25 C
Padang
Rabu, Mei 18, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Panen Raya di Tilatang Kamang, Bupati Andri Warman: Penggunaan Pupuk Kompos Hemat Biaya Produksi
P

Kategori -
- Advertisement -

Agam, beritasumbar.com — Bupati Agam Andri Warman bersama masyarakat, camat dan wali nagari melakukan panen raya di Jorong Luak Tunggang Giriang-giriang, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Jumat (13/5/2022).

Panen dilakukan ini, bagian dari hasi produksi gabah yang penggunaan pupuk dengan bahan dasarnya lebih dominan organik, yaitu memanfaatkan limbah hasil panen padi.

Bupati Andri dalam sambutannya mengatakan, pemerintah kabupaten sangat mendukung dan mensupport program dilakukan masyarakat, karena bisa lebih memaksimalkan hasil produksi panen.

“Memang program seperti ini kita dambakan di Kabupaten Agam. Program ini cukup bagus, pemda Agam sangat mensupportnya,” paparnya.

Disampaikan, program ini sangat menyentuh masyarakat, karena dengan pupuk kompos yang dirancang dan diolah sendiri telah menghemat biaya lantaran tidak menggunakan pupuk urea (pupuk kimia- red) disamping juga harganya mahal.

“Program yang dilakukan masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat, limbah padi bisa dimanfaatkan untuk kepentingan petani,” ucapnya.

Bupati juga mengatakan, ia waktu kecil dulunya juga bertani sehingga tahu persis bahwa sewaktu dulu itu, tidak memakai pupuk urea, namun hanya memakai pupuk kampung (abu dari kandang dicampur kotoran hewan- red) dan mampu menghasilkan panen cukup maksimal.

“Menggunakan program ini maka dari itu, dengan iritnya biaya produksi hasil panen maksimal tentu akan meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya petani-petani,” ucapnya.

Ia mengatakan, program dimulai dari Jorong Luak Tunggang Giriang-giriang ini, mudah-mudahan berhasil dan bisa dijadikan ikon atau program percontohan.

Untuk itu, kata Bupati, daerah-daerah lain yang membutuhkan, maka perlu dilakukan campur tangan pemerintah daerah, melalui dinas pertanian akan dikembangkan.

“Yang pasti, target saya sebagai Bupati bagaimana masyarakat bisa sejahtera, tentu program ini didukung dan disuport,” ucapnya.

Menurut Bupati, di Kabupaten Agam rata-rata hasil usaha masyarakat sekitar 95 persen adalah bergerak pada usaha pertanian, maka program dirancang masyarakat sangat bagus.

Koordinator Lapangan Program Beras Agam Tilang Kamang, Endi Bakri menyebutkan, program ini merupakan sangat bagus bagi para petani.

Ia menjelaskan, cara penggunaan pupuk kompos sederhana, yakni setelah panen padi, batang padi dihancurkan dengan alat panen padi.

Kemudian kata dia, dicari sudut sawah lalu dikumpulkan batang padi (jerami-red) di sana, setelah itu ditimpa dengan kotoran hewan apa saja baru disemprot dengan M4, yang selanjutnya ditutupi plastik.

“Sekitar 15 hari setelah ditutup dan jerami sudah menguning, setengah disiramkan ke areal persawahan. Sebelum disiramkan pupuk kompos diberi nama Sinka ini sudah bisa ditabur. Setegah sisa pupuk bisa dijual yang dapat menghasilkan uang,” tukasnya.

Sementara itu, penggagas ide pupuk dasar (Sinka-red) Arisman mengucapkan, sawah merupakan ibarat pabrik. Sebagaimana pabrik ada limbahnya, maka limbah itu dimanfaatkan untuk bahan pertanian.

“Alhamdulillah, dengan memakai pupuk kompos akan mampu menaikkan produksi panen 80 persen. Memang pertama penggunaannya baru bisa menghasilkan 25 – 30 persen. Setelah empat kali penggunaan, bisa produksi paling tidak target 50 persen tercapai,” ungkapnya.

Disampaikan, dengan menggunakan pupuk kompos bisa mengurangi pemakaian pupuk kimia, bahkan jika sudah dipakai sampai empat kali masa panen penggunaan pupuk kimia bisa menjadi nol persen.

“Untuk tahap pertama penggunaan pupuk kompos, penggunaan pupuk kimia bisa mencapai hanya 15 persen saja,” ungkapnya. (adil)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img