24 C
Padang
Jumat, Februari 26, 2021
Beritasumbar.com

Melahirkan Kepercayaan Masyarakat Untuk di Vaksinasi
M

Oleh : Adi Saputra
Mahasiswa Hukum Tata Negara UIN Imam Bonjol Padang.

Untuk lahirkan Kepercayaan Masyarakat Pada Vaksin Covid-19 pemerintah perlu lebih transparan soal vaksin Covid-19, terutama pada aspek keamanan dan biaya.

Hasil dari survey LaporCovid19.org bahwa persepsi warga yang dirilis pada akhir tahun 2020 menunjukkan hanya 31% warga yang bersedia menerima vaksin Sinovac-Biofarma dan 44% warga bersedia menerima vaksin Merah Putih yang dirintis Eijkman.

Dari hasil ini menunjukkan bahwa masih sangat rendah kepercayaan masyarakat pada upaya pengadaan vaksin yang dilakukan pemerintah. Ketidakpercayaan dari masyarakat ini perlu direspon pemerintah dengan membangun komunikasi yang lebih terbuka perihal vaksin Covid-19.

Lebih hironisnya, pemerintah beberapa kali justru membangun citra buruk. Pernyataan yang tidak sejalan soal kapan dilakukan vaksinasi Covid-19 antara Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional/Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Kesehatan Terawan adalah salah satu contoh buruknya koordinasi di pemerintah.

Disini seharusnya pemerintah perlu lebih transparan soal vaksin Covid-19, terutama pada aspek keamanan dan biaya. Data uji klinis dari penelitian vaksin yang hendak dibeli pemerintah dan di berikan ke masyarakat, perlu dibuka dengan memberi akses ke publik sehingga masyarakat khususnya kalangan akademik dapat menguji keamanan vaksin tersebut. Perusahaan farmasi baik itu asing seperti maupun dalam negeri seperti Biofarma perlu membuka data uji klinisnya.

BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) sebagai otoritas yang akan memberikan persetujuan jenis vaksin yang perlu beredar di Indonesia, juga perlu lebih terbuka. Hasil pengujiannya perlu dibuka ke publik, mengingat ini demi keselamatan dan kesehatan satu bangsa.

Pengadaan vaksin, meski kondisi darurat, tetap perlu ada transparansi anggaran. Jika rencana pemerintah akan membei vaksin pada 170 juta sehingga membutuhkan 340 juta vaksin, sedangkan harga vaksin Sinovac-Biofarma diperkirakan 200 ribu, maka total anggaran yang dibutuhkan minimal 68 triliun rupiah. Ini hanya biaya pengadaan. Maka transparansi biaya dari pihak perusahaan farmasi maupun pemerintah mendesak pula dibuka.

Jika transparansi ini dilakukan, maka kepercayaan masyarakat pada vaksin Covid-19 akan lebih meningkat. Sehingga ketika masyarakat akan di vaksinasi massal, tidak ada lagi penolakan yang akan timbul dari masyarakat.

Selain itu, masyarakat perlu di himbau dan di yakinkan bahwa vaksin yang akan di berikan ini sangat baik untuk menjaga mereka dari serangan virus corona. Bergerak dan ikut sertanya seluruh elemen baik di pemerintahan maupun masyarakat untuk memberi kesadaran tentang vaksin ini

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Rida Ananda : Wanita Fokus Jangan Rawat Wajah Saja

Kesehatan organ kewanitaan untuk pencegahan kanker serviks menjadi topik utama dalam Webinar Inspirasi Sehat yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Payakumbuh secara daring di Aula Ngalau Indah Lantai III Balai Kota Payakumbuh, Selasa (23/2).
- Advertisement -

37 Kandidat Bertarung Di Pilwanag Serentak Sijunjung 2021 Ikuti Tes Tertulis

Sijunjung, beritasumbar.com - Sebanyak 37 ( tiga puluh tujuh) orang putra terbaik  5 (lima) Nagari di Kabupaten Sijunjung berebut tiket untuk masuk 5 (lima) bursa...

BANGKITKAN KESADARAN !

“Dunia pasti berobah dan Kiamat pasti kan terjadi juaKebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa pasti silih bergantiBegitu juga bergulir para penguasa, atas nama jabatan dan...
- Advertisement -

Chris Noel Peraih Rekor MURI Direkrut Indonesia Records

Chris Noel, remaja kelahiran Jakarta 26 Januari 2006 tak sekadar memiliki wajah yang tampan

37 Kandidat Bertarung Di Pilwanag Serentak Sijunjung 2021 Ikuti Tes Tertulis

Sijunjung, beritasumbar.com - Sebanyak 37 ( tiga puluh tujuh) orang putra terbaik  5 (lima) Nagari di Kabupaten Sijunjung berebut tiket untuk masuk 5 (lima) bursa...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

CURHAT NYI BLORO; RATU LAUT KIJING

“Berani karena benar, takut karena salah,Rajin pangkal pandai (pintar), bisa karena biasa,Hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin,Maka pelajarilah sebab musababnya itu,& berharaplah takdir bisa...

BANGKITKAN KESADARAN !

“Dunia pasti berobah dan Kiamat pasti kan terjadi juaKebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa pasti silih bergantiBegitu juga bergulir para penguasa, atas nama jabatan dan...

Dirujuk ke RS M Djamil, Pasien Lutut Besar Dibezuk Danlantamal Padang

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Bintang Herlambang (18), pasien lutut membesar sebesar bola kaki karena kanker stadium 4, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit M. Djamil Padang...

SEBERKAS CAHAYA DI BUMI MEMPAWAH

“Segelap apapun dunia ini, pasti ada cahayaTergantung bagaimana kita menerimanyaKarena kita manusia dibekali akal fikiranOrang bijak kata; jika tak ada kayu rotanpun jadiMaka, setelah...

KERANJINGAN JADI PEJABAT

“Setiap (pejabat) ketua atau sejenisnya adalah PemimpinTapi setiap Pemimpin belum tentu jadi pejabat,Karena Pemimpin adalah amanah terberat dari-Nya,Maka, tidaklah sulit menjadi pejabat ini dan...

TAN GINDO; APA YANG ENGKAU CARI !?

“Mereka-dia yang berjasa dalam hidupmu,semua yang tersedia dalam jagat rayaSekecil apapun itu, sifat dan ragam bentuknyaSemua adalah ayat-ayat Tuhan yang berjalanBerbagai peristiwa adalah bentuk...

SEKOLAH MERDEKA-KU (2)

"Diri kita bukan hanya milik sendiri, tapi juga orang terdekat,bahkan, darah orang tua dan sanak saudara kita mengalir dalam nadi,namun ingat, ada teman-sahabat dan...

SEKOLAH MERDEKA-KU (1)

“Ketika ruh ditiupkan sang Khalik dalam Rahim ibumu dan diterima,Sebuah modal hidup; mata, mulut, hati dan fikiran dan lainnya sudah tersediaNamun, kenapa engkau penjarakan,...

CUDIN, SAHABAT YANG UNIK

“Siapapun orang disekitarmu atau diluar sana, Mereka adalah mereka, dia adalah dia…! jangan berharap mereka kan pernah menjadi dirimu atau dirimu akan menjadi seperti mereka dan dia berkacalah dan jadilah dirimu sendiri…”

Mama, Aku Pengin Jadi Pilot Pesawat Tempur

“Hidup tanpa cita-cita seperti berlayar tampa nahkoda, …maka bermimpilah, sebelum mimpi itu dilarang”
- Advertisement -