Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Pasar Kurai Taji, agar secepatnya dimanfaatkan pedagang dan masyarakat setempat.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat, Gusniyetti Zaunit di Pariaman, Rabu, mengatakan proses pembangunan dan renovasi Pasar Kurai Taji diperkirakan sudah mencapai 68 persen.

Ia mengatakan pengerjaan Pasar Kurai Taji dimulai sejak Juni 2015, dan diperkirakan pada minggu ketiga Desember 2015 telah selesai dikerjakan.

Pembangunan pasar ini akan menghabiskan dana Rp12 miliar, sekitar Rp6 miliar merupakan bantuan pemerintah pusat untuk renovasi pasar.

Sisanya Rp6 miliar dari dana APBD Kota Pariaman untuk pembangunan pasar. Untuk pengerjaan dari sumber dana APBN sudah dinyatakan siap 68 persen, katanya.

Ia menambahkan pasar ini nantinya akan memiliki 100 kios dengan ukuran 2,5 x 3 meter, dan 40 los kering dan 20 los basah.

Sementara itu Kepala DPU Pariaman, Asrizal mengklaim proses pengerjaan Pasar Kurai Taji yang menggunakan dana APBD sudah selesai 70 persen.

“Bagian struktur kiri pasar semuanya sudah siap, hanya tinggal bagian kanan struktur bangunan saja,” katanya.

Sekarang pihaknya sedang mengerjakan pemasangan lantai kios. Setelah itu akan melanjutkan pemasangan loteng dan pintu.

Terpisah pelaksana pembangunan Pasar Kurai Taji, Nana Sukarna mengatakan pihaknya hanya mengerjakan pasar yang bersumber dari dana APBN saja.

“Pengerjaan pasar dengan sumber dana APBD dikerjakan pihak lain,” kata dia.

Pembangunan Pasar Kurai Taji dibantu empat orang tenaga ahli, 30 tenaga arsitektur, tenaga baja tujuh orang, tenaga elektrikal empat orang, dan tiga orang tenaga untuk pemasangan plafon. (Ant/Oleh Eko Fajri)

loading...