29 C
Padang
Selasa, Juli 27, 2021
Beritasumbar.com

Pengusaha Demi Aka
P

Kategori -

[dropcap color=”#81d742″ font=”0″]M[/dropcap]ngkin tak banyak yang tahu PT Sutan Kasim dan PT Suka Fajar grup awalnya dirintis dan didirikan oleh dua orang anak desa yang tidak tamat sekolah dasar (SD).

Perusahaan tersebut adalah dealer Mitsubishi dan suku cadang kendaraan bermotor terbesar di luar pulau Jawa. PT Suka Fajar grup memiliki belasan cabang, baik di dalam wilayah Sumatera Barat maupun Riau, Jambi dan Lampung serta memiliki sekitar 1.000 karyawan. Didera hantaman badai dan gelombang serta berbagai perubahan, namun Suka Fajar grup tetap eksis hingga kini, malah makin maju dan berkembang.

Dua tokoh perintis perusahaan tersebut adalah Sutan Kasim (alm) dan Muhammad Rani Ismail. Keduanya berasal dari Kampung Cimparuah Pariaman. Ibarat sebuah pesawat, Sutan Kasim adalah pilot, M Rani Ismail adalah copilotnya.

Sutan Kasim adalah adik dari ayah Rani Ismail yang bernama Sutan Ismail. Namun Sutan Ismail meninggal dunia sejak Rani Ismail berusia delapan tahun. Lalu di saat berusia 14 beliau tinggal dan bekerja pada Sutan Kasim. Bagi Rani Ismail, Sutan Kasim adalah segala-galanya, ayah, bos, guru sekaligus sahabat.

Awalnya sejak berumur sembilan tahun Rani Ismail bekerja membantu adik ibunya (mak Etek Pakiah Salih) bekerja di warung kopi miliknya sebagai pelayan warung. Bagi Rani bekerja sebagai pelayan warung kopi ini merupakan tonggak sejarah yang sangat berarti dalam perjalanan karirnya. Sedangkan Sutan Kasim memulai karirnya sebagai pedagang sapi di Pariaman.

Sutan Kasim kemudian hijrah ke Padang dan mulai merintis usaha bisnis barang bekas. Tak puas sampai di situ, tokoh visioner dan memiliki naluri bisnis yang tajam ini lalu mengembangkan usahanya dengan membuka toko sepatu di Pasar Kampuang Jao (kini Pasar Raya Padang). Toko ini diberi nama toko Fajar. Di sinilah Rani Ismail yang saat itu berusia 14 tahun bergabung, ditempa dan menimba ilmu bisnis dari Sutan Kasim, dan Kampuang Jao sekaligus ia jadikan sekolah alam.

Sutan Kasim dan Rani Ismail nampaknya memang berjodoh dalam berbisnis, toko Fajar saat itu laris manis dan berkembang pesat. Sutan Kasim lalu mengembangkan lagi usahanya dengan mendirikan sejumlah toko lain.

Pada 1973 Sutan Kasim membuat gebrakan baru, beliau masuk ke usaha otomotif dengan membeli usaha perbengkelan NV Tampubolon yang terletak di Purus. Bengkel milik Calvin Bismak Tampubolon yang berdiri sejak 1950 memang sudah lama terlantar.

Perusahaan ini kemudian diganti namanya menjadi PT. Sutan Kasim. Presiden Komisaris dijabat Sutan Kasim, Presiden Direktur Zairin Kasim dan Direktur H. M. Rani Ismail.

Saat itu perusahaan seperti mendapat darah segar, dengan masuknya putra Sutan Kasim, Zairin Kasim yang telah menyelesaikan studinya di Fakultas Ekonomi Unand dan dilanjutkan ke Jerman.

Berikutnya juga diperkuat oleh Moyardi Kasim (alm), lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Berbeda dengan perintisnya H. Sutan Kasim dan H. M. Rani Ismail yang tidak tamat Sekolah Dasar.

Kisah nyata yang luar biasa tersebut saya kutip dari buku otobiografi Sosok Pengusaha Demi Aka yang ditulis langsung oleh pelakunya H. M. Rani Ismail. Buku tersebut diluncurkan Rabu (28/1) bersamaan dengan peresmian PT. Moris Karya Perkasa di Padang.

Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh di antaranya Basril Djabar, Rektor Unand Prof Werry Darta Taifur, Rektor Bung Hatta Prof Dr Niki Lukviarman, Prof Syukri Lukman, Prof. Marlis Rahman, Budi Syukur, Buya Masoed Abidin, Sawir Thaher, . Zairin Kasim dan sejumlah tokoh penting lainnya.

Basril Djabar yang mengusulkan agar buku itu ditulis sebagai bahan pelajaran dan teladan bagi generasi mendatang, sekaligus untuk memotivasi tumbuhnya pengusaha-pengusaha baru di Sumatera Barat.

Rani Ismail memang diakui pandai bergaul dan banyak akal. Ia bisa dekat dengan siapa saja, mulai dari masyarakat kecil hingga pejabat tinggi. Dalam bergaul dengan banyak orang tersebut beliau melakukan pendekatan kekeluargaan, begitu juga dengan karyawan.

Yang terlihat khas dari beliau adalah, selalu terlihat bersemangat dan gembira. Hal itu menyebabkan beliau makin disenangi dan mudah bergaul dengan banyak orang. Menurutnya hal itu pula yang ia andalkan dalam menjalankan bisnis.

Seperti disampaikan Hasril Chaniago, editor otobiografi Rani Ismail, umumnya masyarakat mengelola perusahaan dengan ilmu yang dipelajarinya di perguruan tinggi (akademi), tetapi Sutan Kasim dan M. Rani justru tidak tamat sekolah dasar mampu mendirikan perusahaan sebesar PT. Suka Fajar. Ilmu yang digunakan bukan ditimba dari akademi, tapi demi aka (akal).

Hasril Chaniago mengatakan bahwa H. M. Rani Ismail adalah pengusaha yang berciri Minang banget. Cirinya adalah cerdik dan umumnya adalah pedagang. Pedagang dalam bahasa kerennya saat ini disebut distributor.

Artinya dia tidak memproduksi barang, tapi hanya bertindak sebagai penjual (distributor). Hal ini merupakan suatu strategi yang cerdik dalam berbisnis karena distributor akan terhindar dari biaya produksi dan investasi yang besar serta berbagai resiko lainnya.

Namun terlepas dari semua itu, Rani Ismail bersama PT. Suka Fajar grup telah berhasil menjadi yang terbaik dan melakukan hal yang terbaik. Ribuan lapangan kerja menjadi terbuka, ribuan keluarga terayomi oleh kegiatan usaha yang mereka lakukan.

Apa yang telah dilakukan Sutan Kasim dan Rani Ismail menjadi contoh bagi generasi yang akan datang. Meski tidak memiliki ijazah satu pun, tapi menggunakan akal, daya fikir, semangat dan ide-ide cemerlang, mereka bisa membangun perusahaan besar seperti itu.

Generasi berikutnya seharusnya bisa membangun usaha lebih baik lagi karena ilmu pengetahuan dan teknologi makin berkembang.

Hal yang sama juga menjadi kerisauan pemilik dan pendiri PT. Singgalang Pers H. Basril Djabar, “Ayo mari bangkit generasi muda, mari kita bangun Sumatera Barat,” ujarnya. “Tak lama lagi kami-kami yang sudah tua ini akan pulang ke kampung akhirat, siapa lagi yang akan menggantikan? lanjutnya. (*)

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Paket Tender Solok Selatan Rp299,2 juta Tanpa Ada Penawar

Padang Aro, beritasumbar.com - Satu paket tender di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Pagu dan Rp299,2 juta dinyatakan gagal karena tidak ada penawaran...
- Advertisement -

IKM Baruah Gunuang Terbentuk

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Dua puluh dua orang mahasiswa yang berasal dari Nagari Baruah Gunuang yang merupakan perwakilan dari berbagai kampus di Indonesia menghadiri kegiatan first gathering dalam pembentukan keluarga mahasiswa di nagari dengan nama Ikatan Keluarga Mahasiswa Baruah Gunuang (IKMB).

Kakankemenag Padang Panjang Pimpin Sosialisasi Pemutakhiran Data Mandiri Melalui Aplikasi MySAPK BKN

Padang Panjang,BeritaSumbar.com,_Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang Gelar Kegiatan Sosialisasi Tetang Pemutakhiran Data Mandiri Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Aplikasi MySAPK BKN di Aula Kankemenag Kota Padang Panjang, Senin (26/07/2021)
- Advertisement -

Peringatan HUT IAD, Kejari-IAD Sijunjung Tabur Bunga Ke Makam Pahlawan

Sijunjung, beritasumbar.com - Dalam Rangka Peringatan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) ke 21 Tahun 2021, Kejaksaan Negeri Sijunjung beserta pengurus IAD setempat melaksanakan Ziarah...

