24 C
Padang
Selasa, November 30, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

LIMAPIA Minta SKB 3 Menteri Direvisi
L

Kategori -
- Advertisement -

Pariaman, BeritaSumbar.com,- kasus demi kasus dalam dunia pendidikan mulai terviralkan khususnya terjadi pada salah satu sekolah yang berada di provinsi sumatra Barat yang dikabarkan bahwa seorang peserta didik mendapatkan perlakuan yang seharusnya tidak didapatkannya.

Namun atas catatan kejadian dunia pendidikan mendapatkan respon dari seluruh lapisan pemerintah sampai kepada masyarakat Indonesia, sehingga tiga menteri merespon dan mengeluarkan surat keputusan bersama yakni menteri pendidikan, menteri agama, mentri dalam negeri yaitu tentang PENGGUNAAN PAKAIAN SERAGAM DAN ATRIBUT BAGI PESERTA DIDIK, PENDIDIK, DAN TENAGA KEPENDIDIKANDI LINGKUNGAN SEKOLAH YANG DISELENGGARAKAN PEMERINTAH DAERAHPADA JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
.
Putra atau yang dikenal dengan Rahman selaku Lingkaran Mahasiswa Piaman mengatakan SKB3 menteri terkait seragam dan atribut civiitas pendidikan ini akan menjadikan suatu kontroversi dan bahkan bisa kegagalan Undang-Undang sistem pendidikan Nasional terutama pasal 1 point 1, 2 dan 3. Selain itu Undang-Undang SISDIKNAS yang mempunyai tujuannya yang tertera pada pasal 3 menjadikan peserta didik menjadi beriman dan bertakwa serta menghilangkan haknya khusus untuk peserta didik mendapatkan ajaran yang sesuai dengan pasal 12.

Selain UU 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS ada peraturan menteri pendidikan No 21 tahun 2015 trntang gerakan pembudayaan karakter disekolah sebagai dasar sekolah membuat kegiatan pembiasaan sikap dan perilaku positif yang diatur pasal 1 point 1 dan 3 serta pasal 4 tentang etika, estetika dan sopan santun.

Lalu ia menambahkan bahwa SKB3 menteri agama, mendikbud, dan mendagri ia mengkhawatirkan ketika tidak diberikan kesempatan sekolah dalam hal seragam dan atribut untuk mengatur pemakaian seragam sekolah sebab kita ketahui bersama bahwa zaman ini kenakalan remaja sedang eksis dikalangan pelajar, sehingga jika SKB3 tersebut yang dikhawatirkan adalah masalah hak peserta didik, pendidik, dll serta kepercayaan yang dianut makan poin-point tersebut agar diubah atau dikecualikan pada hal kepercayaan, tetapi tetap mempunyai nilai etika, estetika dan sopan santun.

Rahman menutup statmen meminta kepada Menteri terkait yang mengeluarkan SKB 3 Kementerian untuk mengubah poin tersebut dengan penggunaan seragam dan atribut dengan dimasukkan kata sesuai dengan Undang-undang SISDIKNAS dan peraturan menteri pendidikan no 21 tahun 2015 tentang gerakan pembudayaan karakter sekolah sehingga ke khawatiran kami selaku mahasiswa tidak terjadi akan kenakalan remaja sebab sudah di bentengi kebiasaan mulai dari jenjang pendidikan dan masyakat serta mengajak Organisasi kemasyarakatan, Guru, Organisasi kepemudaan, Organisasi kemahasiswaan untuk menjadi garda terdepan untuk menjadi generasi bangsa yang memiliki etika, estetika dalam berpakaian dan sopan santun dalam berbangsa dan bernegara. ujarnya Selaku LIMAPIA

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img