25 C
Padang
Wednesday, December 2, 2020
Beritasumbar.com

Mentawai Akan Buka Rahasia Racikan Racun pada Alat Panah Tradisionalnya
M

Kategori -

BeritaSumbar.com, PADANG – Berwisata ke Mentawai, jajaran kepulauan terdepan di Samudera Hindia, Provinsi Sumatera Barat, jangan jadi mimpi terus. Tiba saatnya untuk segera diagendakan berwisata ke daerah yang memiliki tujuh keunikan dunia, yang tiada duanya. Dalam waktu dekat, tanggal 26-28 Juli mendatang, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai, menggelar Festival Panah Tradisional Mentawai untuk pertama kalinya, di Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, Pulau Siberut.

“Wisatawan Nusantara dan Mancanegara yang berkunjung untuk menyaksikan Festival Padang Tradisional Mentawai ini tidak saja sekadar menyaksikan lomba memanah dengan alat panah tradisional, tetapi juga bisa mengetahui bagaimana meracik racun anak panah yang selama berabad-abad dirahasiakan dan menjadi senjata andalan masyarakat Mentawai,” kata Desti Seminora, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai, dalam bincang-bincang hari Jumat (07/07/2017) di Tuapeijat, Pulau Sikakap, Mentawai.

Desti Seminora menjelaskan, panah yang dalam bahasa Mentawai “rourou” bagi laki-laki Mentawai adalah benda penting yang selalu dibawa, terutama kalau pergi ke hutan. Fungsi utama panah bagi laki-laki Mentawai adalah sebagai senjata jika menemukan binatang buruan yang kemudian dibawa pulang ke rumah untuk dimakan sekeluarga. Dan panah adalah benda yang selalu ada di rumah orang-orang Mentawai.

Hampir semua panah Mentawai dibubuhi racun yang tujuannya untuk mempercepat kematian binatang buruannya. Bahan racun panah Mentawai berasal dari tumbuhan yang diracik secara khusus yang kemudian dioleskan pada ujung anak panah. Jika tepat sasaran maka seketika buruan akan lemas terkena racun panah tersebut. Manusia juga harus berhati-hati agar tidak tersentuh racun tersebut. Tersedia juga obat penawar dari racun yang juga diracik dari tumbuhan yang berasal dari hutan sekitar rumah.

Sejumlah turis mancanegara tengah menuju titik terbaik dengan ketinggiang gelombang laut 3-5 meter, yan menjadi lokasi surfing terbaik di dunia.

“Panah adalah sesuatu yang sudah dikenalkan pada semua anak laki-laki Mentawai bahkan kepada anak balita, pengenalan benda ini biasanya dirayakan dengan pesta adat. Tentunya dengan jenis panah yang berbeda sesuai dengan usia dari anak laki-laki tersebut,” ujar Desti.

Akan tetapi seiring dengan modernisasi yang mulai memasuki Mentawai, demikian Desti menegaskan, telah terjadi pergeseran pemakaian senjata khas berburu Mentawai yakni mulai menggunakan senapan angin daripada panah itu sendiri. Dan melalui kegiatan Festival Panahan Tradisional Mentawai ini, ditanamkan kembali kecintaan dan kebanggaan bagi masyarakat Mentawai tentang budayanya sendiri yakni salah satunya adalah “rourou” Mentawai.

Menurut Desti, Festival Panah Tradisional Mentawai ini selain bertujuan untuk pelestarian nilai-nilai luhur kebudayaan Mentawai dan upaya penyatuan para pemanah tradisional Mentawai, juga untuk mengangkat budaya Mentawai yang unik dan eksotis sebagai kalender tahunan event pariwisata Mentawai.

Desti-Seminora-Kepala-Dinas-Pariwisata-Pemuda-dan-Olahraga-Kabupaten-Kepulauan-Mentawai

Sekaligus untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara ke Mentawai.Memperkenalkan kembali benda budaya Mentawai yakni panah Mentawai yang merupakan senjata khas Mentawai.

Menanamkan rasa bangga dan cinta generasi muda Mentawai akan budaya Mentawainya sendiri dan menjaring bibit-bibit pemanah tradisional yang andal yang bisa menjadi cikal bakal atlet panah nasional.

Karena itu, peserta terbuka bagi siapa saja. Bahkan pihak panitia juga mengundang atlet panahan nasional dan provinsi di Indonesia untuk berpartisipasi, uji nyali memanah dengan alat panah tradisional khas Mentawai.

