29 C
Padang
Minggu, Oktober 24, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Mengenal Refugia
M

- Advertisement -

Oleh : Silvia Permata Sari
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Akhir-akhir ini lagi maraknya areal pertanian dijadikan objek wisata. Salah satunya dengan penanaman tanaman berbunga di areal budidaya tersebut atau yang dikenal dengan istilah refugia. Apa itu refugia dan apa saja manfaatnya ? Pada tulisan ini akan dibahas secara jelas.

Refugia adalah tanaman berbunga atau tidak berbunga di sekitar areal budidaya kita. Dalam dunia pertanian, refugia berfungsi sebagai tempat berlindung, microhabitat dan penyedia sumber makanan. Kenapa ? karena refugia tersebu menghasilkan nektar dan madu bagi musuh alami (predator dan parasitoid). Refugia tersebut bisa dari gulma dan dari tanaman. Dengan adanya refugia tersebut musuh alami suka hidup dan berkembang di refugia, sehingga pada saat hama datang, musuh alami sudah siap memangsa OPT. Dengan kata lain, refugia merupakan salah satu solusi dalam mengendalikan hama di areal pertanian kita.

Manfaat refugia itu apa saja ? Adapun manfaat refugia adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan populasi musuh alami (konservasi musuh alami).
  2. Menurunkan populasi dan serangan hama.
  3. Mengurangi pemakaian pestisida organic.
  4. Meningkatkan kualitas tanaman budidaya kita.
  5. Mempercantik kebun atau lahan pertanian kita.

Refugia ini merupakan metode pengendalian hama yang memadukan tanaman budidaya dan bunga untuk mencegah hama. Beberapa contoh refugia yang bisa ditanam di areal pertanian kita adalah bunga kenikir (Cosmos audutus), jengger ayam (Celosia cristata), tapak dara (Catharanthus roseus), bunga tahi ayam (Tagetes erecta), bunga matahari (Helianthus annuus), bayam (Amaranthus viridis), bunga kertas zinnia (Zinnia sp.), bunga kancing atau kenop (Gomphrena globosa), bunga krokot (Portulaca grandiflora), kacang panjang (Vigna unguicilata), bayam (Amaranthus sp.), jagung (Zea mays).

Bunga dari tanaman-tanaman tersebut akan mengeluarkan nektar yang baunya menarik serangga musuh alami maupun serangga hama untuk datang. Refugia yang ditanam sebaiknya dipilih tanaman berbunga, karena selain fungsinya untuk mencegah hama, serta lahan pun menjadi penuh dengan bunga-bunga cantik.

Berikut ini perbedaan kondisi pertanian sebelum dan sesudah penerapan refugia !

Kondisi pertanian sebelum adanya refugiaKondisi pertanian setelah adanya refugia
Pestisida kimia selalujadi andalan petani.Penggunaan pestisida sangat kecil.
Ekosistem rusak.Budidaya tanaman yang ramah lingkungan.
Butuh biaya tinggiBiaya produksi dapat ditekan.
Berkurangnya musuh alami (predator dan parasitoid).Musuh alami (predator dan parasitoid) meningkat.
Terjadinya kekebalan (resistensi) hama terhadap pestisida kimia.Petani semakin pintar membuat sendiri di rumah (PGPR, PESNAB, POC).

Hal apa saja yang harus diperhatikan dalam memilih refugia ? Yaitu sebagai berikut :

  1. Tanaman refugia sebaiknya berasal dari daerah setempat (tanaman endemis).
  2. Jangan menanam refugia terlalu dekat dengan komoditas utama.
  3. Refugia jangan menjadi tempat bersarangnya hama.
  4. Pilihlah refugia yang tidak memerlukan perawatan berlebih.
  5. Pilihlah refugia yang tidak cepat mati.
  6. Pilihlah refugia yang bentuk bunganya tidak menyulitkan musuh alami (predator dan parasitoid) untuk mengisap madu atau nektarnya.

Untuk areal persawahan, sebaiknya penanaman refugia dilakukan pada saat penanaman padi sehingga tinggi tanaman dan umur tanaman refugia dengan padi tersebut berimbang, dimana pada saat padi mulai tumbuh, tanaman refugia tersebut mekar sehingga menarik musuh alami untuk datang dan mengendalikan hama di areal sawah tersebut. Jika luasan tanaman refugia ini bersanding dengan lahan pertanian, maka juga bisa menjadi tempat agrowisata. (Silvia Permata Sari).

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img