24 C
Padang
Senin, Oktober 25, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Kemenkominfo Kenalkan Istilah Generasi Alpha di Kota Sawahlunto
K

Kategori -
- Advertisement -

Sawahlunto,BeritaSumbar.com, — Generasi Alpha identik dengan teknologi digital. Di Kota Sawahlunto, Sumbar, peran orangtua mengayomi Generasi Alpha dijabarkan lewat Literasi Digital yang digagas Kemenkominfo baru-baru ini.

Sebagai salah satu narasumber webinar, Grace Amin, Psikolog sekaligus dosen President University dalam pemaparannya, menyebut istilah generasi alpha untuk kalangan anak yang lahir di era digital.

Kata Grace, generasi alpha sudah hidup di dunia dengan perkembangan teknologi yang pesat, gawai sudah menjadi bagian hidup sepenuhnya.

“Dengan umur anak gen alpha yang masih sangat muda, mereka mempengaruhi putaran ekonomi dunia. Namun dibalik kelebihan itu, mereka sangat membutuhkan peran dan kasih sayang orang tua,” jelasnya.

Dilanjutkan Grace, butuh strategi khusus untuk mendidik anak yang terlahir pada generasi ini.

“Agar mereka tumbuh menjadi anak yang mahir teknologi tetapi tetap menghargai nilai-nilai kekeluargaan, maka peran orang tua sangat diperlukan,” sebutnya.

Setiap orangtua, kata Grace, perlu memberikan pendidikan agama pada anak, ajarkan sopan santun, ajak anak bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

“Orangtua harus terus belajar, perhatikan rekam jejak digital anak, serta batasi anak dalam berkegiatan di media sosial,” tegasnya.

Guru Perhotelan dan Hubungan Industri SMK Bahagia Bandung, Tresnawati membahas privasi merupakan kehidupan pribadi, untuk bertindak tanpa paksaan, dan untuk mempertahankan kendali atas informasi pribadi sendiri.

“Ancaman yang dapat terjadi di internet, meliputi penipuan online, penipuan pishing, malware, bom e-mail, peretasan, spamming, pencucian uang eletronik, data diddling, dan sebagainya,” katanya.

Guru SMKN 1 Sawahlunto, Nepi Mulyadi memberikan materi seputar sasaran gerakan literasi digital di sektor tenaga pendidik.

“Partisipasi aktif tenaga pendidik dalam kegiatan literasi digital harus meningkat. Jumlah fasilitas sekolah harus pula mendukung, serta meningkatnya jumlah kegiatan literasi digital yang ada di sekolah,” katanya.

Narasumber terakhir, Kepala Sekolah SMKN 2 Sawahlunto, Nusriwati menjelaskan bermacam fasilitas di internet memungkinkan seseorang untuk bertindak etis atau tidak etis.

“Semua orang dapat berada di dunia digital, maka ikutilah aturan seperti dalam dunia nyata,” katanya.

Webinar ini diakhiri oleh Rani Apriliani, seorang nutrisionis, konten kreator, dan influencer dengan 10,3 ribu pengikut di media sosial. Rani menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber.(rel)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img