24.5 C
Padang
Tuesday, November 24, 2020
Beritasumbar.com

Pengusaha Demi Aka
P

Kategori -

[dropcap color=”#81d742″ font=”0″]M[/dropcap]ngkin tak banyak yang tahu PT Sutan Kasim dan PT Suka Fajar grup awalnya dirintis dan didirikan oleh dua orang anak desa yang tidak tamat sekolah dasar (SD).

Perusahaan tersebut adalah dealer Mitsubishi dan suku cadang kendaraan bermotor terbesar di luar pulau Jawa. PT Suka Fajar grup memiliki belasan cabang, baik di dalam wilayah Sumatera Barat maupun Riau, Jambi dan Lampung serta memiliki sekitar 1.000 karyawan. Didera hantaman badai dan gelombang serta berbagai perubahan, namun Suka Fajar grup tetap eksis hingga kini, malah makin maju dan berkembang.

Dua tokoh perintis perusahaan tersebut adalah Sutan Kasim (alm) dan Muhammad Rani Ismail. Keduanya berasal dari Kampung Cimparuah Pariaman. Ibarat sebuah pesawat, Sutan Kasim adalah pilot, M Rani Ismail adalah copilotnya.

Sutan Kasim adalah adik dari ayah Rani Ismail yang bernama Sutan Ismail. Namun Sutan Ismail meninggal dunia sejak Rani Ismail berusia delapan tahun. Lalu di saat berusia 14 beliau tinggal dan bekerja pada Sutan Kasim. Bagi Rani Ismail, Sutan Kasim adalah segala-galanya, ayah, bos, guru sekaligus sahabat.

Awalnya sejak berumur sembilan tahun Rani Ismail bekerja membantu adik ibunya (mak Etek Pakiah Salih) bekerja di warung kopi miliknya sebagai pelayan warung. Bagi Rani bekerja sebagai pelayan warung kopi ini merupakan tonggak sejarah yang sangat berarti dalam perjalanan karirnya. Sedangkan Sutan Kasim memulai karirnya sebagai pedagang sapi di Pariaman.

Sutan Kasim kemudian hijrah ke Padang dan mulai merintis usaha bisnis barang bekas. Tak puas sampai di situ, tokoh visioner dan memiliki naluri bisnis yang tajam ini lalu mengembangkan usahanya dengan membuka toko sepatu di Pasar Kampuang Jao (kini Pasar Raya Padang). Toko ini diberi nama toko Fajar. Di sinilah Rani Ismail yang saat itu berusia 14 tahun bergabung, ditempa dan menimba ilmu bisnis dari Sutan Kasim, dan Kampuang Jao sekaligus ia jadikan sekolah alam.

Sutan Kasim dan Rani Ismail nampaknya memang berjodoh dalam berbisnis, toko Fajar saat itu laris manis dan berkembang pesat. Sutan Kasim lalu mengembangkan lagi usahanya dengan mendirikan sejumlah toko lain.

Pada 1973 Sutan Kasim membuat gebrakan baru, beliau masuk ke usaha otomotif dengan membeli usaha perbengkelan NV Tampubolon yang terletak di Purus. Bengkel milik Calvin Bismak Tampubolon yang berdiri sejak 1950 memang sudah lama terlantar.

Perusahaan ini kemudian diganti namanya menjadi PT. Sutan Kasim. Presiden Komisaris dijabat Sutan Kasim, Presiden Direktur Zairin Kasim dan Direktur H. M. Rani Ismail.

Saat itu perusahaan seperti mendapat darah segar, dengan masuknya putra Sutan Kasim, Zairin Kasim yang telah menyelesaikan studinya di Fakultas Ekonomi Unand dan dilanjutkan ke Jerman.

Berikutnya juga diperkuat oleh Moyardi Kasim (alm), lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Berbeda dengan perintisnya H. Sutan Kasim dan H. M. Rani Ismail yang tidak tamat Sekolah Dasar.

