31 C
Padang
Selasa, Juli 27, 2021
Beritasumbar.com

Incumbent Menawan, Incumbent Rawan
I

Kategori -

Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di tengah pandemi, telah menemui titik terang. Tanggal 9 Desember 2020, hampir dipastikan hajatan tersebut terlaksana.
Namun keputusan itu, memicu tanggapan dan reaksi penolakan dari beberapa kalangan. Mereka menyayangkan jadwal pilkada tahun ini.
Momentumnya dinilai tidak tepat. Keselamatan rakyat terlalu dipertaruhkan dan kualitas demokrasi lokal bisa menurun.
Terlepas dari adanya riak-riakan tersebut, para calon kepala daerah (cakada) sepatutnya kembali bergerak untuk melakukan adaptasi kampanye di tengah pandemi virus corona.
Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) terbaru memang belum terbit. Tapi perubahan pola dan strategi kampanye adalah keniscayaan.
Sesuatu yang tak bisa ditawar. Penyesuaian adalah kunci untuk terus bertahan hingga di garis akhir.
Pandemi corona virus disease (covid 19) merupakan panggung pemimpin. Aktor utamanya adalah pemimpin daerah. Segala atribut kuasa melekat pada dirinya. Dalam kondisi tersebut, kepiawaian seorang pemimpin sedang diuji.
Pilkada kali ini, diikuti oleh banyak cakada berstatus incumbent (petahana). Banyak pihak yang menilai, corona adalah keuntungan bagi seorang incumbent. Jalan lapang kian terbentang baginya untuk kembali terpilih. Sebaliknya, para challenger (penantang) makin mengalami kesulitan untuk memperbaiki posisi elektoralnya. Argumentasi itu bisa dibenarkan.
Kewenangan dalam suatu pemerintahan yang dimiliki seorang incumbent merupakan keunggulan tersendiri dalam menghadapi kontestasi politik.
Performa seorang incumbent dalam menangani penularan virus corona di daerahnya, akan dinilai oleh masyarakat pemilih.
Variabel penilaiannya tentu beragam. Seperti kehadiran di tengah-tengah masyarakat, pola komunikasi yang dibangun dengan rakyat, eksekusi atas berbagai bantuan sosial yang diterima oleh warga dan segala kebijakan serta tindakan yang dilakoni sebagai kepala daerah selama masa pandemi berlangsung.
Berbagai upaya yang dilakukan secara tidak langsung bisa memberi insentif elektoral bagi seorang incumbent. Manakala, performa yang ditunjukkan begitu menawan di mata masyarakat. Bisa melegakan hati rakyatnya.
Membawa daerahnya beranjak dari zona merah ke zona kuning hingga mencapai zona hijau. Menjaga daerah dan melepaskan rakyatnya dari ancaman kesehatan yang membahayakan jiwa.
Dalam konteks kompetisi, corona boleh dikata adalah bencana non alam yang bisa menghadirkan kegembiraan bagi incumbent.
Tapi jangan cepat jemawa, seorang incumbent juga perlu mawas diri. Disadari atau tidak, kesalahan fatal dalam penanganan Covid-19 di daerahnya bisa berbuah celaka bagi pencalonannya.
Bablas menggunakan kekuasaan bisa berakibat buruk baginya. Tak hanya isu penanganan Covid-19, berbagai penyimpangan dan kesalahan terdahulu bisa makin mengkristal untuk dikapitalisasi sebagai peluru yang mematikan.
Segala kebijakan bersifat pro rakyat yang pernah terealisasi dan berbagai prestasi seperti predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Piala adipura, dan berbagai macam bentuk penghargaan lainnya, bisa diberangus hanya karena satu alasan “gagal mengatasi corona”.
Kompetitor politiknya bisa menjadikan ruang-ruang itu sebagai cela untuk merusak kemapanan elektoralnya. Untuk itu, perlu disikapi dengan sangat hati-hati dan segala tindakan harus terukur.
Olehnya itu, posisi incumbent tak hanya menawan tapi juga menghadirkan kerawanan.
Sejatinya, bencana corona, tak sepenuhnya dikuasai tunggal oleh incumbent tapi bisa menjadi etalase bagi kompetitor politik untuk menaikkan tren elektoralnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump selaku incumbent sudah merasakan, betapa corona mampu menarik turun elektabilitasnya.
Survey terbaru dari Reuters menunjukkan sang petahana kini tertinggal dari pesaingnya Joe Biden dari Partai Demokrat dalam menghadapi pemilihan presiden November mendatang.
Hasil itu tentu mengejutkan bagi seorang Donald Trump. Ada perasaan tak percaya, menyangsikan perolehan tersebut.
Mesti dipahami pilkada identik dengan kemungkinan.Tak mungkin bisa jadi mungkin.
Sejarah pesta demokrasi kita telah mencatat bahwa seorang incumbent tak selalu mendapatkan kemudahan untuk kembali terpilih. Bahkan bisa bernasib naas.
Bekerja benar adalah kekuatan bagi seorang incumbent. Karena itu, keberhasilan adalah muaranya.
Nursandy Syam
Manager strategi dan operasional
Jaringan Suara Indonesia (JSI)

