30 C
Padang
Senin, April 19, 2021
Beritasumbar.com

Mahasiswa Jepang Inspirasi Nagari Situjuah Batua Kelola Sampah
M

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Pertengahan 2018 lalu, mahasiswa Osaka City University Jepang, bergabung dengan mahasiswa Universitas Andalas (Unand), Padang, mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Bersamaan dengan itu, juga ikut melaksanakan KKN di Nagari Situjuah Batua, mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dan ISI Padang Panjang.

baca juga: Dari Pengelolaan Sampah Nagari Situjuah Raup Jutaan Rupiah

Kehadiran para mahasiswa itu, terutama mahasiswa dari Jepang, menginspirasi pemerintah Nagari Situjuah Batua, dalam mengelola sampah. Kini, Situjuah Batua tercatat sebagai nagari atau desa pertama di Provinsi Sumatera Barat yang mengelola sampah pasar tradisional, sampah rumah tangga, dan sampah perkantoran, secara profesional.

“Jujur kami akui, keikutsertaan mahasiswa dari Jepang dalam kegiatan KKN PPM Unand di Nagari Situjuah Batua pada 2018 silam, menginspirasi kami dalam mengelola sampah. Harus jujur diakui,  kita memang jauh tertinggal dari Jepang dalam budaya bersih dan disiplin,” kata Wali Nagari Situjuah Batua, Dhon Vesky Dt Tan Marajo kepada wartawan, kemarin.

Dhon Vesky menceritakan, sewaktu mengikuti KKN PPM Unand pada 2018 silam, mahasiswa dari Osaka City University Jepang, meninggalkan nilai-nilai keteladanan bagi masyarakat Situjuahbatua. “Malu kami, mahasiswa Jepang itu, meski bukan muslim, tapi mengaplikasikan semangat kebersihan itu sebagian dari iman. Mereka, memunguti sampah yang bertebaran di jalan dan pasar nagari kami. Saat makan pisang pun, mereka tak mau buang kulitnya sembarangan. Bahkan, karena tak melihat tong sampah, mereka tak segan-segan menyimpan kulit pisang ke dalam celana,” katanya.

Sikap mahasiswa Jepang dalam menangani sampah,
menjaga kebersihan, dan mengedepankan budaya malu itu, menurut Tan Marajo, menjadi inspirasi bagi dirinya dan pemerintah nagari Situjuahbatua. “Melihat mahasiswa Jepang itu,
kami langsung berfikir, bagaimana pemerintah nagari bisa mengelola sampah yang menjadi persoalan serius bagi Situjuahbatua. Paling tidak, setiap  hari, ada 2 ton sampah yang dihasilkan di Situjuah Batua dan itu umumnya adalah sampah plastik,” kata Tan Marajo.

Alhasil, dengan bermodal kekuatan masyarakat dan kekompakan antar lembaga yang ada di Situjuah Batua,  pemerintah nagari Situjuah Batua berani mengelola sampah. Kini, ada 1.000 tong sampah yang ditebar di rumah penduduk, perkantoran, dan sekolah di Situjuah Batua. Bila sudah penuh, tong-tong sampah itu dibongkar setiap harinya oleh 5 petugas kebersihan yang ditunjuk pemerintah nagari Situjuah Batua, kemudian diangkut dengan menggunakan 2 becak motor dan 1 unit mobil.

“Sampah rumah tangga, sampah pasar tradisional, dan sampah perkantoran, termasuk sampah plastik yang jumlahnya 2 ton itu, sebagian dikelola di rumah Kompos yang disiapkan BumNag dan pemerintah nagari Situjuah Batua dengan binaan dari Unand. Sedangkan sebagian lainnya, kami buang ke TPAS Regional Sumbar di Taratak, Padangkarambia, Kota Payakumbuh, melalui kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Limapuluh Kota,” kata Tan Marajo.

Dia menyebut, dalam pengelolaan sampah ini,
partisipasi masyarakat Situjuah Batua sangat tinggi. Bahkan, masyarakat setiap bulannya, membayar iuran Rp10 ribu setiap keluarga, untuk pengangkutan sampah ke rumah-rumah mereka. Sedangkan perkantoran dan sekolah di Situjuah Batua, membayar iuran sampah sebesar Rp25 ribu hingga Rp30 ribu setiap bulannya. Ini diatur melalui  melalui Peraturan Wali Nagari Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Sampah.