Kisah nyata yang luar biasa tersebut saya kutip dari buku otobiografi Sosok Pengusaha Demi Aka yang ditulis langsung oleh pelakunya H. M. Rani Ismail. Buku tersebut diluncurkan Rabu (28/1) bersamaan dengan peresmian PT. Moris Karya Perkasa di Padang.

Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh di antaranya Basril Djabar, Rektor Unand Prof Werry Darta Taifur, Rektor Bung Hatta Prof Dr Niki Lukviarman, Prof Syukri Lukman, Prof. Marlis Rahman, Budi Syukur, Buya Masoed Abidin, Sawir Thaher, . Zairin Kasim dan sejumlah tokoh penting lainnya.

Basril Djabar yang mengusulkan agar buku itu ditulis sebagai bahan pelajaran dan teladan bagi generasi mendatang, sekaligus untuk memotivasi tumbuhnya pengusaha-pengusaha baru di Sumatera Barat.

Rani Ismail memang diakui pandai bergaul dan banyak akal. Ia bisa dekat dengan siapa saja, mulai dari masyarakat kecil hingga pejabat tinggi. Dalam bergaul dengan banyak orang tersebut beliau melakukan pendekatan kekeluargaan, begitu juga dengan karyawan.

Yang terlihat khas dari beliau adalah, selalu terlihat bersemangat dan gembira. Hal itu menyebabkan beliau makin disenangi dan mudah bergaul dengan banyak orang. Menurutnya hal itu pula yang ia andalkan dalam menjalankan bisnis.

Seperti disampaikan Hasril Chaniago, editor otobiografi Rani Ismail, umumnya masyarakat mengelola perusahaan dengan ilmu yang dipelajarinya di perguruan tinggi (akademi), tetapi Sutan Kasim dan M. Rani justru tidak tamat sekolah dasar mampu mendirikan perusahaan sebesar PT. Suka Fajar. Ilmu yang digunakan bukan ditimba dari akademi, tapi demi aka (akal).

Hasril Chaniago mengatakan bahwa H. M. Rani Ismail adalah pengusaha yang berciri Minang banget. Cirinya adalah cerdik dan umumnya adalah pedagang. Pedagang dalam bahasa kerennya saat ini disebut distributor.

Artinya dia tidak memproduksi barang, tapi hanya bertindak sebagai penjual (distributor). Hal ini merupakan suatu strategi yang cerdik dalam berbisnis karena distributor akan terhindar dari biaya produksi dan investasi yang besar serta berbagai resiko lainnya.

Namun terlepas dari semua itu, Rani Ismail bersama PT. Suka Fajar grup telah berhasil menjadi yang terbaik dan melakukan hal yang terbaik. Ribuan lapangan kerja menjadi terbuka, ribuan keluarga terayomi oleh kegiatan usaha yang mereka lakukan.

Apa yang telah dilakukan Sutan Kasim dan Rani Ismail menjadi contoh bagi generasi yang akan datang. Meski tidak memiliki ijazah satu pun, tapi menggunakan akal, daya fikir, semangat dan ide-ide cemerlang, mereka bisa membangun perusahaan besar seperti itu.

Generasi berikutnya seharusnya bisa membangun usaha lebih baik lagi karena ilmu pengetahuan dan teknologi makin berkembang.

Hal yang sama juga menjadi kerisauan pemilik dan pendiri PT. Singgalang Pers H. Basril Djabar, “Ayo mari bangkit generasi muda, mari kita bangun Sumatera Barat,” ujarnya. “Tak lama lagi kami-kami yang sudah tua ini akan pulang ke kampung akhirat, siapa lagi yang akan menggantikan? lanjutnya. (*)

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Zulkifli Hasan Harus Banyak Belajar Dari Prestasi Irwan Prayitno Dan Mahyeldi

Oleh Reido Deskumar Kedatangan Zulkifli Hasan Ketua Umum PAN ke Sumbar beberapa waktu lalu, membuat pernyataan yang justru menyudutkan...

Pasar Ekraf Payakumbuh Berikan Peluang Bagi Pelaku Kuliner Tradisional Saat Pandemi Covid-19

Payakumbuh, Beritasumbar.com - Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat tidak hanya untuk promosi wisata, tapi juga berdampak kepada pelaku...

