spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Dosen Unand Mengganggas Sekolah Percontohan Virtual Reality di Padang
D

- Advertisement -

Oleh: Ns. Boby febri Krisdianto.M.Kep

Pelatihan yang diikuti oleh 20 orang guru yang berasal dari dua sekolah, SMP 24 Padang dan SMP 38 Padang merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digagas oleh dosen Universitas Andalas yang terdiri atas Boby Febri Krisdianto, Arif Rohman Mansur, Ika Sari Wahyuni, Ria Febrina, Meza Silvana, Nefry Puteri, dan Dwi Welly; serta mahasiswa yang terdiri atas Taufik Febriyanton dan Annisa Rahma Yuni. Pelatihan ini merupakan bentuk pengabdian dosen yang tergabung dalam Program Kemitraan Masyarakat Membantu Usaha Berkembang.

Selama pelatihan pun, para guru mendapatkan sejumlah topik materi virtual reality berupa (1) prinsip dasar virtual reality dan penggunaanya dalam pendidikan; (2) praktik pengenalan fitur aplikasi Millealab; (3) perancangan konsep dan pembuatan konsep dan penbuatan template konten virtual reality; (4) review, konsep, dan pembuatan template konten virtual reality; serta (5) pembuatan dan pengembangan konten virtual reality menggunakan Millealab.

Ketua pengabdian Boby Febri Krisdianto, menyatakan bahwa pelatihan virtual reality ini diberikan untuk membantu para guru dan siswa dalam mengikuti perkembangan teknologi pembelajaran. Teknologi virtual reality memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan teknologi lain, seperti video atau power point.

“Peneliti dari Universitas Saga, Jepang, dan Universitas Cambridge, Inggris, mengungkapkan bahwa virtual reality dapat membuat siswa berada dalam dunia virtual ketika mempelajari sesuatu sehingga dapat meningkatkan konsentrasi hingga enam kali lipat dan meningkatkan memori hingga 30%. Apalagi, pembelajaran menggunakan virtual reality dapat meminimkan distraksi dan membuat skenario belajar tanpa batas,” ungkapnya.

Boby Febri Krisdianto juga menyatakan bahwa pembelajaran menggunakan virtual reality merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan dalam belajar mengajar pada masa pandemi covid-19. “Dengan pembelajaran virtual reality, guru menyampaikan materi ajar dengan menggunakan perangkat lunak yang dapat memberi efek visual sistem pelajaran yang nyata.Dengan penerapan teknologi yang terkomputasi ini diharapkan minat siswa menjadi meningkat karena pembelajaran lebih mudah dimengerti, menarik, menyenangkan, dan interaktif dan berharap menjadi sekolah percontohan bagi sekolah lainnya..”

Yulia Susanti Zaman Praaksara, guru SMPN 38 Padang, menyatakan bahwa ia dan teman-temannya benar-benar mendapatkan ilmu baru melalui pelatihan ini. “Kami senang karena mendapat ilmu dari dosen Universitas Andalas dan Millealabs, khususnya dalam hal membuat konten virtual reality. Ilmu ini sangat bermanfaat dalam menjadikan guru lebih kreatif dalam mengelola kelas,” ujarnya.

Jelita, tim trainer dari Millealab juga melihat adanya proses yang bagus yang ditunjukkan oleh para guru yang menjadi peserta pelatihan. Ia bahkan menyatakan siap untuk melakukan kerja sama selanjutnya dengan tim dosen pengabdian Universitas Andalas agar lebih banyak lagi para guru di Sumatera Barat yang menerapkan virtual reality di sekolah

“Jika Universitas Andalas akan membuka Padang Virtual Community Education, kamisiap berkontribusi. Kami berharap tahun depan dapat melaksanakan pelatihan dasar pembuatan virtual reality dan design gambar animasi 3D bagi masyrakat yang tertarik dengan teknologi virtual reality,” ungkapnya.

Kepala SMP Negeri 24 Padang Dwifa Kesuma menyambut baik gagasan dosen Universitas Andalas terhadap guru-guru SMP di Kota Padang yang diwakili oleh SMP 24 Padang dan SMP 38 Padang tersebut. Baginya, ini kesempatan yang langka karena guru-guru mendapatkan metode pembuatan bahan ajar yang berbeda dari sebelumnya.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img