25 C
Padang
Minggu, April 18, 2021
Beritasumbar.com

Pengusaha Demi Aka
P

Kategori -

[dropcap color=”#81d742″ font=”0″]M[/dropcap]ngkin tak banyak yang tahu PT Sutan Kasim dan PT Suka Fajar grup awalnya dirintis dan didirikan oleh dua orang anak desa yang tidak tamat sekolah dasar (SD).

Perusahaan tersebut adalah dealer Mitsubishi dan suku cadang kendaraan bermotor terbesar di luar pulau Jawa. PT Suka Fajar grup memiliki belasan cabang, baik di dalam wilayah Sumatera Barat maupun Riau, Jambi dan Lampung serta memiliki sekitar 1.000 karyawan. Didera hantaman badai dan gelombang serta berbagai perubahan, namun Suka Fajar grup tetap eksis hingga kini, malah makin maju dan berkembang.

Dua tokoh perintis perusahaan tersebut adalah Sutan Kasim (alm) dan Muhammad Rani Ismail. Keduanya berasal dari Kampung Cimparuah Pariaman. Ibarat sebuah pesawat, Sutan Kasim adalah pilot, M Rani Ismail adalah copilotnya.

Sutan Kasim adalah adik dari ayah Rani Ismail yang bernama Sutan Ismail. Namun Sutan Ismail meninggal dunia sejak Rani Ismail berusia delapan tahun. Lalu di saat berusia 14 beliau tinggal dan bekerja pada Sutan Kasim. Bagi Rani Ismail, Sutan Kasim adalah segala-galanya, ayah, bos, guru sekaligus sahabat.

Awalnya sejak berumur sembilan tahun Rani Ismail bekerja membantu adik ibunya (mak Etek Pakiah Salih) bekerja di warung kopi miliknya sebagai pelayan warung. Bagi Rani bekerja sebagai pelayan warung kopi ini merupakan tonggak sejarah yang sangat berarti dalam perjalanan karirnya. Sedangkan Sutan Kasim memulai karirnya sebagai pedagang sapi di Pariaman.

Sutan Kasim kemudian hijrah ke Padang dan mulai merintis usaha bisnis barang bekas. Tak puas sampai di situ, tokoh visioner dan memiliki naluri bisnis yang tajam ini lalu mengembangkan usahanya dengan membuka toko sepatu di Pasar Kampuang Jao (kini Pasar Raya Padang). Toko ini diberi nama toko Fajar. Di sinilah Rani Ismail yang saat itu berusia 14 tahun bergabung, ditempa dan menimba ilmu bisnis dari Sutan Kasim, dan Kampuang Jao sekaligus ia jadikan sekolah alam.

Sutan Kasim dan Rani Ismail nampaknya memang berjodoh dalam berbisnis, toko Fajar saat itu laris manis dan berkembang pesat. Sutan Kasim lalu mengembangkan lagi usahanya dengan mendirikan sejumlah toko lain.

Pada 1973 Sutan Kasim membuat gebrakan baru, beliau masuk ke usaha otomotif dengan membeli usaha perbengkelan NV Tampubolon yang terletak di Purus. Bengkel milik Calvin Bismak Tampubolon yang berdiri sejak 1950 memang sudah lama terlantar.

Perusahaan ini kemudian diganti namanya menjadi PT. Sutan Kasim. Presiden Komisaris dijabat Sutan Kasim, Presiden Direktur Zairin Kasim dan Direktur H. M. Rani Ismail.

Saat itu perusahaan seperti mendapat darah segar, dengan masuknya putra Sutan Kasim, Zairin Kasim yang telah menyelesaikan studinya di Fakultas Ekonomi Unand dan dilanjutkan ke Jerman.

Berikutnya juga diperkuat oleh Moyardi Kasim (alm), lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Berbeda dengan perintisnya H. Sutan Kasim dan H. M. Rani Ismail yang tidak tamat Sekolah Dasar.

Kisah nyata yang luar biasa tersebut saya kutip dari buku otobiografi Sosok Pengusaha Demi Aka yang ditulis langsung oleh pelakunya H. M. Rani Ismail. Buku tersebut diluncurkan Rabu (28/1) bersamaan dengan peresmian PT. Moris Karya Perkasa di Padang.

Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh di antaranya Basril Djabar, Rektor Unand Prof Werry Darta Taifur, Rektor Bung Hatta Prof Dr Niki Lukviarman, Prof Syukri Lukman, Prof. Marlis Rahman, Budi Syukur, Buya Masoed Abidin, Sawir Thaher, . Zairin Kasim dan sejumlah tokoh penting lainnya.

Basril Djabar yang mengusulkan agar buku itu ditulis sebagai bahan pelajaran dan teladan bagi generasi mendatang, sekaligus untuk memotivasi tumbuhnya pengusaha-pengusaha baru di Sumatera Barat.

Rani Ismail memang diakui pandai bergaul dan banyak akal. Ia bisa dekat dengan siapa saja, mulai dari masyarakat kecil hingga pejabat tinggi. Dalam bergaul dengan banyak orang tersebut beliau melakukan pendekatan kekeluargaan, begitu juga dengan karyawan.

Yang terlihat khas dari beliau adalah, selalu terlihat bersemangat dan gembira. Hal itu menyebabkan beliau makin disenangi dan mudah bergaul dengan banyak orang. Menurutnya hal itu pula yang ia andalkan dalam menjalankan bisnis.

Seperti disampaikan Hasril Chaniago, editor otobiografi Rani Ismail, umumnya masyarakat mengelola perusahaan dengan ilmu yang dipelajarinya di perguruan tinggi (akademi), tetapi Sutan Kasim dan M. Rani justru tidak tamat sekolah dasar mampu mendirikan perusahaan sebesar PT. Suka Fajar. Ilmu yang digunakan bukan ditimba dari akademi, tapi demi aka (akal).

Hasril Chaniago mengatakan bahwa H. M. Rani Ismail adalah pengusaha yang berciri Minang banget. Cirinya adalah cerdik dan umumnya adalah pedagang. Pedagang dalam bahasa kerennya saat ini disebut distributor.

Artinya dia tidak memproduksi barang, tapi hanya bertindak sebagai penjual (distributor). Hal ini merupakan suatu strategi yang cerdik dalam berbisnis karena distributor akan terhindar dari biaya produksi dan investasi yang besar serta berbagai resiko lainnya.

Namun terlepas dari semua itu, Rani Ismail bersama PT. Suka Fajar grup telah berhasil menjadi yang terbaik dan melakukan hal yang terbaik. Ribuan lapangan kerja menjadi terbuka, ribuan keluarga terayomi oleh kegiatan usaha yang mereka lakukan.

Apa yang telah dilakukan Sutan Kasim dan Rani Ismail menjadi contoh bagi generasi yang akan datang. Meski tidak memiliki ijazah satu pun, tapi menggunakan akal, daya fikir, semangat dan ide-ide cemerlang, mereka bisa membangun perusahaan besar seperti itu.

Generasi berikutnya seharusnya bisa membangun usaha lebih baik lagi karena ilmu pengetahuan dan teknologi makin berkembang.

Hal yang sama juga menjadi kerisauan pemilik dan pendiri PT. Singgalang Pers H. Basril Djabar, “Ayo mari bangkit generasi muda, mari kita bangun Sumatera Barat,” ujarnya. “Tak lama lagi kami-kami yang sudah tua ini akan pulang ke kampung akhirat, siapa lagi yang akan menggantikan? lanjutnya. (*)

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Wako Erman Safar Ditunjuk Sebagai Ketua Alumni SMALBI 2020 – 2023

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar ditunjuk sebagai Ketua Alumni SMA Negeri 5 Kota Bukittinggi, atau yang lebih akrab disebut alumni SMALBI...
- Advertisement -

Erman Safar Larang Tempat Hiburan Beroperasi di Bulan Ramadhan

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi, mengimbau seluruh kegiatan yang berhubungan dengan hiburan, agar dihentikan pada waktu ibadah puasa dan shalat tarawih di...

Bukannya Tobat, Malah Minta Dikirim Sabu

Pesisir Selatan,BeritaSumbar.com,- Bulan Ramadhan bulan penuh ampunan dan berkah ternyata bukan dimanfaatkan bertobat. Namun tidak bagi Risky (21) tahanan narkoba Polres Pessel ini malah memesan kiriman narkotika dari temannya
- Advertisement -

Pariwisata Nagari Batu Taba Semakin Bersolek, Laksma TNI Angkasa Dipua Resmikan Mushalla Fii Sabilillah

Padang Panjang,BeritaSumbar.com,-Rangkaian kegiatan terpadu yang terdiri dari peresmian mushalla fii sabilillah, sunat masal, kegiatan bernuansa alek nagari berupa 'maarak galundi', makan bajamba, dan atraksi seni budaya lainnya telah berhasil dilaksanakan di Nagari Batu Taba Kecamatan Batipuh Selatan, Minggu (11/04).

