Harga Anjlok, Petani gambir Pasaman Beralih Tanam Serai Wangi

Pasaman,BeritaSumbar.com,-Ratusan hektar kebun gambir di kenagarian Muaro Sungai Lolo, kecamatan Mapat Tunggul Selatan Kabupaten Pasaman tidak lagi dipanen oleh petani. hal disebabkan harga gambir anjlok diangka sepuluh ribuan per kilonya. Selama pandemi Covid-19 yang telah berlansung sekitar 5 bulan ini petani gambir sangat merasakan dampak yang luar biasa, sejumlah toke atau tengkulak tidak lagi mau membeli gambir petani dalam skala banyak, karena gudang-gudang gambir di Padang tutup selama PSBB sebagai alasan. Mau tak mau petani menjual dengan harga murah, walaupun dengan harga segitu tidak sesuai dengan upah pengerjaan yang berat bagi petani gambir.

Untuk mengatasi masalah anjlok ekonomi Sekarang petani gambir beralih ke budidaya serai wangi yang harga masih normal, harga minyak atsiri serai wangi dipasaran sekitar 145k/kg Karena kalau bertahan dari hasil budidaya gambir tidak lagi mencukupi untuk memenuhi kehidupan sehari hari.

“Harapan petani gambir kepada anggota DPRD Kabupaten Pasaman untuk dapat mencarikan solusi atas permasalahan ini sehingga usaha yang dilakukan petani tidak sia sia” ucap Warno seorang petani Gambir di Kecamatan Mapat Tunggul Selatan pada Kamis 25/6.

Selain di Kabupaten Pasaman, ada beberapa Kabupaten yang penghasil gambir terbanyak yaitu di Kabupaten Pesisir selatan dan Kabupaten Limapuluh Kota juga merasakan hal yang sama. Dalam keadaan normal produksi gambir di sumatera barat mencapai 1000 sampai 1400 ton. Ada puluhan ribu masyarakat Sumatera Barat menggantungkan hidup atau berprofesi sebagai petani gambir saat ini.

Dengan kondisi seperti ini sekarang, sentuhan pihak terkait terutama dari provinsi Sumbar untuk bisa kembali stabilnya harga gambir tersebut.(reza)

loading...