Bagi klub, tentu tata kelola dan bisnis pun berjalan sesuai regulasi dan mensejahterakan semua. Mulai dari urusan pertandingan, sponsorship, pembiayaan, dan selingkupnya pun menjadi strandar kesejahteraan klub dan pengurusnya.
Bidang seni, tata kelola kemasan berkesenian di Kota Payakumbuh harus kita siapkan kemasan yang beregulasi demi keberlangsungan seni itu sendiri. Tampilnya seni di panggung adalah produk. Sementara, proses pembinaan insan seni itu harus dijalankan dengan tata kelola yang tertata. Nah, produk seni ini nantinya, ditampilkan dalam kemasan yang populer dan berkelas.
Produk makanan. Kota Payakumbuh adalah gudangnya. Jika di Payakumbuh sekilo karak kaliang dihargai 17-19 ribu, sampai di daerah lain, dengan dibungkus rapi serta bermerk bisa 50 ribu. Bayangkan, selisih harga yang menjadi nilai tinggi ini, sayang kita lepas begitu saja. Kemasan yang prima akan meninggikan harga produk dan kualitasnya di mata pembeli ikut meningkat.
Bicara kemasan, menurut saya yang memang berlatar belakangpendidikan di bidang ekonomi dan kemasan, saya sudah terapkan di beberapa produk. Antara lain; produk rendang, makanan olahan, bumbu dapur, dan lainnya. Secara total, sampai ke penjualan pun harus kita kemas bersama sehingga masuk ke dunia bisnis digital yang kini mendunia.