Walikota Payakumbuh Riza Falepi dan Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf. Trisno Widodo, sama-sama berkomitmen menyukseskan program nasional pencanangan membuat sejuta biopori di Kota Payakumbuh. Menurut rencana, launching pencanangan biopori itu akan dilakukan dalam acara di Ruang Terbuka Hijau Pasar Ibuah, pertengahan September nanti.
Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan peneliti IPB, dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik, guna menghasilkan kompos, jelas Dandim Trisno, dalam acara sosialisasi biopori di Balaikota Payakumbuh, Senin (8/9).
Menurut dandim, sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori.
Program tersebut dicanangkan TNI bersama Pemko, dan dalam rangkaian HUT TNI ke-69/2014 ini, pembuatan biopori harus dilakukan serentak oleh seluruh lapisan masyarakat, jajaran pemerintah, sekolah dan perguruan tinggi serta elemen masyarakat lainnya. “Target kita sejuta biopori harus terwujud, meski wilayah kota tidak terlalu luas seperti daerah kabupaten,” tegas walikota.
Keseriusan Walikota Riza Falepi dan Wawako Suwandel Muchtar, menyikapi program pencanangan biopori, diapresiasi Dandin Trisno Widodo. Malahan, Dandim setuju membuat perjanjian kerjasama dengan Pemko, bahwa biopori menjadi persyaratan dalam pengurusan IMB. Masyarakat harus didorong untuk berpartisipasi dalam memelihara lingkungan dan resapan air, ungkap Dandim.
Pencanangan biopori di Payakumbuh, pertengahan September mendatang, akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, TNI/Polri, PNS, pelajar dan mahasiswa. Prajurit TNI pada kesempatan itu, akan mendemontrasikan membuat biopori dengan tekhnologi sederhana. Walikota meminta SKPD terkait, untuk menanggarkan alat membuat biopori, guna didistribusikan ke kelurahan dan sekolah tahun depan.