25.3 C
Padang
Sunday, November 1, 2020

Konsumsi Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Di Masa Pandemi Covid-19

Padang,-Covid19 telah menyebar hampir di seluruh negara di dunia dan ditetapkan sebagai pandemi global pada tanggal 11 Maret 2020. Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pertanggal 22 Mei 2020 jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid19 mencapai 5.128.492 orang dengan total jumlah kematian 333.489 jiwa di 188 negara/region di seluruh dunia. Amerika Serikat menempati posisi pertama dengan total kasus 1.577.758 orang dengan jumlah kematian 94.729 jiwa, sedangkan Indonesia berada diurutan 32 dengan total kasus sebanyak 20.796 dengan kematian 1.326 jiwa.

Pandemi Covid19 tidak hanya menyebabkan kehilangan jiwa tapi juga berdampak terhadap sektor strategis seperti, industri, perdagangan, pertanian, pariwisata, pendidikan serta keamanan. Dalam rangka menekan pertambahan jumlah kasus positf Covid19 di Indonesia berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah baik berupa instruksi untuk melakukan pembatasan wilayah maupun himbauan kepada masyarakat untuk tetap berdiam diri di rumah, bekerja, belajar dan beribadah dari rumah, menjaga kebersihan diri dan menerapkan pola hidup sehat.
Konsumsi makanan yang bergizi dengan kandungan karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan serat secara seimbang diharapkan mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Beberapa jenis tanaman diketahui selain mengandung nutrisi yang tinggi juga menghasilkan senyawa fitokimia yang bermanfaat bagi tubuh, Salah satunya adalah tanaman Kelor (Moringa oleifera Lam.).

Masyarakat sudah tidak asing lagi dengan tanaman ini, bahkan ada pepatah yang menyatakan “Dunia Tidak Selebar Daun Kelor”. meskipun tanaman ini memilki ukuran daun yang kecil sekitar 1 cm, namun ternyata menyimpan manfaat yang luar biasa untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh sekaligus digunakan untuk membantu mengobati berbagai penyakit. Bangsa Indian, Afrika, dan Tiongkok sudah lama menggunakan ekstrak kelor sebagai campuran obat herbal, bahkan di Eropa tanaman ini dikenal sebagai “Miracle Tree”  tanaman ajaib yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Secara botani Moringa oleifera Lam. termasuk dalam famili Moringaceae yang berasal dari daratan India. Kandungan nutrisi yang tinggi terdapat pada organ daun, buah muda dan biji. Dikutip dari laman Sciencedirect pada jurnal Food Science and Human Wellness melaporkan kelor mengandung vitamin C 7 kali lebih tinggi dibandingkan jeruk, vitamin A 10 kali lebih tinggi dibandingkan wortel, kalsium 17 kali lebih tinggi dibandingkan susu, protein 9 kali lebih tinggi dibandingkan yogurt, posfor 15 kali lebih tinggi dibandingkan pisang, zat besi 25 kali lebih tinggi dibandingkan bayam, mengandung zink sebanyak 25,5 – 31,03 mg/kg, vitamin B (folic acid, pyridoxine, nicotinic acid), vitamin D dan vitamin E. Tanaman ini sangat berpotensi dan saat ini secara efektif digunakan untuk mengatasi malnutri di beberapa wilayah di dunia terutama di Afrika.

Kelor juga mengandung phytosterol seperti stigmasterol, sitosterol dan kompesterol yang berperan sebagai prekursor dari hormon estrogen yang menstimulasi kelenjar susu untuk memproduksi ASI. Kandungan kalsium dan zat besi pada kelor dapat mencukupi kebutuhan selama masa kehamilan. Kelor juga diketahui rendah kalori sehingga dapat digunakan untuk program diet bagi penderita obesitas.

Penelitian melaporkan bahwa kelor mampu membantu penyembuhan penyakit diantaranya : Sebagai anti diabetes, kelor diketahui mampu membantu penyembuhan penderita diabetes tipe 1 dan 2. Kandungan antioksidan pada kelor mampu mengendalikan kadar Reaktive Oxygen Species (ROS) yang memicu diabetes;  Anti kanker, ekstrak kelor yang mengandung senyawa kimia glucosinolate, niazimicin dan benzyl isothiocyanate dapat menghambat pertumbuhan sel kanker; Kelor juga dapat digunakan sebagai Neuroprotektan pada otak; meningkatkan kadar protein dan menurunkan kadar urea serta creatinine di darah sehingga berpotensi mencegah kerusakan ginjal; Kelor diketahui menurunkan produksi asam lambung penderita tukak lambung mencapai 86.15 persen sehingga bisa digunakan sebagai antiulcer; Kelor mampu mengurangi radang sendi dengan menurunkan TNF alpha dan IL-1 yang menjadi penyebab rheumatoid ; Kandungan senyawa pterygospermin, moringine dan benzyl isothiocynate pada biji kelor dapat digunakan sebagai antimikroba yang menghambat perkembangan patogen seperti Bacillus subtilis, Shaphylococcus aureus dan Vibrio kolera ; Kandungan palmitik acid, linolenic acid, linoleic acid dan oleic acid pada biji kelor dapat mengontrol kolesterol.