Menariknya, meski menjadikan pengelolaan sampah sebagai salah satu sumber pendapatan asli nagari, namun Pemerintah Nagari Situjuahbatua, tetap membebaskan masyarakat tidak mampu dari biaya iuran yang dipungut setiap bulan. Sedangkan masyarakat kurang mampu, boleh membayar separuh dari jumlah iuran tersebut.

Kemudian, seluruh pendapatan asli nagari yang diperoleh dari pengelolaan sampah ini, sebesar 20 persen digunakan pemerintah Nagari Situjuah untuk membiayai operasional petugas kebersihan dan petugas pemungut iuran yang berasal dari kader KB/Yandu/PKK. Sedangkan 80 persen dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk bantuan pendidikan (buku sekolah, tas, sepatu), banntuan sosial dan kesehatan, serta kegiataan pemberdayaan adat dan budaya.

“Jadi, uang rakyat, kami kembalikan lagi kepada rakyat. Pendapatan asli nagari, termasuk dari pengelolana sampah, kami kembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuak bantuan pendidikan, bantuan sosial dan kesehatan, serta kegiataan pemberdayaan adat dan budaya,” kata DV Dt Tan Marajo.

Selain mengelola sampah setiap hari, Pemerintah Nagari Situjuah Batua  menjaga kebersihan di nagari tersebut, dengan membuat empat program gotong royong yang berjalan efektif sampai sekarang. Program pertama adalah gotong royong wajib setiap hari Jumat secara bergilir pada enam jorong (dusun) di nagari tersebut. Gotong royong wajib setiap Jumat ini dihadiri oleh seluruh perangkat nagari, Bamus Nagari, Linmas nagari , tim pengelola sampah, Pokja Sampah, dan masyarakat.

Program kedua adalah gotong royong rutin khusus bagi Bundo Kanduang, kader PKK, kader Pos Yandu/KB yang digelar setiap hari Minggu secara serentak di seluruh jorong. “Gotong royong rutin kaum ibu ,mini hanya berlangsung setengah jam setiap hari minggu dan fokus membersihkan sampah plastik. Sebab, sampah plastik ini ancaman bagi bumi,” kata Tan Marajo.

Sedangkan program ketiga adalah gotong royong istimewa yang diperlakukan untuk menghadi Hari Besar Nasional dan Hari Besar Islam. Sementara program keempat adalah gotong-royong khusus yang diperlakukan apabila ada keadaan tanggap darurat. Dalam keempat program gotong-royong ini, masyarakat yang tidak bisa hadir, tidak dikenai denda apapun. Cukup memberitahu saja, bahwa yang bersangkutan tidak bisa hadir. Tapi kalau tidak hadir tanpa pemberitahuan, baru diberi surat teguran.

“Apabila surat teguran tak diindahkan, tinggi bak langit, keras bak batu, baru pemerintah nagari memberi sanksi, berupa tidak dilayani dalam urusan apapun. Namun sejauh ini, belum ada yang kena sanksi. Malah, seluruh masyarakat hadir dalam gotong royong setiap minggu. Begitu pula dengan perangkat nagari dan lembaga nagari, bahkan niniak mamak pun juga ikut, karena memang di Situjuah Batua ini, hubungan lembaga-lembaga nagari, termasuk pemerintah nagari dengan lembaga adat, berjalan sangat baik,” kata Tan Marajo.

Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Situjuah Batua, H Zul’Aidi menyebut, pengelolaan sampah yang sudah dilakukan pemerintah Nagari Situjuah Batua selama hampir setahun belakangan ini, merupakan yang pertama di Sumatera Barat. “Sebelum Situjuah Batua memulai, belum ada pemerintahan terendah di Sumatera Barat yang mengelola sampah secara profesional. Dengan penuh rasa syukur kami sampaikan, Situjuah Batua adalah nagari atau desa pertama di Sumbar yang mengelola sampah secara profesional,” kata mantan anggota DPRD Limapuluh Kota dari PKS ini.

