25 C
Padang
Sabtu, April 17, 2021
Beritasumbar.com

Konsumsi Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Di Masa Pandemi Covid-19
K

Padang,-Covid19 telah menyebar hampir di seluruh negara di dunia dan ditetapkan sebagai pandemi global pada tanggal 11 Maret 2020. Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pertanggal 22 Mei 2020 jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid19 mencapai 5.128.492 orang dengan total jumlah kematian 333.489 jiwa di 188 negara/region di seluruh dunia. Amerika Serikat menempati posisi pertama dengan total kasus 1.577.758 orang dengan jumlah kematian 94.729 jiwa, sedangkan Indonesia berada diurutan 32 dengan total kasus sebanyak 20.796 dengan kematian 1.326 jiwa.

Pandemi Covid19 tidak hanya menyebabkan kehilangan jiwa tapi juga berdampak terhadap sektor strategis seperti, industri, perdagangan, pertanian, pariwisata, pendidikan serta keamanan. Dalam rangka menekan pertambahan jumlah kasus positf Covid19 di Indonesia berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah baik berupa instruksi untuk melakukan pembatasan wilayah maupun himbauan kepada masyarakat untuk tetap berdiam diri di rumah, bekerja, belajar dan beribadah dari rumah, menjaga kebersihan diri dan menerapkan pola hidup sehat.
Konsumsi makanan yang bergizi dengan kandungan karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan serat secara seimbang diharapkan mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Beberapa jenis tanaman diketahui selain mengandung nutrisi yang tinggi juga menghasilkan senyawa fitokimia yang bermanfaat bagi tubuh, Salah satunya adalah tanaman Kelor (Moringa oleifera Lam.).

Masyarakat sudah tidak asing lagi dengan tanaman ini, bahkan ada pepatah yang menyatakan “Dunia Tidak Selebar Daun Kelor”. meskipun tanaman ini memilki ukuran daun yang kecil sekitar 1 cm, namun ternyata menyimpan manfaat yang luar biasa untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh sekaligus digunakan untuk membantu mengobati berbagai penyakit. Bangsa Indian, Afrika, dan Tiongkok sudah lama menggunakan ekstrak kelor sebagai campuran obat herbal, bahkan di Eropa tanaman ini dikenal sebagai “Miracle Tree”  tanaman ajaib yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Secara botani Moringa oleifera Lam. termasuk dalam famili Moringaceae yang berasal dari daratan India. Kandungan nutrisi yang tinggi terdapat pada organ daun, buah muda dan biji. Dikutip dari laman Sciencedirect pada jurnal Food Science and Human Wellness melaporkan kelor mengandung vitamin C 7 kali lebih tinggi dibandingkan jeruk, vitamin A 10 kali lebih tinggi dibandingkan wortel, kalsium 17 kali lebih tinggi dibandingkan susu, protein 9 kali lebih tinggi dibandingkan yogurt, posfor 15 kali lebih tinggi dibandingkan pisang, zat besi 25 kali lebih tinggi dibandingkan bayam, mengandung zink sebanyak 25,5 – 31,03 mg/kg, vitamin B (folic acid, pyridoxine, nicotinic acid), vitamin D dan vitamin E. Tanaman ini sangat berpotensi dan saat ini secara efektif digunakan untuk mengatasi malnutri di beberapa wilayah di dunia terutama di Afrika.

Kelor juga mengandung phytosterol seperti stigmasterol, sitosterol dan kompesterol yang berperan sebagai prekursor dari hormon estrogen yang menstimulasi kelenjar susu untuk memproduksi ASI. Kandungan kalsium dan zat besi pada kelor dapat mencukupi kebutuhan selama masa kehamilan. Kelor juga diketahui rendah kalori sehingga dapat digunakan untuk program diet bagi penderita obesitas.

Penelitian melaporkan bahwa kelor mampu membantu penyembuhan penyakit diantaranya : Sebagai anti diabetes, kelor diketahui mampu membantu penyembuhan penderita diabetes tipe 1 dan 2. Kandungan antioksidan pada kelor mampu mengendalikan kadar Reaktive Oxygen Species (ROS) yang memicu diabetes;  Anti kanker, ekstrak kelor yang mengandung senyawa kimia glucosinolate, niazimicin dan benzyl isothiocyanate dapat menghambat pertumbuhan sel kanker; Kelor juga dapat digunakan sebagai Neuroprotektan pada otak; meningkatkan kadar protein dan menurunkan kadar urea serta creatinine di darah sehingga berpotensi mencegah kerusakan ginjal; Kelor diketahui menurunkan produksi asam lambung penderita tukak lambung mencapai 86.15 persen sehingga bisa digunakan sebagai antiulcer; Kelor mampu mengurangi radang sendi dengan menurunkan TNF alpha dan IL-1 yang menjadi penyebab rheumatoid ; Kandungan senyawa pterygospermin, moringine dan benzyl isothiocynate pada biji kelor dapat digunakan sebagai antimikroba yang menghambat perkembangan patogen seperti Bacillus subtilis, Shaphylococcus aureus dan Vibrio kolera ; Kandungan palmitik acid, linolenic acid, linoleic acid dan oleic acid pada biji kelor dapat mengontrol kolesterol.