Potensi Kelor sebagai Antivirus
Dikutip dari laman Sciencedirect pada South African Journal of Botani yang menyatakan bahwa ekstrak daun, buah dan biji kelor memiliki potensi untuk meningkatkan imunitas tubuh dan menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Kandungan senyawa kimia yang diduga menghambat perkembangan virus diantaranya : Ellagenic acid, Aurantiamid acetate, benzyl glucosinolate, beta amyrin, benzyl isothiocyanate, Dibutyl phthalate, pterygospermin, Apigenin, Chrysin, Myricetin, Quercetin, dan Chologenic acid.

Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun kelor mampu meningkatkan imunitas tubuh penderita HIV. Ekstrak kelor juga diketahui membantu penyembuhan penyakit HSV (Herpes Suplex Virus) yang disebabkan oleh virus Herpes viridae; HBV yang mengakibatkan penyakit Hepatitis B, FMDV (Foot and Mouth Disease Virus), EBV (Epstein Barr Virus) dan NDV (Newcastle Disease Virus) dengan cara menghambat replikasi virus dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sejalan dengan hal diatas, dikutip dari Australian Journal of Basic and Applied Sciences, ekstrak kelor dilaporkan mampu membantu penyembuhan penyakit RSV (Respiratory syncytial virus) yang menyebabkan bronchiolitis dan pneumonia sehingga terjadi ganguan pada pernapasan.

Meskipun tanaman kelor memiliki manfaat yang sangat banyak, namun dosis rekomendasi disarankan tidak lebih dari 70 g/hari karena kandungan zat besi yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan hemochromatosis.

Budidaya Kelor
Tanaman kelor dapat tumbuh hampir pada semua jenis tanah, bahkan di lahan marginal seperti tanah ultisol, tanah berpasir, tanah dengan salinitas tinggi dan lahan bekas tambang. Tanaman ini dapat hidup didaerah dengan curah hujan 250-3000 mm/tahun, artinya kelor mampu adaptif tumbuh di daerah kering sampai basah. Beberapa penelitian melaporkan pemberian pupuk baik berupa pupuk anorganik maupun oirganik mampu meningkatkan nutrisi pada tanaman kelor. Masyarakat pedesaan biasanya menanam tanaman kelor sebagai tanaman pagar untuk dijadikan konsumsi sayuran dan hijauan ternak. Kelor dapat diperbanyak menggunakan organ generatif yaitu benih dan vegetatif melalui setek.

Penyediaan sayuran hijau yang bergizi tinggi secara mandiri tidak hanya dapat dilakukan oleh masyarakat pedesaan namun juga memungkinkan dilakukan oleh masyarakat perkotaan meskipun dengan kepemilikan lahan yang kecil. Urban Farming merupakan salah satu solusi yang bisa dilakukan. Budidaya kelor dapat dilakukan secara vertikultur atau menggunakan pot sebagai wadah penanaman. Budidaya kelor secara mandiri di rumah tangga akan menjamin ketersediaan bahan makanan berkualitas yang mampu meningkatkan imunitas tubuh dimasa pandemi Covid 19.

Oleh: Ryan Budi Setiawan SP, M. Si
(Dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Diusung PKS, Sultani Hadiri Wirid Yasinan Pagaruyung

Calon wakil bupati H. Sultani S.Pt yang diusung serta sekaligus kader PKS, turut hadiri wirid yasinan bersama masyarakat pagaruyung pada sabtu (...

Pam Tigo Payakumbuh Akan Berlakukan Sistem Zonasi Untuk Tingkatkan Kekuatan Air

Payakumbuh BeritaSumbar - Perusahaan Air Minum Tirta Sago (Pam Tigo) Kota Payakumbuh akan melakukan sistem zonasi dalam pendistribusian agar dapat meningkatkan kekuatan...

Club Sepak Bola LPPKI FC Ikut Ambil Bagian Dalam Turnamen U-14

Padang,- Club sepak bola LPPKI FC turut ambil bagian dalam kejuaraan sepak bola U-14 memperebutkan Piala SIWO PWI Sumatra Barat yang diselenggarakan...

Menepis Mitos Menjelang Hadirnya Vaksin COVID-19

Pemerintah Indonesia berencana akan memulai vaksinasi COVID-19 pada bulan Desember 2020. Setidaknya ada tiga kandidat vaksin COVID-19 yang bakal masuk ke RI pada November...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Pecah Rekor Positif Covid-19 Di Payakumbuh, Muncul Klaster Tahanan Polisi

Payakumbuh, www.beritasumbar.com - Kasus Covid-19 di Kota Payakumbuh pecah rekor, dimana pada pada Jumat, 30/10 terkonfirmasi 30 orang warga positif virus corona...

Menepis Mitos Menjelang Hadirnya Vaksin COVID-19

Pemerintah Indonesia berencana akan memulai vaksinasi COVID-19 pada bulan Desember 2020. Setidaknya ada tiga kandidat vaksin COVID-19 yang bakal masuk ke RI pada November...

Pilkada 2020 serentak, Menyerahkan Keselamatan Raga Atau Hak Suara

Pilkada 2020 akan dilaksanakan sebentar lagi secara serentak. Tentunya dengan protokol kesehatan yang sangat ketat pada pandemi wabah Covid-19 masih dianggap sangat...

Sri Rejeki Si Primadona Pembawa Rezeki di Tengah Pandemi

Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan ibu-ibu saat ini, siapa lagi kalau bukan Sri Rejeki atau kita...
- Advertisement -