Padang Panjang ,BeritaSumbar.com,-, Gedung M Syafe’i Kota Padang Panjang hari ini dipadati oleh ratusan penyandang disabilitas dan sejumlah elemen masyarakat, termasuk unsur pejabat publik Kota Padang Panjang untuk merayakan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) ke-27. Kegiatan ini bertema Padang Panjang Inklusi, Disabilitas Unggul; Wujudkan Impian Penyandang Disabilitas.


.
Kegiatan perayaan peringatan HDI ke-27 sebenarnya sudah dimulai sejak tanggal 30 November yang lalu, dalam bentuk kegiatan Lomba Mewarnai dan Lomba Melukis Bebas Antar SLB se-Kota Padang Panjang, tutur Era Sofia selaku Ketua Pelaksana.
.
Era juga mengungkapkan bahwa awalnya ia merasa tidak percaya akan mampu melaksanakan beragam rangkaian kegiatan yang diamanahkan padanya. Apalagi dengan keterbatasan fisik yang ia rasakan selama ini. Namun, berkat dukungan dari seluruh elemen masyarakat, baik moril ataupun materil serta optimisme dan kerjasama seluruh panitia pelaksana, akhirnya kegiatan ini dapat terlaksana juga, meskipun dalam durasi persiapan yang sangat singkat, yaitu 10 hari persiapan, tegas Era.
.
Puncak kegiatan perayaan HDI ke-27 yang berlangsung pada hari ini, dimulai dengan pelepasan Pawai Impian Disabilitas oleh Wali Kota Padang Panjang, H. Fadly Amran, BBA Dt. Paduko Malano. Pawai tersebut diikuti oleh seluruh SLB dan Sekolah Inklusi se-Kota Padang Panjang dengan kostum impian yang dicita-citakan oleh para penyandang disabilitas.
.
Dalam momentum puncak perayaan HDI ke-27 ini, Wali Kota Padang Panjang juga secara resmi membuka Pameran Produk dan Karya Disabilitas Kota Padang Panjang. Bahkan, Wali Kota terlihat takjub dengan beragam keunikan produk dan karya, serta penampilan kreativitas dan seni yang ditampilkan pada kesempatan itu.
.
Dalam sambutannya, Fadly Amran mengungkapkan bahwa Padang Panjang Kota Inklusi dan Ramah Disabilitas adalah visi prioritas yang ingin dicapai selama masa jabatannya. Bahkan ia memperkuat pemaknaan inklusi sebagai salah satu bentuk pemerataan dan keadilan yang harus diwujudkan kepada seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali disabilitas, khususnya dalam proses pelaksanaan program pemerintah kota ke depannya. No one, left behind , tidak satupun yang tertinggal, menjadi slogan yang dipakai dalam penerapan seluruh program tersebut.
.
Sementara itu, Ramadhan sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Padang Panjang mengungkapkan bahwa perayaan Peringatan HDI ke-27 ini merupakan salah satu bentuk bukti bahwa Para Penyandang Disabilitas Bisa Mandiri, Bisa Berkarya, dan Bisa Berbuat, sehingga ke depannya penyandang disabilitas tidak lagi dipandang sebelah mata atau hanya dijadikan sebagai objek pembangunan belaka, akan tetapi mesti bisa berubah ke arah subjek pembangunan supaya impian terwujudnya Kota Padang Panjang sebagai Kota Inklusi dan Ramah Disabilitas dapat terealisasi secara sempurna sesuai dengan tuntutan Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016.
.
Rangkaian puncak HDI ke-27 di Kota Padang Panjang ditutup dengan penyerahan hadiah perlombaan dan Deklarasi Bersama “Padang Panjang Menuju Kota Inklusi dan Ramah Disabilitas” dengan membubuhkan tanda tangan dan kata motivasi untuk penyandang disabilitas. Tampak Wali Kota Padang Panjang, H. Fadly Amran, BBA Dt. Paduko Malano didampingi oleh Wakil Wali Kota Padang Panjang, Drs. Asrul, Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Mardiansyah, A.Md dan Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dr. H. Novi Hendri, M.Si, Dt Bagindo Saidi, beberapa unsur Forkopimda Kota Padang Panjang, tamu undangan dan seluruh lapisan masyarakat yang berhadir pada kesempatan itu membubuhkan tanda tangan dan kata motivasi mereka.


.
Sementara itu, sebagian pengurus DPC-PPDI Kota Padang Panjang juga turut berbagi makanan ringan kepada masyarakat pengendara bermotor dan pedagang yang berada di sekitaran Gedung M Syafei Kota Padang Panjang dalam rangka memeriahkan peringatan HDI ke-27 tersebut. Alvin Nur Akbar sebagai koordinator lapangan, mengungkapkan bahwa kegiatan berbagi pada momentum HDI ke-27 ini adalah salah satu bentuk bukti nyata, bahwa Disabilitas tidak hanya bisa menerima, tapi juga bisa memberi. (khz).

loading...