30 C
Padang
Senin, April 19, 2021
Beritasumbar.com

Inspirasi Jum’at: Perilaku Bersih dan Disiplin, Nilai Islam yang Terabaikan
I

Kategori -

Padang,BeritaSumbar.com,-Dalam enam bulan terakhir ada dua momen penting yang mengingatkan kita akan fenomena sampah dan perilaku hidup bersih dan disiplin. Pertama, adanya rangkaian berbagai kegiatan dalam menyongsong hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April. Kedua, fenomena perilaku menjaga kebersihan dan sikap terhadap sampah pada rangkaian kampanye di ruang terbuka pada Pilpres dan Pileg.


Hari bumi diperingati untuk meningkatkan kesadara masyarakat terhadap lingkungan hidup. Sehingga bumi sebagai ‘rumah’ manusia akan tetap menjadi tempat yang nyaman bagi manusia dan semua makhluk hidup, dan diwarisankan kepada generasi mendatang dalam keadaan terjaga.

Salah satu upaya dalam menjaga bumi adalah kepedulian menjaga lingkungan tetap bersih dan bebas dari sampah yang merusak, terutama sampah-sampah plastik yang sangat sulit terurai.

Akan tetapi, perilaku sebahagian besar masyarakat dalam kesehariannya masih jauh dari harapan menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman. Masih banyak yang menumpuk dan membuang sampah di pinggir jalan umum, atau membuangnya ke sungai dan selokan .

Pada semua kota besar di negeri ini, sungai-sungai kecil yang ada ditengah-tengah kota tak ada bedanya dengan selokan-selokan pembuangan air limbah. Sungai-sungai itu bau, kotor dan banyak tumpukan sampah. Semua ini tentu akibat ulah manusia-manusia di negeri ini yang mayoritas mengaku beriman dan Islam.  Sudah lumrah bagi sebahagian orang membuang sampah tanpa ada rasa bersalah kesungai-sungai itu.

Bahkan tidak jarang kita lihat orang-orang yang bermobil bagus, seeenaknya membuang sampah melalui jendela mobilnya ke jalan raya, tanpa ada rasa malu dan bersalah. Akhirnya sampak-sampah dijalan itu dapat menyumbat saluran air yang ada, dan sampah-sampah disungai itu membendung aliran air ke laut. Hingga ketika musim hujan tiba dan terjadi banjir yang hebat, semuanya berteriak seolah-olah ini hanya sebuah fenomena alam saja.

Tumpukan-tumpukan sampah di jalanan, di pinggir sungai dan di berbagai tempat telah menjadi sarang penyebaran penyakit. Tikus dan kecoak hidup merajalela, sehingga berbagai penyakit infeksi tertular dengan mudah. Bau yang menyengat juga menimbulkan gangguan pernafasan. Masih banyak lagi dampaknya jika kita bisa menyadari.

Setiap orang merasa mereka tidak berperan dalam bencana ini karena mereka hanya membuang satu lembar plastik bekas saja, sehingga berfikir satu lembar itu tidak akan menyebabkan bau, penyakit dan banjir.  Padahal gundukan sampah yang kotor dan bau itu berasal dari kumpulan lembaran-lembaran itu. Bisa dibayangkan jika ada lima juta penduduk sebuah kota, yang semuanya membuang ‘hanya satu lembaran’ pada setiap hari, maka dalam beberapa bulan kota itu akan dipenuhi tumpukan sampah. Namun semuanya akan berkata “Saya tidak berbuat apa-apa”.

Perilaku yang hampir sama juga ditemukan pada ajang kampanye beberapa waktu lalu. Pada sebagian kampanye yang dihadiri oleh kerumunan massa, menyisakan sampah-sampah yang berserakan. Sekaligus, kdang merusak taman-taman yang sudah asri dan tanaman yang tumbuh hijau.

Lalu kemana intelektualitas yang ada di sana? Bukankah pada setiap partai dan kelompok pendukung Capres/Cawapres, di sana ada para cendikia, ustadz dan kiyai yang sangat faham akan nilai-nilai kedisiplinan dan kebersihan dalam agama.

Dalam Islam, ibadah sejatinya adalah untuk mengabdikan diri denga ikhlas kepada Yang Kuasa. Disamping itu, ada hikmah dari setiap ibadah yang kita lakukan. Diantaranya adalah  tentang kedisiplinan dan kebersihan.

