Tanah Datar,BeritaSumbar.com,-Nagari Pangian kecamatan Lintau Buo kabupaten Tanah Datar kembali mengadakan silaturahmi Nasional ( SILATNAS ) ke IV pada 5,6,7 juli 2019. yang bertempat di Hotel Rafles City Pantai panjang kota Bengkulu.

Agenda Silatnas ini dia diadakan satu kali 3 tahun. Yang mana agenda tahun ini untuk memilih pengurus IKPR Yang baru serta juga SILATNAS Menggalang dana untuk kelanjutan pembangunan Masjid.AL- KUBRA Pangian. Dan dalam penggalangan dana ini terkumpul sekitar 20 juta rupiah.

IKPR juga punya donatur rutin yang menyumbang setiap bulan. Pada silatnas ini perantau Nagari Pangian dari berbagai provinsi nampak hadir. Seperti dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Lampung , Jawa Timur , Kepri, Jambi ,lampung , Pekanbaru,Padang, dan tak kalah hebatnya seluruh perantau Nagari Pangian diprovinsi bengkulu berkesempatan semua hadir, diacara tersebut.

Acara tersebut dihadiri oleh wakil Bupati Tanah Datar, Zuldafri Darma beserta camat Lintau Buo Zukifli Idris, beserta Staff.

Dalam pelaksanaan Silatnas ke IV, terpilih Ir Markarius Anwar ST.Msc,sebagai ketua IKPR, Sekretaris Edi Yansah Rahman, serta Bendahara Rino Zamariska. Untuk struktur kepengurusan dibentuk wakil wakil, seksi seksi dari seluruh perwakilan DPD IKPR

silatnas yg dibuka oleh Assisten III, gubernur Bengkulu, serta dihadiri juga oleh Walikota,Danrem.

Pada sambutan pembukaan gubernur berterima kasih dan mengapresiasi acara ini dilaksanakan di Bengkulu. Karena Silaturahmi itu sangat dipentingkan bagi kita untuk mensinergikan sebuah kekuatan untuk membangun kampung halaman dengan melibatkan seluruh perantau di Indonesia dan luar negeri.

Diakhir acara penutupan, ketua Panitia Silatnas Bengkulu Drs Irsyad Yusra didampingi sekretaris Drs King Dedes Abidin. Mengajak para peserta Silatnas untuk makan bersama du rumah Drs H.M yunus Said MBA. Rajo Nan Kayo salah seorang tokoh sesepuh Minang di kota Bengkulu yang mana beliau adalah asli anak nagari yang selama ini berkiprah didunia pendidikan bahkan pernah jadi anggota DPRD prov Bengkulu diera tahun 1994. (Rezki Aryendi)

loading...