Kini, terobosan yang dilakukan Nagari Situjuah Batua dalam pengelolan sampah, telah menjadi ikon khusus bagi nagari yang pernah menjadi basis perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Sumatera Barat. Bahkan, nagari-nagari lain di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, kini sudah mengikuti jejak Situjuah Batua. Malahan, tidak hanya di Situjuah, baru-baru ini, nagari-nagari se-Kecamatan Mungka, bersama pemerintah Kecamatan Mungka,  juga melakukan studi tiru ke Situjuah Batua.

Jauh sebelumnya, Kelurahan Bungus dari Kota Padang, juga melakukan studi banding ke Situjuah Batua, dalam pengelolan sampah. Begitu pula dengan  Nagari Lubuakmalako, Kecamatan Sangirjujuran, Kabupaten Solok Selatan (Solsel), dan Nagari Sungai Tunu Utara, Kecamatan Ranah Pasisie,  Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Tidak hanya menjadi percontohan bagi nagari lain, sukses Situjuah Batua dalam pengelolaan sampah, juga mengantar nagari ini pada peringkat pertama Indeks Desa Membangun (IDM) di Kabupaten Limapuluh Kota. Sesuai dengan data Kemendes-PDT dan TA P3MD Limapuluh Kota tahun 2019, Nagari Situjuah Batua berada pada peringkat pertama di Limapuluh Kota dengan total nilai IDM 0.848 dengan status IDM sebagai nagari/desa mandiri.

Namun, bagi pemerintah nagari Situjuah Batua, sasaran akhir yang dituju dari pengelolaan sampah, bukan sekadar prestise semata. “Tapi bagaimana, masyarakat memiliki kesadaran akan bahaya sampah bagi lingkungan hidup. Dan Alhamdulilah, kesadaran ini sudah muncul. Bahkan, sudah menjadi karakter. Jika hari ini, masih ditemukan satu dua sampah di jalan raya Nagari Situjuah Batua, dapat dipastikan, itu bukan sampah yang dibuang masyarakat. Tapi sampah yang kadang dilempar oleh pengendara,” kata Kepala Jorong Tangah Situjuah Batua, MA Dt Paduko Rajo Nan Kuniang. (*/rel)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Untuk Tingkatkan Pelayanan, RSUD Sijunjung Tampung Kritik Dan Saran Masyarakat

Sijunjung, beritasumbar.com - Pada usia yang relatif muda keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung memerlukan perbaikan dan peningkatan dari semua sisi,  guna memberikan...
- Advertisement -

Berusaha Kabur, DPO Narkoba Ini Tewas Ditembak Polisi

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- E Pria 32 tahun asal Simalanggang Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota tewas terkena timah panas Tim Satresnarkoba Polres Limapuluh Kota. Pria yang berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang) tersebut berusaha meloloskan diri dari kepungan pihak berwajib pada Selasa 13/4 kemaren dengan meloncat dari lantai 2 rumahnya.

Etika Politik Koalisi PKS dan PAN Dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

Kota Padang sudah resmi memiliki walikota. Sejak dilantiknya Hendri Septa pada tanggal 7 April 2021. Dimana sebelumnya Hendri Septa menjabat sebagai wakil walikota dan selanjutnya pelaksana tugas Walikota Padang. Posisi tersebut ditempatinya untuk mengisi kekosongan setelah Buya Mahyeldi Ansharullah dilantik sebagai Gubernur Sumbar.
- Advertisement -

Satlantas Polres Pariaman Amankan pelaku Balap Liar

Pariaman, beritasumbar.com,-Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pariaman kembali amankan puluhan kendaraan roda dua yang ditunggangi para Anak Baru Gede (ABG) yang hendak melakukan aksi balap liar di kawasan By Pass Kota Pariaman,Sabtu (malam) 17/4/2021.