Sebungkus ES Cindua “Merubah Tangis Menjadi Senyum” Pada Program Jumat Barokah.

Sijunjung, BeritaSumbar.com,--Apapun bisa dilakukan seseorang, yang penting ada kemauan dan usaha yang maksimal. Seperti yang dikerjakan oleh seorang Bapak yang bernama Fadhlur Rahman Ahsas, yang hari ini menjadi penggerak UMKM dengan melakukan berdagang ES Cindua Sagu Abak dengan berkeliling memakai motor buntutnya.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Mengenal Politik Praktis & Pragmatisme

Dalam praktik perebutan maupun mempertahankan sebuah kekuasaan Politik Praktis dan Pragmatisme seolah menjadi dua hal yang sulit dipisahkan, khususnya di negara Demokrasi seperti Indonesia.

Filosofi Lidi

Dari filosofi pohon kelapa yang sangat banyak manfaatnya, bahkan hampir seluruh bagian tanaman kelapa tersebut memberi manfaat untuk kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna tentu seharusnya juga memberi manfaat dan berperan menjaga bumi dan lingkungan setelah mengambil manfaat untuk kehidupan. Sesuai juga dengan perintah Tuhan dalam ajaran agama bahwa tujuan Tuhan menurun-kan manusia ke muka bumi ini adalah untuk beribadah dan berbuat yang bermanfaat.

Raih Keridhaan Allah melalui Etos Kerja

Dalam Manajemen Pendidikan Islam, etos kerja (semangat/motivasi kerja) dilandasi oleh semangat beribadah kepada Allah Swt. Maksudnya, bekerja tidak sekedar memenuhi kebutuhan duniawi melainkan juga sebagai pengabdian kepada Allah Swt,

Rugi Rasa Untung

Apakah beberapa fenomena terbalik yang terjadi ditengah masyarakat bangsa ini atau mungkin juga ditengah masyarakat dunia adalah pertanda bahwa kiamat sudah dekat ? Wallahu a’lam bishawab hanya Allah pencipta langit dan bumi yang tahu persis.

Mengatur Konflik dengan Teknik Mind Mapping

Konflik. Ketika kita mendengar kata itu, kebanyakan orang akan membayangkan seperti perang, rusuh, gontok-gontokan, atau orang yang berkelahi antarkampung. Tidak, sebenarnya konflik bisa dimulai dari sesuatu yang kecil. Kalau menurut psikologi, konflik itu bisa dimulai dari ketika kita merasa ada perbedaan, entah perbedaan pendapat atau perasaan tentang sesuatu hal.

DPW PTPI Sumbar Buka Bimbel & Bimtes CPNS 2021 Online

Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Trainer Profesional Indonesia Wilayah Sumatera Barat (DPW PTPI Sumbar) resmi membuka kegiatan Bimbingan Belajar (BIMBEL) dan Bimbingan Test CPNS 2021...

BUMN Berburu di Kebun Binatang

Sangat menarik menyimak perjalanan PT POS Indonesia sebuah perusahaan BUMN yang pionir dalam bidang jasa pengiriman barang dan serta pengiriman uang dalam bentuk wesel.

Kita Pancasila

Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki komitmen dan memahami buah pemikiran dan cara pandang hidup yang disarikan para pendiri bangsa. Mereka telah membuat rumusan atau intisari yang digali dari jiwa bangsa ini, dari ruh bangsa ini, dari sikap hidup bangsa ini, yang berbhineka dan penuh nilai-nilai luhur.

Menanamkan Pendidikan Karakter Kepada Anak Sejak Dini

Pendidikan karakter memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan dan sangat menarik untuk diteliti, terutama karena pendidikan karakter berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

Pentingnya Penggunaan Dan Pemanfaatan Teknologi Ditengah Pandemi

Pandemi covid 19 merupakan tantangan bagi kita sampai saat ini bagaimana kita menyikapinya dalam melaksanakan berbagai kegiatan. Mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, politik, sosial dan lainnya. Seluruhnya merasakan dampaknya.
- Advertisement -