Kabupaten Pasaman,BeritaSumbar.com,-Beras merupakan salah satu makanan pokok masyarakat di negeri ini. Beras didapat dari hasil bercocok tanam padi. Dari dahulu di Ranah Minang padi tidak hanya di tanam di sawah. Tapi ada juga padi yang di tanam di ladang. Sehingga akrab dengan nama padi ladang.

Seperti yang di lakoni masyarakat di Mapat Tunggul Selatan Kabupaten Pasaman. Walau sudah tidak seberapa lagi masyarakat yang membudidayakan padi ladang ini. Mereka menyebut dengan boladang Padi.

Padi ladang layaknya padi sawah juga menghasilkan beras pulut dan beras biasa. Bedanya dengan padi sawah, masa panen padi ladang bisa mencapai 6 bulan. Khas padi ladang dengan bau harumnya.

Boladang padi adalah salah satu pertanian tradisional yang turun temurun dibumi Mapat Tunggul selatan. Pada zaman dahulu boladang padi adalah salah satu kekuatan perekonomian untuk memenuhi kebutuhan beras bagi masyarakat matuse. Pada saat ini Boladang padi di mapat tunggul selatan sudah ditinggalkan oleh masyarakat. Menurut Siben pembina Ikatan Mahasiswa Mapat tunggul Selatan (Impamas) boladang padi harus kita galakkan lagi ditengah masyarakat. Hal ini mengingat kebutuhan beras masyarakat matuse secara keseluruhan itu didatangkan dari luar (Rao dan tapus).

Masyarakat matuse sekarang harus mandiri dan harus mengembang tradisi boladang padi. Saat ini realitanya jika Rao atau tapus kehabisan stok beras, masyrakat matuse akan kesusahan mendapatkan beras, kalau adapun harga pasti mahal dan melambung tinggi. Harga beras saat ini 250k-350k /15-20 kg itupun kualitas berasnya tidak baik.

Adapun kendala saat ini tidak ketersedian lahan untuk boladang padi karena hutan sudah di ubah fungsikan ke pertanian lain, menurut salah seorang niniak mamak jika masyarakat mau kembali boladang padi, apasalahnya pertanian yang kurang produktik di ganti dengan boladang padi yang lebih produktif, kemudian masih banyak kok lahan yang baik untuk pertanian boladang padi yang belum di garap, agak jauh sih, tapi kalo satu komitmen dengan pemerintah nagari kita usulkan buat jalan pertanian kesana.

Di Mapat Tunggul Selatan boladang padi tidak hanya memberi dampak positif terhadap perekonomian, tapi juga terhadap pengembangan tradisi budaya, Dahulu jika panen besar boladang masyarakat melakukan syukuran atau pesta panen yang disebut iriak ontak, iriak onje, soket dan lainnya. Nah jika boladang tidak digalakkan lagi budaya ini akan hilang dengan sendirinya. Sangat di sayangkan sekali.

Narasi : Reza Jefrika
editor: Zal Ambo
Sumber foto @hryanpasaman

loading...