Sarang Tawon Di Depan SPBU Ngalau Dibasmi Damkar Payakumbuh

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Keberadaan sarang tawon di pohon pelindung tepatnya di depan SPBU Ngalau, Jalan Soekarno Hatta sangat meresahkan warga. Hal itu diketahui berawal dari postingan di grup facebook Informasi Payakumbuh dan Limapuluh Kota, ada warga yang mengingatkan pengendara untuk hati-hati dengan adanya keberadaan sarang tawon tersebut pada Sabtu, 10 April 2021 sore.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

LAZIS Caturbakti Sumatera Barat Luncurkan Launching Event di Ramadhan 1442 H

Gn.Pangilun-Padang, LAZIS Caturbakti Sumatera Barat mengadakan program Sebarkan Barokah Ramadhan (SABAR) perdana pada Jumat pertama Ramadhan 1442 H hari ini (16/4/2021), kegiatan berlangsung...

Luncurkan Program Lumbung Air Wakaf, Wako Payakumbuh Apresiasi ACT

Payakumbuh, beritasumbar.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan program Lumbung Air Wakaf di Halaman PT. Multi Rezeki Selaras, di Kelurahan Padang Data Tanah Mati, Kecamatan...

Untuk Tingkatkan Pelayanan, RSUD Sijunjung Tampung Kritik Dan Saran Masyarakat

Sijunjung, beritasumbar.com - Pada usia yang relatif muda keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung memerlukan perbaikan dan peningkatan dari semua sisi,  guna memberikan...

Berusaha Kabur, DPO Narkoba Ini Tewas Ditembak Polisi

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- E Pria 32 tahun asal Simalanggang Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota tewas terkena timah panas Tim Satresnarkoba Polres Limapuluh Kota. Pria yang berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang) tersebut berusaha meloloskan diri dari kepungan pihak berwajib pada Selasa 13/4 kemaren dengan meloncat dari lantai 2 rumahnya.

Diusia 180 Tahun Usung Perwujudan Limapuluh Kota Yang Madani,Beradar dan Berbudaya Dengan Mematuhi Protokol Kesehatan

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan satu dari sembilan belas Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat yang memiliki luas wilayah 3.354,30 Km² . Kabupaten Lima Puluh kota terdiri dari 13 Kecamatan, 79 Nagari, dan 401 Jorong.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI / Kepala Bappenas Suharso Monoarfa Kunjungi Lima Puluh Kota

Lima puluh Kota, BeritaSumbar.com,- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI / Kepala Bappenas Suharso Monoarfa melaksanakan kunjungan ke Kabupaten Lima Puluh Kota, Jumat, (9/4/2021). Turut hadir Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Anggota DPR RI Rezka Oktoberia dan Nurhayati, Bupati Lima Puluh Kota, Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Forkopimda, dan Kepala OPD.

Pasca Bencana Angin Kencang, Kantor Wali Nagari Sungai Balantiak Belum Diperbaiki.

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- Angin kencang yang terjadi beberapa hari yang lalu mengakibatkan rusaknya Kantor Walinagari Sungai Balantiak Kecamatan Akabiluru Kabupaten 50Kota. Sebagian atap kantor tersebut terbang dibawa angin dan salah satu gonjongnya patah.

Atlit Tenis Meja Limapuluh Kota Lolos Ke Tingkat Nasional di Ajang Pekan Olahraga Pelajar

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com, - Atlit tenis meja putri asal Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Ulfah Septy Annisa, dipastikan lolos ke tingkat nasional dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) yang digelar di Kota Padang sejak 6-8 April 2021 kemarin.

Polres Sijunjung Beri Penghargaan Untuk Personil-Masyarakat Yang Penanganan Tindak Kejahatan

Sijunjung, beritasumbar.com - Kapolres Sijunjung AKBP Andry Kurniawan SIK.M.Hum memberikan apresiasi berupa reward/penghargaan berupa sertifikat kepada enam orang masyarakat dan 29 personel polres setempat atas...

Mengintip Pemilihan Legislatif Tingkat Nagari Di Simpang Kapuak Dalam Kabupaten Lima Puluh Kota

Lima Puluh Kota, beritasumbar.com - Pada Rabu (7/4) puluhan warga Jorong Lobuah Tunggang Nagari Simpang Kapuak berbondong-bondong menuju bangunan Taman Kanak-kanak (TK) yang terletak...
- Advertisement -