan Pemkab Kampar, Camat Kampar Kiri Hulu Dasril dan seluruh Kepala Desa se Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Tokoh masyarakat.

Rombongan yang menuju lokasi dengan menggunakan sampan/Piaw menghabiskan waktu lebih kurang 3 jam tersebut Bupati Kampar melihat dan meninjau secara langsung terhadap pengerjaan Jembatan.

Disini Bupati berpesan kepada kontraktor agar dapat menyelesaikan sesuai dengan waktu yang ditentukan (Schedule), dan yang terpenting adalah kualitas” Katanya lagi.

“Dengan pembangunan ini sangat banyak manfaat yang dapat dirasakan seperti ekonomi yang lancar, silaturrahmi antar masyarakat maupun bagi perkembangan desa” Katanya lagi.

Atas penderitaan yang dirasakan oleh masyarakat bertahun-tahun semoga dapat berakhir, Pemkab Kampar akan terus berupaya terhadap membuka keterisoliran ini” Harapnya lagi karena masih banyak desa-desa yang akan memerlukan jalan dan jembatan” Tambahnya lagi.

Peninjauan jembatan ini yang dibangun melalui dana APBD Kampar maupun yang dibangun melalui dana APBN, semoga perjuangan kita telah menampakkan hasil” Tambahnya lagi.

Dikatakan Bupati Kampar bahwa beberapa waktu lalu telah dilakukan penandatanganan MoU dengan BKSDA Riau di Kementerian Lingkungan Hidup dan perkebunan RI rentang pembangunan jalan interpretasi sepanjang 37 kilo dan 9 unit Jembatan yang bersumber dari dan APBD Kampar dan 1 unit dari dana APBN, sementara untuk jalan Interpretasi bersumber dari dana desa” Tambahnya lagi.
.
Pada kesempatan tersebut Bupati Kampar meninjau langsung pengerjaan jembatan sei Sidu yang berasal dari dana APBN dan jembatan Gantung lantai besi di Tanjung Belit.

Pembangunan infrastruktur Jembatan rangka besi ini meliputi beberapa desa yakni Desa Tanjung Belit, Muara bio, Tanjung Beringin dan Desa Ludai, dengan konstruksi besi.

Sementara itu Kadis PUPR Kampar Afdhal ST, MT saat diwawancarai mengatakan masih banyak jembatan yang perlu dibangun untuk menghubungkan Desa-desa terisolir di Kampar Kiri Hulu, namun saat ini baru dapat kita bangun sebanyak 9 unit jembatan dari 37 jembatan yang akan dibangun 73 bangun, namun kita akan terus berkoordinasi dengan Pusat” Kata Afdhal.

Sementara itu Haryono kepala BKSDA Riau jalan dan jembatan ini dibangun untuk masyarakat yang selama ini terisolir, kita bertekad bersama dengan Pemkab Kampar untuk mengakhiri keterisoliran” Kata Suharyono.

Turut mendampingi kunjungan kerja Bupati Kampar ini Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Asisten II Setda Kampar Azwan,
Kepala Dinas PUPR Afdhal ST. MT dan Kepala OPD dilingkungan Pemkab Kampar, Camat Kampar Kiri Hulu Dasril, Kapolsek Kampar Kiri Suharman( rel/eman)

loading...