Diusia 180 Tahun Usung Perwujudan Limapuluh Kota Yang Madani,Beradar dan Berbudaya Dengan Mematuhi Protokol Kesehatan

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan satu dari sembilan belas Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat yang memiliki luas wilayah 3.354,30 Km² . Kabupaten Lima Puluh kota terdiri dari 13 Kecamatan, 79 Nagari, dan 401 Jorong.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Etika Politik Koalisi PKS dan PAN Dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

Kota Padang sudah resmi memiliki walikota. Sejak dilantiknya Hendri Septa pada tanggal 7 April 2021. Dimana sebelumnya Hendri Septa menjabat sebagai wakil walikota dan selanjutnya pelaksana tugas Walikota Padang. Posisi tersebut ditempatinya untuk mengisi kekosongan setelah Buya Mahyeldi Ansharullah dilantik sebagai Gubernur Sumbar.

MARI EFEKTIFKAN LAGI LIMBAGO USALI DI SETIAP NAGARI…!

"SEBAGAI salah seorang yang pertama menggulirkan wacana gagasan "Baliak Banagari"di tahun 1990-an silam (waktu itu beberapa kali saya tulis di Skh. Singgalang yang kemudian direspon banyak pihak sehingga bergulir menjadi polemik konstruktif-pen), menurut Mak Yum apa pangka bala (sumber utama malapetaka atau yang menyebabkan) gagalnya agenda Baliak Banagari yang telah dijalankan sejak tahun 2000?" tanya seorang peserta seminar nasional tentang Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di Museum Adityawarman Padang, tahun 2016 lalu.

TAN GINDO; DALAM DILEMA KEHIDUPAN

“Sudah jatuh tertimpa tangga,dibunuh anak mati induknya, dibunuh induk mati anaknya,begitulah masalah kehidupan mejadi dilemamaka ambil lah hikamah dan kebijksanaankarena dia hanya seperti dua...

USTADZ GURU; SANG KOMANDAN

“Pandai mengeluh sudah bawaan manusiaTak dipelajari sepertinya dia datang sendiriTapi jiwa optimis harus dilatih dan ditumbuhkanSebab alam mengajarkan semua makluk bisa bertahanBahkan manusia bisa...

CURHAT NYI BLORO; RATU LAUT KIJING

“Berani karena benar, takut karena salah,Rajin pangkal pandai (pintar), bisa karena biasa,Hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin,Maka pelajarilah sebab musababnya itu,& berharaplah takdir bisa...

BANGKITKAN KESADARAN !

“Dunia pasti berobah dan Kiamat pasti kan terjadi juaKebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa pasti silih bergantiBegitu juga bergulir para penguasa, atas nama jabatan dan...

SEBERKAS CAHAYA DI BUMI MEMPAWAH

“Segelap apapun dunia ini, pasti ada cahayaTergantung bagaimana kita menerimanyaKarena kita manusia dibekali akal fikiranOrang bijak kata; jika tak ada kayu rotanpun jadiMaka, setelah...

KERANJINGAN JADI PEJABAT

“Setiap (pejabat) ketua atau sejenisnya adalah PemimpinTapi setiap Pemimpin belum tentu jadi pejabat,Karena Pemimpin adalah amanah terberat dari-Nya,Maka, tidaklah sulit menjadi pejabat ini dan...

TAN GINDO; APA YANG ENGKAU CARI !?

“Mereka-dia yang berjasa dalam hidupmu,semua yang tersedia dalam jagat rayaSekecil apapun itu, sifat dan ragam bentuknyaSemua adalah ayat-ayat Tuhan yang berjalanBerbagai peristiwa adalah bentuk...

SEKOLAH MERDEKA-KU (2)

"Diri kita bukan hanya milik sendiri, tapi juga orang terdekat,bahkan, darah orang tua dan sanak saudara kita mengalir dalam nadi,namun ingat, ada teman-sahabat dan...
- Advertisement -