24 C
Padang
Kamis, Januari 21, 2021
Beritasumbar.com

Incumbent Menawan, Incumbent Rawan
I

Kategori -

Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di tengah pandemi, telah menemui titik terang. Tanggal 9 Desember 2020, hampir dipastikan hajatan tersebut terlaksana.
Namun keputusan itu, memicu tanggapan dan reaksi penolakan dari beberapa kalangan. Mereka menyayangkan jadwal pilkada tahun ini.
Momentumnya dinilai tidak tepat. Keselamatan rakyat terlalu dipertaruhkan dan kualitas demokrasi lokal bisa menurun.
Terlepas dari adanya riak-riakan tersebut, para calon kepala daerah (cakada) sepatutnya kembali bergerak untuk melakukan adaptasi kampanye di tengah pandemi virus corona.
Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) terbaru memang belum terbit. Tapi perubahan pola dan strategi kampanye adalah keniscayaan.
Sesuatu yang tak bisa ditawar. Penyesuaian adalah kunci untuk terus bertahan hingga di garis akhir.
Pandemi corona virus disease (covid 19) merupakan panggung pemimpin. Aktor utamanya adalah pemimpin daerah. Segala atribut kuasa melekat pada dirinya. Dalam kondisi tersebut, kepiawaian seorang pemimpin sedang diuji.
Pilkada kali ini, diikuti oleh banyak cakada berstatus incumbent (petahana). Banyak pihak yang menilai, corona adalah keuntungan bagi seorang incumbent. Jalan lapang kian terbentang baginya untuk kembali terpilih. Sebaliknya, para challenger (penantang) makin mengalami kesulitan untuk memperbaiki posisi elektoralnya. Argumentasi itu bisa dibenarkan.
Kewenangan dalam suatu pemerintahan yang dimiliki seorang incumbent merupakan keunggulan tersendiri dalam menghadapi kontestasi politik.
Performa seorang incumbent dalam menangani penularan virus corona di daerahnya, akan dinilai oleh masyarakat pemilih.
Variabel penilaiannya tentu beragam. Seperti kehadiran di tengah-tengah masyarakat, pola komunikasi yang dibangun dengan rakyat, eksekusi atas berbagai bantuan sosial yang diterima oleh warga dan segala kebijakan serta tindakan yang dilakoni sebagai kepala daerah selama masa pandemi berlangsung.
Berbagai upaya yang dilakukan secara tidak langsung bisa memberi insentif elektoral bagi seorang incumbent. Manakala, performa yang ditunjukkan begitu menawan di mata masyarakat. Bisa melegakan hati rakyatnya.
Membawa daerahnya beranjak dari zona merah ke zona kuning hingga mencapai zona hijau. Menjaga daerah dan melepaskan rakyatnya dari ancaman kesehatan yang membahayakan jiwa.
Dalam konteks kompetisi, corona boleh dikata adalah bencana non alam yang bisa menghadirkan kegembiraan bagi incumbent.
Tapi jangan cepat jemawa, seorang incumbent juga perlu mawas diri. Disadari atau tidak, kesalahan fatal dalam penanganan Covid-19 di daerahnya bisa berbuah celaka bagi pencalonannya.
Bablas menggunakan kekuasaan bisa berakibat buruk baginya. Tak hanya isu penanganan Covid-19, berbagai penyimpangan dan kesalahan terdahulu bisa makin mengkristal untuk dikapitalisasi sebagai peluru yang mematikan.
Segala kebijakan bersifat pro rakyat yang pernah terealisasi dan berbagai prestasi seperti predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Piala adipura, dan berbagai macam bentuk penghargaan lainnya, bisa diberangus hanya karena satu alasan “gagal mengatasi corona”.
Kompetitor politiknya bisa menjadikan ruang-ruang itu sebagai cela untuk merusak kemapanan elektoralnya. Untuk itu, perlu disikapi dengan sangat hati-hati dan segala tindakan harus terukur.
Olehnya itu, posisi incumbent tak hanya menawan tapi juga menghadirkan kerawanan.
Sejatinya, bencana corona, tak sepenuhnya dikuasai tunggal oleh incumbent tapi bisa menjadi etalase bagi kompetitor politik untuk menaikkan tren elektoralnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump selaku incumbent sudah merasakan, betapa corona mampu menarik turun elektabilitasnya.
Survey terbaru dari Reuters menunjukkan sang petahana kini tertinggal dari pesaingnya Joe Biden dari Partai Demokrat dalam menghadapi pemilihan presiden November mendatang.
Hasil itu tentu mengejutkan bagi seorang Donald Trump. Ada perasaan tak percaya, menyangsikan perolehan tersebut.
Mesti dipahami pilkada identik dengan kemungkinan.Tak mungkin bisa jadi mungkin.
Sejarah pesta demokrasi kita telah mencatat bahwa seorang incumbent tak selalu mendapatkan kemudahan untuk kembali terpilih. Bahkan bisa bernasib naas.
Bekerja benar adalah kekuatan bagi seorang incumbent. Karena itu, keberhasilan adalah muaranya.
Nursandy Syam
Manager strategi dan operasional
Jaringan Suara Indonesia (JSI)

Baca Juga: 2 Warga Payakumbuh Terkonfirmasi Positif Covid-19
Bersiap Terapkan Tatanan Baru Produktif Aman Covid-19, Pemprov Sumbar Gelar Rakor Virtual
- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Erwin Yunaz Kunjungi SMKN 1 Payakumbuh

