spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Dosen Fakultas Keperawatan Melatih Siswa SMA Adabiah Tentang Tanggap Bencana
D

- Advertisement -

Oleh: Esi Afriyanti
Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Padang,BeritaSumbar.com,- Kota Padang memiliki topografi rawan terhadap banjir atau genangan serta bencana alam lain seperti gempa bumi disertai tsunami. Kota Padang yang berada di tumbukan Lempeng Samudera Hindia dan Lempeng Australia yang menyusup di bawah Lempeng Eurasia membentuk Zona Benioff, merupakan zona bergempa dengan seismisitas magnitude lebih besar dari 5 skala Richter. Dengan keadaan kota Padang yang rawan dengan bencana maka sangat dibutuhkan partisipasi masyarakat terutama pada penanggulangan tahap tahap prabencana (mitigasi bencana), saat tanggap darurat, dan pascabencana karena masyarakat yang berhadapan langsung dengan bencana.

Sekolah berperan penting dan memiliki beberapa fungsi dalam pengurangan resiko bencana termasuk memfasilitasi dan bekerjasama dengan lingkungan sekitar, meningkatkan kecakapan masyarakat, pusat penampungan pengungsi ketika terjadi bencana. Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan yang dapat meningkatkan pemahaman dan keahlian masyarakat muda sekolah terutama siswa dalam mitigasi bencana dan tanggap bencana. Partisipasi masyarakat sangat diperlukan bencana terutama pada penanggulangan tahap tahap prabencana, saat tanggap darurat, dan pascabencana karena masyarakat yang berhadapan langsung dengan bencana.

Sekolah berperan penting dalam membangun kesadaran bencana dalam masyarakat, dengan demikian upaya yang dilakukan adalah bagaimana membangun sekolah yang siap siaga menghadapi bencana alam. Sekolah memiliki beberapa fungsi dalam pengurangan resiko bencana termasuk memfasilitasi dan bekerjasama dengan lingkungan sekitar, meningkatkan kacakapan masyarakat, pusat penampungan pengungsi ketika terjadi bencana, dan memberikan contoh model gedung sekolah tahan gempa kepada masyarakat. Dalam kaitannya dengan kesadaran umum, sekolah dapat bertindak sebagai perantara dalam masyarakat yang bertanggungjawab untuk menyebarluaskan informasi bencana kepada keluarga siswa dan anggota masyarakat. 

SMA Adabiah merupakan salah satu SMA negeri yang ada di Kecamatan Padang Timur. Jika dilihat dari topografi dari sekolah ini hanya berjarak lebih kurang 3 km dari bibir pantai sehingga berisiko terhadap bencana gempa dan tsunami. Dengan topografi tersebut, maka diharapkan sivitas akademika mampu menolong dirinya sendiri sebelum menolong masyarakat terkena bencana. Berdasarkan keadaan diatas, diperlukan pengetahuan dan keterampilan siswa tentang bencana.

Fakultas Keperawatan merupakan Fakultas di Universitas Andalas yang mempunyai visi dan misi terhadap kebencanaan. Untuk itulah dosen fakultas keperawatan merasa berkewajiban untuk melatih siswa terutama siswa SMA Adabiah Padang tentang tanggap bencana.

Pengabdian ini telah dilakukan pada tanggal 12 November 2021 pada siswa SMA Adabiah Padang. Target kegiatan yaitu PMR dan UKS  sebanyak 21 siswa dari 25 siswa yang menjadi sasaran. Kegiatan ini dimulai jam 08.00 dengan pembukaan oleh ketua pelaksana dan Penanggung Jawab Sekolah. Kemudian acara dilanjutkan dengan pengisian kuesioner oleh siswa. Hasil kuesioner dapat dilihat pada tabel  dibawah ini.

Pada pengukuran variabel Konsep Mitigasi bencana, dapat dilihat sebelum dilaksanakan pelatihan rata-rata jawaban siswa sebesar 13,86 dari 19 pertanyaan dengan nilai terendah 10 dan tertinggi 16. Nilai yang terendah tersebut terdapat pada pertanyaan mengenai tanda-tanda tsunami, tanda gempa di darat, cara menyelamatkan diri di luar ruangan serta tidak mengetahui ciri bangunan yang tahan gempa. Kegiatan mitigasi bertujuan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat terhadap bencana dan pengurangan risiko bencana untuk jangka waktu yang panjang, mengurangi jumlah korban, dan diterapkan semaksimal mungkin untuk meminimalisir dampak akibat bencana (Apriyanti, 2019). Kesiapsiagaan dan tanggap darurat adalah penjaga gawang atau benteng terakhir untuk mengurangi risiko ketika pencegahan dan mitigasi belum bekerja dengan baik.

Sangat penting bagi akademisi (pihak sekolah) menjadi mitra nasional dalam penanggulangan bencana. Bangsa yang tangguh bencana adalah bangsa yang mempunyai kemampuan dalam mengatasi bencana melalui adaptasi dalam membangun kembali kehidupan dengan cara yang lebih baik (Nelly, 2020). Setelah dilaksanakan pelatihan nilai siswa naik menjadi rata-rata 15, 73 dengan nilai terendah 13 dan tertinggi 17 dari 19 pertanyaan. Nilai yang terendah masih berada pada pertanyaan bahan bangunan yang yang cocok untuk daerah gempa. Pengenalan tipe bangunan sangat penting untuk mengenali daerah disekitar kita, baik disaat bencana terjadi atau tidak terjadi.

Untuk variabel konsep triase bencana, nilai rata-rata siswa untuk pre test adalah 3,27 dengan nilai terendah 1 dan tertinggi 6 dari 10 pertanyaan. Jawaban ini menunjukkan bahwa siswa memang belum memahami konsep triase pada saat bencana. Penilaian awal korban cedera kritis akibat cedera multipel merupakan tugas yang menantang, dan tiap menit bisa berarti hidup atau mati. Sistem Pelayanan Tanggap Darurat ditujukan untuk mencegah kematian dini (early) karena trauma yang bisa terjadi dalam beberapa menit hingga beberapa jam sejak cedera.

Masalah tinggi angka kematian/kecacatan korban disebabkan keterlambatan mentransfer korban dari lokasi kejadian ke rumah sakit terdekat, atau kekeliruan ketika mengkategorikan korban pada saat triase, bisa overtriase maupun undertriase (Dien, 2015). Untuk itulah pengetahuan tentang konsep triase sangat diperlukan sangat menolong korban saat bencana. Setelah dilakukan pelatihan, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 7,8 dengan nilai terendah 7 dan tertinggi 9. Dengan ini, berarti telah terjadi peningkatan kemampuan dan pengetahuan siswa dalam mengkategorikan korban bencana saat terjadinya bencana. Diharapkan ke depannya, pengetahuan ini dapat diturunkan dari angkatan per angkatan. 

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img