Empat  siswa SMA Negeri 4 Kota Payakumbuh,  Rabu (5/11), dilepas  Walikota Payakumbuh Riza Falepi,  untuk bertolak ke Jakarta, mengikuti lomba Penataan Ruang Bidang Karya Ilmiah Kementerian Pekerjaan Umum Tingkat Nasional 2014, yang berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah, 7-9 November.

Keempat siswa ini, yakni Ariful Fikri, Ella Destariningsih, Miftahul Rahmi dan Zakia Amelia. Keempatnya menjadi duta Sumatera Barat, dan menjadi harapan publik untuk menjadi yang terbaik di tingkat nasional. “Kita berdoa, keempat siswa tersebut sukses merebut gelar juara dalam lomba karya ilmiah ini,” ucap walikota ketika melepas pelajar bersangkutan di Balaikota Payakumbuh, Rabu (5/11).

Kedatangan keempat siswa berpamitan dengan Walikota Riza Falepi itu,  didampingi Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Payakumbuh Makziwel, S.Pd dan guru pembimbing, Ayu Kurniasih, S.Pd.

Menurut walikota, Payakumbuh sangat bersyukur, memiliki siswa-siswa sekolah yang berprestasi dan tersebar pada semua sekolah di kota ini. Bukan hanya ditingkat provinsi, bahkan bisa tembus ke tingkat nasional. Hal ini patut dibanggakan dan ditingkatkan, katanya.

Kepada semua sekolah, Walikota Riza mengajak, untuk terus mendorong siswanya mengejar prestasi dalam berbagai kegiatan. Selain karya tulis, sain,s dan matematika, Walikota juga mengajak pelajar kota ini mencatat prestasi dalam bidang keagamaan, seni budaya dan olahraga. Setiap siswa berprestasi akan diberi reward dan penghargaan, katanya.

Keterangan Kepala SMAN 4 Makziwel, keempat pelajar SMAN 4 yang lolos sebagai perwakilan Provinsi Sumatera Barat  ke tingkat nasional setelah menyingkirkan peserta dari 18 kab/kota lainnya di Sumbar. Setiap kab/kota mengirim masing-masing 5 pelajar,  untuk diseleksi di tingkat provinsi. Lomba ini sendiri merupakan salah satu kegiatan yang diadakan Kementerian PU dalam memperingati Hari Tata Ruang Nasional yang bertemakan ”Smart Generation”.

Menurut Ariful Fikri, dalam lomba di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mendatang, mereka akan mempresentasikan karya ilmiah yang berjudul Pengendalian Tata Ruang Kota untuk Industri Tahu di bantaran Sungai Batang Agam Payakumbuh Sumatera Barat. Dalam karyanya tersebut, mereka berempat mengkritisi tata bangunan yang berada di tepi sungai Batang Agam. Salah satunya bangunan industri tahu yang menyalahi aturan dan bertentangan dengan Perda Kota Payakumbuh no.1 tahun 2010 tentang Penataan Ruang Kota Payakumbuh.

Dari hasil penelitian, sambung Miftahul Rahmi, bangunan tersebut menyalahi aturan, dimana bangunan yang berdiri di Daerah Aliran Sungai (DAS) harus berjarak minimal 15 meter dari bibir sungai. ”Untuk itu, kami menyarankan harus dilakukan penindakan oleh dinas terkait, agar tercapainya Penataan ruang yang partisipatif dan berkeadilan dalam proses tata ruang kota” kata Ella Destariningsih dan Zaki Amelia kompak.

Wako pun sangat mengapresiasi karya ilmiah yang ditulis oleh para siswa ini. ”Tulisan karya ilmiah ini, nantinya akan menjadi bahan masukan bagi Pemko dalam proses tata ruang kota kedepan. Apabila tata kota amburadul, banyak faktor lain yang akan terkena imbasnya. Untuk itu, mari kita bersama-sama mengawasi dan mengawal pembangunan Kota Payakumbuh. Sehingga, tujuan untuk mensejahterakan masyarakat, dapat kita raih bersama pula” kata Wako.

loading...