28 C
Padang
Rabu, Oktober 20, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pelasanaan 2015 Libatkan BMKG
P

Kategori -
- Advertisement -

Padang – Pelaksanaan kejuaraan balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2015 pada 3 hingga 11 Oktober akan melibatkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui kondisi kabut asap yang menyelimuti daerah itu.

“Untuk pertama kalinya pada tahun ini pelaksanaan TDS melibatkan BMKG karena ada tim yang akan memantau kondisi kabut asap menggunakan alat pada setiap etape,” kata Kepala Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) BMKG Bukit Koto Tabang Edison Kurniawan di Padang, Jumat.

Menurut dia, pengukuran dilakukan untuk melihat kualitas udara sebagai referensi bagi panitia apakah etape yang dilalui aman atau berbahaya.

“Ini akan menjadi masukan kepada Federasi Balap Sepeda Internasional atau Union Cycling International (UCI) untuk memutuskan lomba tetap dilanjutkan atau tidak,” ujar dia.

Ia mengatakan berdasarkan keterangan dari Dinas Kesehatan batas toleransi kategori indeks standar pencemaran udara berdasarkan PM10 maksimal 350 mikrogram per meter kubik.

“Kalau sudah diatas 350 mikrogram per meter kubik kondisi udara sudah masuk kategori berbahaya sehingga lomba harus dihentikan,” ujar dia.

Sementara Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata Raseno Arya mengatakan yang berwenang membatalkan TdS adalah Federasi Balap Sepeda Internasional atau UCI (Union Cycling International).

“Setiap satu etape selesai akan dilakukan evaluasi dan itu yang akan jadi keputusan untuk lomba besoknya oleh UCI,” kata dia.

Ia mengatakan jika ada etape yang dibatalkan maka panitia telah menyiapkan alternatif yaitu pembalap tetap dibawa ke lokasi finis menggunakan bus untuk menikmati aktraksi budaya yang telah disiapkan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Sumbar Burhasman mengatakan TdS tahun ini akan menempuh jarak 1.343,1 kilometer melewati 18 kabupaten dan kota di Sumbar.

“Jarak tempuh tersebut akan dibagi dalam sembilan etape,” katanya.

Ia menjelaskan, dari sembilan etape tersebut, tiga di antaranya merupakan jarak tempuh terpanjang yakni pada etape dua dengan jarak 140,2 kilometer, etape tiga dengan jarak 206,3 kilometer dan etape delapan 138,8 kilometer. (Ant/Oleh Ikhwan Wahyudi)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img