Potensi Kelor sebagai Antivirus
Dikutip dari laman Sciencedirect pada South African Journal of Botani yang menyatakan bahwa ekstrak daun, buah dan biji kelor memiliki potensi untuk meningkatkan imunitas tubuh dan menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Kandungan senyawa kimia yang diduga menghambat perkembangan virus diantaranya : Ellagenic acid, Aurantiamid acetate, benzyl glucosinolate, beta amyrin, benzyl isothiocyanate, Dibutyl phthalate, pterygospermin, Apigenin, Chrysin, Myricetin, Quercetin, dan Chologenic acid.

Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun kelor mampu meningkatkan imunitas tubuh penderita HIV. Ekstrak kelor juga diketahui membantu penyembuhan penyakit HSV (Herpes Suplex Virus) yang disebabkan oleh virus Herpes viridae; HBV yang mengakibatkan penyakit Hepatitis B, FMDV (Foot and Mouth Disease Virus), EBV (Epstein Barr Virus) dan NDV (Newcastle Disease Virus) dengan cara menghambat replikasi virus dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sejalan dengan hal diatas, dikutip dari Australian Journal of Basic and Applied Sciences, ekstrak kelor dilaporkan mampu membantu penyembuhan penyakit RSV (Respiratory syncytial virus) yang menyebabkan bronchiolitis dan pneumonia sehingga terjadi ganguan pada pernapasan.

Meskipun tanaman kelor memiliki manfaat yang sangat banyak, namun dosis rekomendasi disarankan tidak lebih dari 70 g/hari karena kandungan zat besi yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan hemochromatosis.

Budidaya Kelor
Tanaman kelor dapat tumbuh hampir pada semua jenis tanah, bahkan di lahan marginal seperti tanah ultisol, tanah berpasir, tanah dengan salinitas tinggi dan lahan bekas tambang. Tanaman ini dapat hidup didaerah dengan curah hujan 250-3000 mm/tahun, artinya kelor mampu adaptif tumbuh di daerah kering sampai basah. Beberapa penelitian melaporkan pemberian pupuk baik berupa pupuk anorganik maupun oirganik mampu meningkatkan nutrisi pada tanaman kelor. Masyarakat pedesaan biasanya menanam tanaman kelor sebagai tanaman pagar untuk dijadikan konsumsi sayuran dan hijauan ternak. Kelor dapat diperbanyak menggunakan organ generatif yaitu benih dan vegetatif melalui setek.

Penyediaan sayuran hijau yang bergizi tinggi secara mandiri tidak hanya dapat dilakukan oleh masyarakat pedesaan namun juga memungkinkan dilakukan oleh masyarakat perkotaan meskipun dengan kepemilikan lahan yang kecil. Urban Farming merupakan salah satu solusi yang bisa dilakukan. Budidaya kelor dapat dilakukan secara vertikultur atau menggunakan pot sebagai wadah penanaman. Budidaya kelor secara mandiri di rumah tangga akan menjamin ketersediaan bahan makanan berkualitas yang mampu meningkatkan imunitas tubuh dimasa pandemi Covid 19.

Oleh: Ryan Budi Setiawan SP, M. Si
(Dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Luncurkan Program Lumbung Air Wakaf, Wako Payakumbuh Apresiasi ACT

Payakumbuh, beritasumbar.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan program Lumbung Air Wakaf di Halaman PT. Multi Rezeki Selaras, di Kelurahan Padang Data Tanah Mati, Kecamatan...
- Advertisement -

Pasca Bencana Angin Kencang, Kantor Wali Nagari Sungai Balantiak Belum Diperbaiki.

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- Angin kencang yang terjadi beberapa hari yang lalu mengakibatkan rusaknya Kantor Walinagari Sungai Balantiak Kecamatan Akabiluru Kabupaten 50Kota. Sebagian atap kantor tersebut terbang dibawa angin dan salah satu gonjongnya patah.