Lakukan kunjungan ke SMKN (Sekolah Menengah Kejuruan Negeri) 1 Payakumbuh, Wakil Walikota Erwin Yunaz disambut langsung oleh kepala sekolah SMKN 1 Yunita Rosanti di ruang kerja bersama beberapa orang guru, Senin (18/1/2021).
- Advertisement -

Kerugian Capai Angka 600 Juta lebih, Pemko Siap Bantu Ponpes Cahaya Islami

Musibah kebakaran yang menimpa Asrama Putri Pondok Pesantren Cahaya Islam di Lingkungan Padang Kaduduak Kelurahan Tigo Koto Diate yang terjadi pada Sabtu (16/1) dini hari sekitar pukul 01.10 WIB menyebabkan 124 santriwati dan 20 orang ustadzah harus dirumahkan.

Pemko Payakumbuh Gelar Rapat Sekolah Tangguh

Menindaklanjuti persiapan program sekolah tangguh pada rapat evaluasi covid 19 beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Payakumbuh menggelar Rapat persiapan sekolah tangguh yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Payakumbuh, Rabu(13/1/2021).
- Advertisement -

Nagari Koto Tuo Wakili Sijunjung Lomba Kampung Tangguh Tingkat Sumbar

Nagari Koto Tuo Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung dinilai Tim Kampung Tangguh Provinsi Sumatera Barat, Jumat (15/1). Nagari Koto Tuo mewakili kabupaten Sijunjung dalam penilaian Kampung Tangguh yang akan bersaing dengan nagari lain di Sumbar.

Pemerintah Kota Payakumbuh Ikuti Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PMA, PMDN dan UMKM seluruh Indonesia.

Menindaklanjuti surat Nomor 9/A.9/B.2/2021 dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Pemerintah Kota Payakumbuh mengikuti kegiatan secara Virtual Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Kemitraan antara Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) via Unique Link, Senin(18/1).
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Mimpi bertemu sang Ayah, “Sang Datuk” nya anak-anak; Ceracau soal Wanita hingga Virus Corona

Lama tak berjempa dengan beliau, seingat kami sejak kasus Aksi Panas 4 Maret 2004 bersama Forum Aksi Demokrasi Arus Bawah Univ. Negeri Padang yang berujung di tahannya 20 aktivis UNP oleh sang Rektor waktu itu, beliau mangkat pas seminggu sebelum usai kami dibebas tahankan tepatnya 4 Mei 2004; baru sekali beliau datang dalam mimpi panjang. Entah apa hikmahnya gerangan, hanya Allah SWT yang lebih tahu.

Darurat Gempa Majene! Segera Bantu Saudara Terdampak!

Dilansir laman resmi BNPB, Data per Jumat (15/1), pukul 06.00 WIB, BPBD Mamuju melaporkan korban meninggal dunia 3 orang dan luka-luka 24. Sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sedangkan kerugian material berupa kerusakan, antara lain Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat (RB). Jaringan listrik masih padam pascagempa.

Melahirkan Kepercayaan Masyarakat Untuk di Vaksinasi

Untuk lahirkan Kepercayaan Masyarakat Pada Vaksin Covid-19 pemerintah perlu lebih transparan soal vaksin Covid-19, terutama pada aspek keamanan dan biaya.

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi

Perguruan Tinggi / Kampus adalah salah satu wadah pendidikan yang sangat berperan penting untuk kemajuan peradaban bangsa dengan mencetak para intelektual yang berkualitas. Melalui keilmuan yang dimilikinya mereka akan terjun kemasyarakat untuk menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi.

Menkes: Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Upaya keras pemerintah dalam menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 di sisi hilir tidak akan lengkap bila tanpa dibarengi dengan upaya di sisi hulu atau pencegahan. Maka itu, kesadaran seluruh pihak untuk melakukan upaya proaktif mencegah penyebaran Covid-19 amat diharapkan.

Keuntungan Berbisnis Kotoran

Mungkin agak tekesan jorok istilah keuntungan berbisnis kotoran ini kita dengar. Tapi hal ini sangat membantu meningkatkan ekonomi para petani. Kotoran disini yang dimaksud adalah kotoran binatang ternak seperti sapi, kambing, kerbau atau lainnya yang banyak di pelihara masyarakat.

Universitas Bung Hatta Padang Tekan MoU dengan Yayasan Madani

Kamis 17 Desember 2020, bertempat di ruang Rektorat Universitas Bung Hatta Padang telah ditanda tangani kesepakatan atau MOU antara universitas Bung Hatta Padang dengan Yayasan Madani yang mempelopori gerakan Kembalikan Marwah Minangkabau.

Politik Dinasti dan Gerbang Meritokrasi

Bagi banyak individual, tata aturan kekerabatan tidaklah secara teoritis mengesampingkan aturan politik. Menurut definisi morgan terdahulu, kekerabatan megatur keadaan socitas dan yang kedua mengatur civitas. Atau menggunakan terminologi yang sering digunakan sekarang ini yang pertama merujuk pada struktur-struktur respositas dan kedua merujuk pada dikotomi yang jelas.

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak pertama kalinya China melaporkan adanya penyakit...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan ibu-ibu saat ini, siapa lagi kalau...
- Advertisement -