Ibadah shalat misalnya, selain sebagai sarana berzikir dan berkomunikasi langsung dengan Allah SWT (Thahaa [20]:14), juga terdapat cerminan kedisiplinan dan kebersihan tersebut. Sebelum melakukan shalat harus bersuci dan berwudhuk kemudian menggunakan pakaian yang bersih dari segela bentuk kotoran (najis) yang dengan jelas mencerminkan makna kebersihan.

Ibadah shalat, baik shalat wajib ataupun shalat sunat dilakukan pada waktu yang telah ditentukan yang mencerminkan kedisiplinan. Tidak dapat seseorang merubah waktu-waktu itu sesuai keinginannya yang tidak sesuai dengan syariat dan jika tidak ada keringanan yang membolehkannya. Shalat Jum’at, harus dilaksanakan pada hari Jum’at secara berjamaah. Tidak ada alasan yang dibenarkan syariat untuk memindahkan shalat Jum’at itu misalnya ke hari Minggu agar tidak mengganggu pekerjaan.

Begitu juga shalat ‘Idil Fitri, harus dilaksanakn pada 1 Syawal, dan tidak ada alasan yang dapat dibenarkan untuk menundanya hingga semingggu atau dua minggu sesudahnya. Terutama lagi Shalat wajib yang lima waktu, harus dilaksanakan pada waktu yang ditentukan (kecuali ada alasan syar’i yang dibolehkan), sehingga setiap Mu’min harus mengatur waktu mulai bangun pagi, bekerja dan waktu istirahat. Shalat subuh misalnya, haruslah dilakukan pada waktu terbit Fajr hingga sebelum terbit matahari, yang juga bermakna bahwa harus ada kedisiplinan bangun pagi dan memulai segala aktifitas pada hari itu dengan bersih dan mengharap Ridha Allah SWT.

Kesemua pengaturan ini mencerminkan bahwa bagaimana pentingnya setiap Mu’min mengenal waktu dan kemudian mengatur penggunaan waktu tersebut secara benar dan disiplin. Inilah yang difirmankan Allah SWT bahwa shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar (Al-Ankabut [29]:45). Dalam makna luas, keji dan mungkar tentu dapat berarti menjaga diri dari segala bentuk perbuatan yang dapat mengakibatkan kerusakan baik pada diri sendiri ataupun lingkungan, termasuk didalamnya menjaga diri dan lingkungan dari yang kotor dan segala bentuk ketidakteraturan.

Namun sayang sekali, cerminan kebersihan dan kedisiplinan yang ada pada setiap ibadah itu tidak mampu direalisasikan oleh setiap orang. Banyak diantara kita orang-orang mu’min yang bisa bersuci dan membersihkan diri sebelum shalat, tetapi tidak mampu menjaga kebersihan diri secara umum dan lingkungannya.

Bahkan yang lebih ironi, setelah berkumpul pada acara-acara keagamaan pun masih menyisakan sampah dan ketidak teraturan. Padahal hampir semua orang tahu bahwa “Ath-thahuru Syatrul Iman” menjaga kebersihan adalah bagian dari perwujudan Iman (HR Muslim: no.223, Ahmad; no. 21834, dan At-Tirmidzi).

Kedisiplinan dan kebersihan harus mulai dari yang terkecil dan terdekat dengan diri kita masing-masing. Kedisiplinan dan kebersihan itu merupakan implementasi dari ibadah-ibadah Mahdah yang kita lakukan. Untuk menjadi Mu’min yang baik tidak cukup hanya dengan melakukan ibadah Mahdah saja, tetapi lebih dari itu dengan mengerti dan memahami maknanya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh: dr. Hardisman, MHID, PhD

(Bagian Kedua dari Tulisan Tentang “Sampah, Risiko Penyakit dan Perilaku”)

 

 

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

LAZIS Caturbakti Sumatera Barat Luncurkan Launching Event di Ramadhan 1442 H

Gn.Pangilun-Padang, LAZIS Caturbakti Sumatera Barat mengadakan program Sebarkan Barokah Ramadhan (SABAR) perdana pada Jumat pertama Ramadhan 1442 H hari ini (16/4/2021), kegiatan berlangsung...
- Advertisement -

Diusia 180 Tahun Usung Perwujudan Limapuluh Kota Yang Madani,Beradar dan Berbudaya Dengan Mematuhi Protokol Kesehatan

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan satu dari sembilan belas Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat yang memiliki luas wilayah 3.354,30 Km² . Kabupaten Lima Puluh kota terdiri dari 13 Kecamatan, 79 Nagari, dan 401 Jorong.