Dipercaya Jadi Pengisi Soundtrack Film, Heniikun Bay Optimis Rilis Album Trilogy ke Dua

Eksistensi Heniikun Bay punya daya tarik tersendiri bagi para penikmat musik di Tanah Air pada saat ini. Kesuksesan grup musik asal Kota Yogyakarta tersebut merilis Extended Play (EP) album trilogy pertama Hexalogy Yakin Wae, membuat mereka optimis untuk meluncurkan album trilogy ke dua yang akan dirilis pada Senin 12 April 2021 di channel YouTube Prima Founder TV.
- Advertisement -

Gubernur Sumatra Barat Serahkan Sertifikat Hafiz Qur’an Kepada Santri PontrenMu Kauman

Padangpanjang, BeritaSumbar.com,- H. Mahyeldi, SP menyerahkan sertifikat tanda kelulusan sebanyak 128 bagi para penghafal Qur’an yang merupakan santriwan - Santriwati Pondok Pesantren Muhammadiyah (PontrenMu) Kauman Padang Panjang.

Sarang Tawon Di Depan SPBU Ngalau Dibasmi Damkar Payakumbuh

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Keberadaan sarang tawon di pohon pelindung tepatnya di depan SPBU Ngalau, Jalan Soekarno Hatta sangat meresahkan warga. Hal itu diketahui berawal dari postingan di grup facebook Informasi Payakumbuh dan Limapuluh Kota, ada warga yang mengingatkan pengendara untuk hati-hati dengan adanya keberadaan sarang tawon tersebut pada Sabtu, 10 April 2021 sore.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Untuk Tingkatkan Pelayanan, RSUD Sijunjung Tampung Kritik Dan Saran Masyarakat

Sijunjung, beritasumbar.com - Pada usia yang relatif muda keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung memerlukan perbaikan dan peningkatan dari semua sisi,  guna memberikan...

Etika Politik Koalisi PKS dan PAN Dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

Kota Padang sudah resmi memiliki walikota. Sejak dilantiknya Hendri Septa pada tanggal 7 April 2021. Dimana sebelumnya Hendri Septa menjabat sebagai wakil walikota dan selanjutnya pelaksana tugas Walikota Padang. Posisi tersebut ditempatinya untuk mengisi kekosongan setelah Buya Mahyeldi Ansharullah dilantik sebagai Gubernur Sumbar.

MARI EFEKTIFKAN LAGI LIMBAGO USALI DI SETIAP NAGARI…!

"SEBAGAI salah seorang yang pertama menggulirkan wacana gagasan "Baliak Banagari"di tahun 1990-an silam (waktu itu beberapa kali saya tulis di Skh. Singgalang yang kemudian direspon banyak pihak sehingga bergulir menjadi polemik konstruktif-pen), menurut Mak Yum apa pangka bala (sumber utama malapetaka atau yang menyebabkan) gagalnya agenda Baliak Banagari yang telah dijalankan sejak tahun 2000?" tanya seorang peserta seminar nasional tentang Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di Museum Adityawarman Padang, tahun 2016 lalu.

TAN GINDO; DALAM DILEMA KEHIDUPAN

“Sudah jatuh tertimpa tangga,dibunuh anak mati induknya, dibunuh induk mati anaknya,begitulah masalah kehidupan mejadi dilemamaka ambil lah hikamah dan kebijksanaankarena dia hanya seperti dua...

Tanpa Kantongi Izin, Wako Erman Safar agar Pertimbangkan Pengoperasian RSUD Bukittinggi

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Pemerintahan Kota Bukittinggi di bawah kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota, Erman Safar - Marfendi, agaknya perlu untuk mengkaji kembali...

USTADZ GURU; SANG KOMANDAN

“Pandai mengeluh sudah bawaan manusiaTak dipelajari sepertinya dia datang sendiriTapi jiwa optimis harus dilatih dan ditumbuhkanSebab alam mengajarkan semua makluk bisa bertahanBahkan manusia bisa...

CURHAT NYI BLORO; RATU LAUT KIJING

“Berani karena benar, takut karena salah,Rajin pangkal pandai (pintar), bisa karena biasa,Hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin,Maka pelajarilah sebab musababnya itu,& berharaplah takdir bisa...

BANGKITKAN KESADARAN !

“Dunia pasti berobah dan Kiamat pasti kan terjadi juaKebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa pasti silih bergantiBegitu juga bergulir para penguasa, atas nama jabatan dan...

Dirujuk ke RS M Djamil, Pasien Lutut Besar Dibezuk Danlantamal Padang

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Bintang Herlambang (18), pasien lutut membesar sebesar bola kaki karena kanker stadium 4, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit M. Djamil Padang...

SEBERKAS CAHAYA DI BUMI MEMPAWAH

“Segelap apapun dunia ini, pasti ada cahayaTergantung bagaimana kita menerimanyaKarena kita manusia dibekali akal fikiranOrang bijak kata; jika tak ada kayu rotanpun jadiMaka, setelah...
- Advertisement -