Pasca Pemilihan Umum Legislatif di Payakumbuh, barang kebutuhan sehari-hari turun cukup signifikan, dibanding jelang Pileg 9 Apri lalu. Sepanjang Sabtu dan Minggu (12-13/4), ibu-ibu yang bebelanja di Pasar Tradisional Ibuah, cukup lega dengan turunnya sejumlah barang yang diperlukan mereka. “Kita senang, sejumlah sembako tidak melambung akibat Pileg,” kata Nicun dari Padang Tiakar Mudik, Payakumbuh Timur.

Ditemui di Pasar Ibuah, Minggu, ibu dua anak ini mengatakan, harga bawang turun dari Rp20.000 menjadi Rp18.000/Kg, cabe turun dari Rp20.000 menjadi Rp17.000/Kg, beras turun dari 10.500 menjadi Rp10.000/Kg. Sedangkan, harga daging masih stabil Rp90.000/Kg, sama dengan minyak goreng Rp12.000/Kg.

Tidak hanya Nicun yang mengaku senang dengan stabilnya harga barang keperluan dapur ini, tapi juga dialami ibu-ibu lainnya. Sebut saja Ani dari Koto nan Gadang dan Yusma dari Lundang Parit Rantang. Ketiganya sangat senang, Pemilu di Payakumbuh tidak membuat harga kebutuhan sehari-sehari mengalami kenaikan. Mudah-mudahan, pemko mampu memelihara atau menstabilkan harga sembako, kata ketiga ibu-ibu tersebut.

Kepala Dinas Koperindag Payakumbuh Indra Syofyan, ketika dihubungi, membenarkan, tidak ada gejolak harga barang keperluan dapur akibat Pileg. “Tak ada dampak dari Pileg, harga sembako relatif stabil di Pasar Ibuah Payakumbuh<” sebutnya.

Menurut Indra Syofyan, kenaikan harga cabe, bawang atau kentang dan kebutuhan lainnya, bukan disebabkan sebuah iven atau Pileg. Melainkan, dengan ketersediaan barang itu sendiri. Menurutnya, turunnya harga cabe dan bawang, karena kedua komunitas tersebut tengah panen raya. Nyaris di semua daerah penghasil cabe, lagi melakukan panen serentak. “Kemungkinan, jelang puasa Ramadhan, sekitar 2 bulan lebih, harga cabe akan kembali bergerak naik,” katanya.

loading...