Presiden Genpro : Program Wirausaha Trinda Farhan Paling Konkret

Agam,BeritaSumbar.com,- Debat putaran kedua Calon Bupati dan Wakil Bupati Agam sudah selesai dilaksanakan pada Jumat (20/11). Dengan mengusung temapembangunan ekonomi dan kesejahteraan...

Smart Garden dan Water Recycle Sukses Dikembangkan Dosen Saintek UIN STS Jambi

JAMBI, BeritaSumbar.com - Dosen yang tergabung dalam Green Sutha UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berhasil mengembangkan sistem Smart Garden yang terintegrasi dengan Water...

Lurah Setu Buka Diskusi Aspek Hukum Bisnis dan Pengenalan E-commerce yang dimotori oleh Dosen FH Unpam

TANGSEL- Ditengah kondisi masih dalam masa pandemi tidak menyurutkan semangat dosen FH- Unpam (Fakultas Hukum Universitas Pamulang) dalam mengadakan kegiatan Tridarma Perguruan...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Mahyeldi Audy Punya Kedekatan Dengan Pemerintah Pusat

Oleh Reido Deskumar Mahyeldi Audy tidak hanya memiliki visi misi dan program unggulan yang handal, akan tetapi juga memiliki...

Asman Abnur Sebaiknya Mundur Sebagai Ketua Umum DPP IKA Unand

Oleh Reido Deskumar (Alumni Fakultas Teknik Universitas Andalas) Atmosfer Pilgub Sumbar semakin “angek”. Terlebih soal dukung mendukung yang diberikan...

Model Kepemimpinan Berkarakter dalam Konteks Manajemen Hubungan Masyarakat di Lembaga Pendidikan

Secara umum dalam era globalisasi menuntut supaya peran lembaga pendidikan untukmemberikan manajemen dan layanan yang profesional kepada masyarakat. Masyarakatsebagai pemakai lembaga pendidikan...

Corona Minggat, Keluarga Tanaman Rimpang Mampu Mengusir Virus, Benarkah?

Apa kabar vaksin? Huru hara masyarakat akan datangnya vaksin yang tak kunjung memiliki anginbaik, sehingga membuat masyarakat benar-benar mampu untuk beradaptasi...

Peran Media Sosial dalam Membentuk Karakter Anak

Media Sosial kini menjadi sebuah hal yang tergolong penting bagi kehidupan seseorang sehari-hari, meskipun pendapat tersebut mungkin dicekal banyak pihak namun bila...

Megy Aidillova: Peringatan Hari Pahlawan 2020 Dalam Kondisi Pandemi, Jadilah Pahlawan Bagi Diri Sendiri

JAKARTA – Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Setiap tanggal 10 November kita semua Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan....

Di Hari Pahlawan Para Kooperator Indonesia Gelar Diskusi Daring Dengan Tema “Inisiasi Pendirian dan Deklarasi Partai Koperasi di Indonesia”

Bertepatan dengan Hari Pahlawan pada Selasa, 10 November 2020, pukul 20.00-22.00 WIB, sejumlah aktivis koperasi atau yang biasanya disebut sebagai kooperator di...

Perencanaan Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri secara umum diartikan sebagai perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang. Setiap perubahan tersebuat akan selalu diikuti oleh perubahan...

Laportea ( Jelatang) Tumbuhan Yang Dihindari Dan Ditakuti Saat Pendakian Dan Kegiatan Susur Hutan, Benarkah?

Tumbuhan Ini adalah tumbuhan  yang dihindari pendaki karna duri yang mengarah ke atas pada daunnya. Kalau kena kulit Gatal dan merah.Jelatang/Girardinia palmata...

Audy Joinaldy Anak Muda Yang Hobi Diskusi

Oleh Reido Deskumar Bicara anak muda, pasti banyak cerita yang menyertainya. Salah satunya tentang hobi. Ya, sebuah aktivitas yang...
- Advertisement -