Limapuluh Kota – Kelok Sembilan merupakan salah satu rute yang pernah dilewati oleh pebalap pada iven Tour de Singkarak karna keindahan serta keasrian alamnya.
Kurang perhatian dan pengawasan pemerintah serta instansi terkait membuat tempat wisata yang awalnya menarik menjadi rusak oleh deretan pedagang disisi jalan. Hal itu membuat pengunjung atau wisatawan manca negara maupun lokal kecewa dengan kondisi tersebut.

Pantauan beritasumbar.com dilokasi, sebagian kerusakan itu diakibatkan oleh sisi jalan yang diisi para pedagang, coretan dinding pagar jembatan dan juga sampah. Banyaknya sampah di kawasan tersebut menjadi pemandangan yang tidak baik. Hal itu akibat kurangnya tempat pembuangan sampah.
Seperti yang dikatakan Bobby, salah seorang pengunjung asal Jakarta, Selasa (18/10/2016). Ia mengaku mendapati pemandangan yang jauh berbeda dengan harapannya. “Saya lihat di internet jembatan ini cukup bagus, namun sampai disini, spot untuk berfoto dihalangi oleh pedagang, dan kerumunan para jasa fotografer yang menawarkan fotopun membuat kami risih, komplit pokoknya ada coretan dinding jembatan juga,” ungkapnya kecewa.
Dirinya berharap hal itu dapat membuat pihak terkait lebih memberikan pengawasan yang serius terhadap obyek yang menarik tersebut. “Semoga tidak banyak yang kecewa setelah berkunjung kesini,” harapnya.