Baca Juga: 2 Warga Payakumbuh Terkonfirmasi Positif Covid-19
Bersiap Terapkan Tatanan Baru Produktif Aman Covid-19, Pemprov Sumbar Gelar Rakor Virtual
- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Kunjungan Wagub Sumbar Ke Sijunjung, Ini Rangkaian Kegiatannya

Sijunjung, beritasumbar.com - Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy mengunjungi Kabupaten Sijunjung pada Kamis, 22/7 dengan sejumlah rangkaian kegiatan bersama pemkab setempat. Selama berada berada...
- Advertisement -

Kakankemenag Padang Panjang Pimpin Sosialisasi Pemutakhiran Data Mandiri Melalui Aplikasi MySAPK BKN

Padang Panjang,BeritaSumbar.com,_Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang Gelar Kegiatan Sosialisasi Tetang Pemutakhiran Data Mandiri Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Aplikasi MySAPK BKN di Aula Kankemenag Kota Padang Panjang, Senin (26/07/2021)

Padang Panjang PPKM Level 4, Kakankemenag Ikuti Rapat Bersama Walikota

Padang Panjang, BeritaSumbar.com,_Kakankemenag Kota Padang Panjang diwakili Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Wahyu Salim mengikuti Rapat Persiapan Pelaksanaan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 serta Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Padang Panjang, Rabu (21/07/2021)
- Advertisement -

HUT Adhyaksa, Ini Capaian Kinerja Kejari Sijunjung

Sijunjung, beritasumbar.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sijunjung, Sumatera Barat meraih beberapa keberhasilan dalam menggungkap berbagai kasus dan penyelamatan uang negara, sedikitnya ada Rp.4,5 miliar...

Ada Temaram di Pintu Aging

Cerita Berseri: Seribu Cerita untuk Bahagia Seri 1/1000 “Ada Temaram di Pintu Aging” Oleh : H. Nofrijal, MA  Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama/IV-e Sudah biasa dan terbiasa ada kata-kata...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Mengenal Politik Praktis & Pragmatisme

Dalam praktik perebutan maupun mempertahankan sebuah kekuasaan Politik Praktis dan Pragmatisme seolah menjadi dua hal yang sulit dipisahkan, khususnya di negara Demokrasi seperti Indonesia.

Filosofi Lidi

Dari filosofi pohon kelapa yang sangat banyak manfaatnya, bahkan hampir seluruh bagian tanaman kelapa tersebut memberi manfaat untuk kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna tentu seharusnya juga memberi manfaat dan berperan menjaga bumi dan lingkungan setelah mengambil manfaat untuk kehidupan. Sesuai juga dengan perintah Tuhan dalam ajaran agama bahwa tujuan Tuhan menurun-kan manusia ke muka bumi ini adalah untuk beribadah dan berbuat yang bermanfaat.

Raih Keridhaan Allah melalui Etos Kerja

Dalam Manajemen Pendidikan Islam, etos kerja (semangat/motivasi kerja) dilandasi oleh semangat beribadah kepada Allah Swt. Maksudnya, bekerja tidak sekedar memenuhi kebutuhan duniawi melainkan juga sebagai pengabdian kepada Allah Swt,

Rugi Rasa Untung

Apakah beberapa fenomena terbalik yang terjadi ditengah masyarakat bangsa ini atau mungkin juga ditengah masyarakat dunia adalah pertanda bahwa kiamat sudah dekat ? Wallahu a’lam bishawab hanya Allah pencipta langit dan bumi yang tahu persis.

Mengatur Konflik dengan Teknik Mind Mapping

Konflik. Ketika kita mendengar kata itu, kebanyakan orang akan membayangkan seperti perang, rusuh, gontok-gontokan, atau orang yang berkelahi antarkampung. Tidak, sebenarnya konflik bisa dimulai dari sesuatu yang kecil. Kalau menurut psikologi, konflik itu bisa dimulai dari ketika kita merasa ada perbedaan, entah perbedaan pendapat atau perasaan tentang sesuatu hal.

DPW PTPI Sumbar Buka Bimbel & Bimtes CPNS 2021 Online

Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Trainer Profesional Indonesia Wilayah Sumatera Barat (DPW PTPI Sumbar) resmi membuka kegiatan Bimbingan Belajar (BIMBEL) dan Bimbingan Test CPNS 2021...

BUMN Berburu di Kebun Binatang

Sangat menarik menyimak perjalanan PT POS Indonesia sebuah perusahaan BUMN yang pionir dalam bidang jasa pengiriman barang dan serta pengiriman uang dalam bentuk wesel.

Kita Pancasila

Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki komitmen dan memahami buah pemikiran dan cara pandang hidup yang disarikan para pendiri bangsa. Mereka telah membuat rumusan atau intisari yang digali dari jiwa bangsa ini, dari ruh bangsa ini, dari sikap hidup bangsa ini, yang berbhineka dan penuh nilai-nilai luhur.

Menanamkan Pendidikan Karakter Kepada Anak Sejak Dini

Pendidikan karakter memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan dan sangat menarik untuk diteliti, terutama karena pendidikan karakter berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

Pentingnya Penggunaan Dan Pemanfaatan Teknologi Ditengah Pandemi

Pandemi covid 19 merupakan tantangan bagi kita sampai saat ini bagaimana kita menyikapinya dalam melaksanakan berbagai kegiatan. Mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, politik, sosial dan lainnya. Seluruhnya merasakan dampaknya.
- Advertisement -