Padang Pariaman,BeritaSumbar.com,-Piaman sebuah negeri yang menjadi awal penyebaran Islam di Sumatera Barat. Jejak Syekh Burhanuddin menjadi saksi sejarah, Islam di Sumatera Barat berawal dari negeri pesisir itu. Saya berpendapat, sejarah peradaban itu menjadi spirit generasi piaman. Sebuah kebanggan yang hakiki, bahwa di negeri itu ikut menyumbang lahirnya para da’I, ulama, tuanku karismatik.

Saya masih merasakan, bagaimana ketika kecil tidur di Surau (mushola), selain belajar agama juga sebagai tempat bermain, sehingga surau menjadi dekat di hati. Saya betul-betul merasakan hadirnya kebersamaan, eratnya persaudaraan dan kemandirian. Sehingga itu menjadi sebab kenapa konsep adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah dapat dijadikan TEMA dalam membangun kawasan di Kabupaten Padang Pariaman.

Struktur kota kabupaten Padang Pariaman didisain dengan tetap mengacu pada tema Adaik Basandi Syarak, Syarak Basandi kitabullah. Kita mulai dari penataan kembali aksesibilitas infrastruktur jaringan jalan perkotaan di kabupaten. Kemudian mengembangkan kawasan utama religi Sintuak, Toboh Gadang, Ulakan Tapakis. Kawasan itu selain bernilai sejarah Islam, juga menjadi identitas sebagai wilayah. Konsep religius, akan dikembangkan hadir memiliki suasana Islami.

Kemudian sektor pendukung lebih diarahkan pada sektor pariwisata sebagai sektor poros pemacu pertumbuhan ekonomi. Sektor pengerak dipacu atas, pertanian, perikanan, dan industry perdagangan dan jasa. Beberapa wilayah pertanian dan perkebunan diarahkan dapat mendukung sektor poros pemacu pertumbuhan ekonomi.

Konsep PARIWISATA PIAMAN dipilih dalam warna wisata religi, yakni selaras dengan konsep Kementerian Pariwisata yang saat ini mengusung konsep wisata halal atau halal tourism. Konsep wisata halal disini, adalah konsep menjadikan pelayanan jasa kepariwisataan beruansa Islami. Tak hanya terhadap kuliner, halal disini juga terhadap tata fasilitas dalam kawasan itu sendiri. Semisal memisahkan antara muhrim dan non muhrim. Konsep pelayanan pariwisata PIAMAN selaras juga dengan KONSEP Syariat itu sendiri.

Terkait tata perkotaan konsep Adaik basandi syarak, syarak basandi kitabullah itu diarahkan juga kepada menataan wajah rona kawasan-kawasan dalam Kabupaten Padang Pariaman. Contoh kecil pemasangan rambu Asmahul Husna, pembangunan lansekap kawasan yang Islami, menataan ruang hijau yang menghadirkan PIAMAN sebagai wilayah yang cukup banyak memiliki taman. Ini penting untuk memberikan kesejukan karena telah memfilterisasi suhu kawasan. Pada beberapa titik dibangun Lanmark Kota Pariaman yang menjadi vocal poin kawasan dengan muatan Adaik basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

Ringkasnya kawasan – kawasan dalam wilayah kabupaten Padang Pariaman harus mampu menampilkan identitas sejarah yang mengikut pada perjalanan Padang Pariaman itu sendiri.

Oleh : H. Ir. Elfi, MM Datuak Tumangguang Sati

loading...