Didampingi Kabid Pemasaran Aban Barnabas Sikaraja dan Kasi Sarana Promosi Kepariwisataan, Kepala Dinas Pariwisata Pemudan dan Olahraga Desti Seminora menambahkan, pada Festival Panah Tradisional Mentawai juga akan ditampilkan tarian Mentawai oleh Sikerei dan bazar cendera mata serta kuliner khas Mentawai.

“Jadi ini kesempatan langka bagi wisatawan untuk menambah pengetahuan dan menikmati seni-budaya dan keindahan alam Mentawai, khususnya Pulau Siberut yang menjadi paru-paru dunia dengan jenis kera endemik seperti joja, bokkoi, simakobu, dan beragam jenis hutan yang asri dan lestari di kawasan Taman Nasional Siberut Selatan,” kata Desti Seminora.

(Yurnaldi / M. Fadhli)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Dosen UNAND Melakukan Program Kimitraan Masyarakat di Posyandu Anggrek 2 Sebarang Padang

Padang,- Pada saat ini masih ditemukan balita dengan kasus gizi kurang dan gizi buruk di kota Padang, karena penanganan masalah gizi kurang...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian...

Awal Bulan Depan Lapangan Olahraga Terbuka “Payakumbuh Bugar” Sudah Boleh Dipakai, Begini Cara Pemesanan Lapangannya

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,-- Payakumbuh Bugar adalah nama dari Lapangan Olahraga Terbuka milik Pemko Payakumbuh yang berada di kawasan Padang kaduduak, Kelurahan Tigo Koto...

Pendapatan Daerah Berkurang, Pembangunan masjid Raya Batal

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,-Harapan warga Kota Payakumbuh miliki masjid raya dalam waktu dekat tidak dapat terealisasi. Pembangunan Masjid raya yang direncanakan dimulai tahun depan gagal...

Satgas Covid-19: Pengalaman Libur Panjang Sebelumnya Jadikan Pelajaran

JAKARTA - Mendekati akhir tahun, libur panjang menjadi hal yang ditunggu-tunggu masyarakat. Namun Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat belajar dari pengalaman pada...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Gamaik Kolaborasi Hoyak Pasar Ekraf 2020 Payakumbuh

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Grup Musik Gamaik Mandayu asal Kota Padang tampil dalam pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 di Agam Jua Art and...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang...

Liburan di Lembah Harau, Tak Perlu Merencanakan Aktivitas

Beberapa tahun kebelakang, Lembah Harau menjadi salah satu destinasi favorit di Sumatera Barat di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bagurau Merah Putih 24 Jam Non Stop

Padang,BeritaSumbar.com,-Malam bagurau merah putih 24 Jam Nonstop merupakan sebuah kegiatan yang diinisiasi oleh gerakan malam bagurau owek owek. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud memperingati...

Berkunjung Ke Objek Wisata Kapalo Banda Taram Berikut Syarat Dan Ketentuannya

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Pasca diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa objek wisata di Luak Limopuluah kembali dibuka untuk umum. Seperti objek wisata Kapalo banda yang...

Touring Gabungan Dan Berbagi Bantuan Sosial Ala NR Sumbar – Riau

Pariaman,beritasumbar.com, Ratusan Motor Besar yang tergabung dalam Komunitas Nmaxs Riders (NR) Se-Sumbar dan Riau melaksanakan Touring Gabungan sekaligus Bhakti Sosial kepada Anak Panti Asuhan...

Oleh oleh “Ane” Kota Pariaman diserbu pembeli

Pariaman, beritasumbar.com, Perkembangan Wisata di Kota Pariman setiap Tahun, Bulan, Minggu, bahkan hari terus berkembang pesat. Minat kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman terus meningkat setiap...

Puncak Pato, Surga Luhak Nan Tuo Dari Lintau

BeritaSumbar.com,-Tidak ada yang tidak tahu dengan puncak pato, sebuah kampung yang berada diketinggian antara lintau dan sungayang. Hari ini, mungkin sudah banyak orang yang terlupa...

Dr. Astrid Pratidina Susilo, Sp. An : "Kota Payakumbuh Nyaman, Makanannya Enak"

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com, ~ "Hampir satu tahun di sini, saya sangat terkesan dengan Payakumbuh. Kotanya nyaman, orangnya ramah, makanannya enak. Benar kata filosofi, 'airnya jernih,...
- Advertisement -