Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno meminta seluruh tim Safari Ramadhan di daerah itu untuk mengurangi jumlah kendaraan dalam iring-iringan menuju mesjid yang akan dikunjungi, agar lebih efektif dan efesien.
“Jumlah kendaraan yang sedikit akan lebih efektif dan tidak mengakibatkan macet, juga akan lebih efisien dari segi anggaran,” katanya di Padang, Rabu.
Karena itu dia menghimbau semua tim Safari Ramadhan untuk bisa bergabung dalam kendaraan yang ada.
“Idealnya, kalau dalam satu tim itu ada 12 orang. Maksimal menggunakan tiga atau empat kendaraan saja,” katanya.
Iring-iringan kendaraan yang terlalu panjang bisa mengakibatkan kemacetan di jalan bahkan kecelakaan.
Kabag Pemberitaan Biro Humas Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Fadhli mengatakan, pengalaman tahun lalu, pernah terjadi kecelakaan karena iring-iringan yang cukup panjang.
Dia optimis, potensi kecelakaan bisa diredam dengan dikuranginya jumlah kendaraan dalam iring-iringan tim Safari Ramadhan tahun ini.
Menurutnya, anggota tim juga bisa pergi terpisah, namun berkumpul kembali di rumah dinas bupati atau wali kota.
“Disepakati, tim yang akan mengunjungi mesjid di daerah, berkumpul terlebih dahulu di rumah dinas bupati atau wali kota untuk berbuka puasa bersama, kemudian baru bergerak ke mesjid yang hendak dikunjungi,” katanya.
Warga Padang Pariaman, Suhendri(44) mengatakan, kurang setuju jika ada banyak kendaraan dalam iring-iringan yang dikawal pihak keamanan, apalagi jika pada sore hari bulan Ramadhan.
“Sore hari itu banyak warga yang keluar rumah mencari takjil untuk berbuka. Iring-iringan kendaraan yang panjang bisa mengganggu kenyamanan warga,” katanya.
(Ant/Oleh Agung Pambudi)