28 C
Padang
Minggu, Oktober 24, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pengusaha Ikan salai Galuang Yang Belum Tersentuh Bantuan Pemda Tanah Datar
P

Kategori -
- Advertisement -

Tanah Datar,Beritasumbar.com – Pengusaha mikro ikan salai atau yang dikenal juga dengan ikan asap di Dusun Galuang Jorong Melur Nagari Lubuk Jantan Kecamatan Lintau Buo Utara hingga kini belum tersentuh bantuan dari pemerintah daerah Kabupaten Tanah Datar dalam menghadapi pandemi Covid- 19.

Syafrudin tokoh masyarakat Minggu 23/05/2021 mengatakan,”Sebanyak lima dari tujuh usaha rumahan yang masih memproduksi ikan salai atau ikan asap yang bertahan dalam masa pandemi Covid- 19, memang belum mendapatkan bantuan apapun dari Pemda, “padahal dengan adanya kegiatan usaha mikro ini,warga di sekitaran wilayah galuang terutama ibu ibu rumah tangga sangat terbantu guna menambah dan meningkatkan perekonomiannya.

“Dari satu tempat produksi ikan salai saja,dapat menampung lima orang sampai delapan orang pekerja dengan pendapatan Rp.75 ribu hingga Rp.100 ribu perhari saat hari hari biasa,ketika permintaan ikan salai meningkat,penghasilan mereka juga meningkat dua kali lipat.”kita sangat menyayangkan tidak adanya perhatian dari pemerintah daerah dalam membantu usaha rumahan ini.

“Lebih lanjut Syafrudin mengungkapkan,”memang benar ada sedikit bantuan dari pemerintah Nagari Lubuk Jantan,itu pun hanya berbentuk peminjaman open saja,untuk penambahan modal usaha belum sama sekali ada bantuan,”padahal setiap bulannya permintaan akan ikan salai terus meningkat dari beberapa wilayah dan kabupaten yang ada di Provinsi Sumbar seperti,Bukittinggi,Sijunjung,Payahkumbuh bahkan ada dari provinsi tetangga.”katanya.

Senada dengan Syafrudin,Sofina pengusaha ikan salai menyampaikan,”kami selaku pemilik usaha memang sangat membutuhkan bantuan modal,apalagi dengan naiknya harga bahan baku ikan lele dari harga awal Rp.15 ribu per Kg sekarang sudah dikisaran Rp.17 ribu per Kg.”Dari target paling rendah 60 kg pemesanan perhari, kami hanya sanggup memenuhi permintaan 20 kg saja,”sebab dari harga bahan baku tersebut terus mengalami kenaikan harga.

“Sebenarnya kalau ketujuh pengusaha ikan salai disini masih bertahan,akan kebutuhan bahan pokok ikan Lele dan patin bisa mencapai 2,5 ton perhari saat bersamaan menyalai ikan.”tetapi ketika pandemi Covid terjadi dua pengusaha lainnya menyetop produksinya karena kekurangan modal dan biaya.(haries)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img