PENDAMPINGAN KESEHATAN MASYARAKAT DALAM PENGENDALIAN HIPERTENSI MELALUI PEMBERDAYAAN KELUARGA DI KOMPLEK TALAGO PERMAI KELURAHAN ALAI PARAK KOPI
Oleh: Ns. Yuanita Ananda, M.Kep
Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas
Padang,Beritasumbar.com,- Penyakit Hipertensi atau darah tinggi ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang sering kali merupakan satu-satunya gejala pada hipertensi esensial. Hipertensi sering disebut sebagai “the silent killer” karena sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak tahu kalau dirinya pengidap hipertensi tetapi kemudian mendapatkan dirinya sudah terdapat penyakit penyulit atau komplikasi dari hipertensi. Hipertensi merupakan penyebab utama kematian. Kejadian hipertensi ditemukan di berbagai negara maju maupun negara berkembang. Insidensi hipertensi yang terus meningkat, bahaya komplikasi yang ditimbulkan dan resiko pengobatan farmakologis secara jangka panjang merupakan dampak dari hipertensi tersebut.
Prevalensi penyakit hipertensi cenderung meningkat akhir-akhir ini. Hipertensi yang tidak ditangani dengan baik beresiko tinggi untuk terjadi komplikasi antara lain stroke, edema paru, serangan jantung, dan gagal ginjal. Penanganan hipertensi tidak hanya bergantung pada pengobatan medis, tetapi sangat dipengaruhi oleh gaya hidup dan lingkungan sosial khususnya peran keluarga. Peran keluarga sangat krusial dalam pengendalian hipertensi karena faktor gaya hidup dimulai dari rumah dan keluarga memiliki kendali langsung terhadap makanan yang dikonsumsi, waktu istirahat dan dorongan untuk melakukan olahraga. Serta kepatuhan minum obat dan kontrol rutin membutuhkan keterlibatan keluarga, dan kehadiran keluarga sangat penting dalam memberikan ketenangan, semangat dan kualitas hidup lebih baik
Oleh karena itu, sangat diperlukan sekali pemberian edukasi yang lebih mendalam kepada masyarakat. Untuk itu, kami tim dosen dari Fakultas Keperawatan Universitas Andalas yang terdiri dari Ns. Yuanita Ananda, M.Kep, Ns. Mulyanti Roberto Muliantino, M.Kep, Dr. Ns. Zifriyanthi Minanda Putri, M.Kep dan Ns. Muthmainnah, M.Kep, Rivany Marshanda Putri, Gea Amanda Ramadhani, Zidana Gusleti, Fathia Muthmaina, Nurul Irhamna melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada pendampingan kesehatan masyarakat dalam pengendalian hipertensi melalui pemberdayaan keluarga di komplek talago permai kelurahan alai parak kopi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif keluarga dalam mendeteksi dini serta mengendalikan tekanan darah anggota keluarganya.
Pendampingan ini mencakup berbagai aspek edukatif, seperti cara mengukur tekanan darah yang benar, pentingnya pengaturan pola makan rendah garam, aktivitas fisik teratur, hingga manajemen stres. Selain itu, keluarga juga diberi pelatihan mengenai pemantauan rutin tekanan darah dan pencatatan hasilnya dalam buku kontrol keluarga.
Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 3 Agustus 2025 di komplek talago permai kelurahan alai parak kopi. Kegiatan dimulai dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang peran pemberdayaan keluarga dalam merawat pasien dengan penyakit hipertensi kepada masyarakat kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan seperti tekanan darah, kolesterol, pemeriksaan kadar gula darah selanjutnya pemberian edukasi tentang peran pemberdayaan keluarga dalam merawat pasien dengan penyakit hipertensi Dan di akhir sesi dilakukan kembali post-test untuk mengukur pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi.
Kegiatan ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat Membantu Nagari Membangun (PKM-MNM) sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat. Diharapkan masyarakat yang mengikuti kegiatan ini dapat berbagi informasi (sharring) kepada masyarakat yang lain yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan ini sehingga prevalensi angka kejadian hipertensi dapat menurun dan masyarakat dapat melakukan aplikasi langsung untuk pencegahan hipertensi dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini juga memperkuat fungsi keluarga sebagai pilar utama dalam pencegahan penyakit tidak menular. Dengan pemahaman yang baik dan keterlibatan aktif keluarga, pengendalian hipertensi menjadi lebih efektif dan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi kelurahan lain dalam upaya pengendalian hipertensi berbasis keluarga. Kolaborasi antara masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah setempat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung gaya hidup preventif.