Untuk Pertama Kali, School Of Randang Digelar di Kota Payakumbuh

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,— Agar dapat mengenalkan dan melestarikan kearifan lokal masakan tradisional ranah Minang dalam memasak Randang, Dinas Tenaga Kerja dan Industri melalui UPTD Sentra Randang kota Payakumbuh laksanakan kegiatan School of Randang yang berlangsung di dapur utama sentra rendang IKM kota Payakumbuh, Senin (12/4/2021).
- Advertisement -

Polres Pessel tangkap 5 orang Penyalahgunaan Narkoba

Pesisir Selatan,BeritaSumbar.com,-Selama operasi antik 2021 digelar, tim dari satreskrim Polres Pesisir Selatan ungkap 5 kasus narkoba. Hasil ini disampaikan Kapolres Pesisir Selatan AKBP. Sri Wibowo. S.IK.MM melalui Kasat Narkoba Polres Pessel AKP. Hidup Mulia, SH.

Luncurkan Program Lumbung Air Wakaf, Wako Payakumbuh Apresiasi ACT

Payakumbuh, beritasumbar.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan program Lumbung Air Wakaf di Halaman PT. Multi Rezeki Selaras, di Kelurahan Padang Data Tanah Mati, Kecamatan...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Etika Politik Koalisi PKS dan PAN Dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

Kota Padang sudah resmi memiliki walikota. Sejak dilantiknya Hendri Septa pada tanggal 7 April 2021. Dimana sebelumnya Hendri Septa menjabat sebagai wakil walikota dan selanjutnya pelaksana tugas Walikota Padang. Posisi tersebut ditempatinya untuk mengisi kekosongan setelah Buya Mahyeldi Ansharullah dilantik sebagai Gubernur Sumbar.

MARI EFEKTIFKAN LAGI LIMBAGO USALI DI SETIAP NAGARI…!

"SEBAGAI salah seorang yang pertama menggulirkan wacana gagasan "Baliak Banagari"di tahun 1990-an silam (waktu itu beberapa kali saya tulis di Skh. Singgalang yang kemudian direspon banyak pihak sehingga bergulir menjadi polemik konstruktif-pen), menurut Mak Yum apa pangka bala (sumber utama malapetaka atau yang menyebabkan) gagalnya agenda Baliak Banagari yang telah dijalankan sejak tahun 2000?" tanya seorang peserta seminar nasional tentang Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di Museum Adityawarman Padang, tahun 2016 lalu.

TAN GINDO; DALAM DILEMA KEHIDUPAN

“Sudah jatuh tertimpa tangga,dibunuh anak mati induknya, dibunuh induk mati anaknya,begitulah masalah kehidupan mejadi dilemamaka ambil lah hikamah dan kebijksanaankarena dia hanya seperti dua...

USTADZ GURU; SANG KOMANDAN

“Pandai mengeluh sudah bawaan manusiaTak dipelajari sepertinya dia datang sendiriTapi jiwa optimis harus dilatih dan ditumbuhkanSebab alam mengajarkan semua makluk bisa bertahanBahkan manusia bisa...

CURHAT NYI BLORO; RATU LAUT KIJING

“Berani karena benar, takut karena salah,Rajin pangkal pandai (pintar), bisa karena biasa,Hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin,Maka pelajarilah sebab musababnya itu,& berharaplah takdir bisa...

BANGKITKAN KESADARAN !

“Dunia pasti berobah dan Kiamat pasti kan terjadi juaKebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa pasti silih bergantiBegitu juga bergulir para penguasa, atas nama jabatan dan...

SEBERKAS CAHAYA DI BUMI MEMPAWAH

“Segelap apapun dunia ini, pasti ada cahayaTergantung bagaimana kita menerimanyaKarena kita manusia dibekali akal fikiranOrang bijak kata; jika tak ada kayu rotanpun jadiMaka, setelah...

KERANJINGAN JADI PEJABAT

“Setiap (pejabat) ketua atau sejenisnya adalah PemimpinTapi setiap Pemimpin belum tentu jadi pejabat,Karena Pemimpin adalah amanah terberat dari-Nya,Maka, tidaklah sulit menjadi pejabat ini dan...

TAN GINDO; APA YANG ENGKAU CARI !?

“Mereka-dia yang berjasa dalam hidupmu,semua yang tersedia dalam jagat rayaSekecil apapun itu, sifat dan ragam bentuknyaSemua adalah ayat-ayat Tuhan yang berjalanBerbagai peristiwa adalah bentuk...

SEKOLAH MERDEKA-KU (2)

"Diri kita bukan hanya milik sendiri, tapi juga orang terdekat,bahkan, darah orang tua dan sanak saudara kita mengalir dalam nadi,namun ingat, ada teman-sahabat dan...
- Advertisement -