spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Dorong Sinergi Akademisi, Pemerintah dan Industri Dalam Pengembangan Produk Turunan Kopi,PPNP Gelar FGD
D

Kategori -
- Advertisement -

Limapuluh Kota,Beritasumbar.com,-Kopi saat ini menjadi salah satu komuditas pertanian yang cukup menjanjikan peningkatan perekonomina. Apalagi seiring dengan pertumbuhan coffeeshop yang menjamur. Tentu kualitas kopi yang bagus sangat diperlukan.

Untuk mendapatkan hasil panen dan pengolahan yang bagus dari kopi tentu perlu keilmuan yang matang.

Menyikapi hal tersebut Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) gelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Sinergi Inovasi Produk Turunan Kopi” sebagai bagian dari Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri Vokasi, di kampus PPNP kawan Tanjung Pati, Selasa (18/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung di auditorium kampus PPNP tersebut dibuka dengan melibatkan unsur akademisi, pemerintah daerah, asosiasi kopi, hingga pelaku industri untuk mendorong hilirisasi dan peningkatan daya saing kopi daerah.

Ketua Tim Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri Vokasi PPNP, Dr. Neni Trimedona, mengatakan pihaknya telah menjalin kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri kopi, Asosiasi Kopi Minang, kelompok tani, hingga Dewan Kopi Indonesia.

Ia menyebut potensi kopi di Limapuluh Kota tersebar di sejumlah wilayah seperti untuk robusta, ada di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kecamatan Harau, Labuah Gunuang LSH, Gunuang Omeh. Sedangkan untuk arabica ada di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Laren Sago Halaban dan Gunuang Omeh.

“Produk kopi daerah memiliki peluang besar untuk bersaing dengan industri kopi global,” ujarnya.

Wakil Direktur PPNP, Jamaluddin ketika membuka secara resmi kegiatan itu mengatakan, program pengembangan kopi sejalan dengan gagasan Bupati Limapuluh Kota yang mendorong penguatan komoditas unggulan daerah, terutama kopi dan gambir. Menurutnya, PPNP memiliki peran strategis sebagai penghubung antara dunia akademik dan industri.

“Kami berkomitmen mengembangkan pembelajaran berbasis produksi maupun jasa yang terkoneksi langsung dengan kebutuhan industri,” katanya.

Adapu dari unsur pemerintah daerah, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Limapuluh Kota, Witra, dalam sambutannya turut menegaskan perlunya sinergi lintas sektor dalam memperkuat industri kopi.

Ia menyebut pemerintah daerah Limapuluh Kota melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perdagangan, akan sangat mendukung peran para akademisi, dan pelaku industri untuk membangun kolaborasi melahirkan inovasi di sektor pertanian, khususnya kopi.

“Untuk program hilirisasi (kopi), sangat dibutuhkan kerja bersama antara akademisi, lembaga, praktisi, petani, dan seluruh pihak terkait,” ujarnya.

Witra mengungkapkan selama ini kampus telah melakukan penelitian terkait verifikasi produk dan sistem pemasaran. Ia juga menyampaikan data bahwa produksi kopi di Limapuluh Kota mencapai 1.500 ton/pertahun.

“Apa pun bentuk produk turunan kopi, harus kita sepakati dan daftarkan ke HAKI. Kualitas juga harus berbanding lurus dengan kuantitas hasil produksi,” tegasnya.

Menurut Witra, pemerintah daerah berkewajiban mendukung pengembangan produksi dan hilirisasi produk kopi serta komoditi lain seperti gambir sebagai komoditas unggulan. Ia berharap FGD ini menjadi langkah awal untuk memperkuat ekosistem kopi dari hulu hingga hilir.

Sekretaris Tim Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri Vokasi PPNP, Budi Febriandi, diwawancara wartawan menyebut, kegiatan FGD tersebut menjadi momentum bagi PPNP dan pemerintah daerah dalam memperkuat inovasi, meningkatkan nilai tambah produk kopi, serta mendorong keberlanjutan industri kopi lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Melalui FGD ini, pihaknya berharap, dapat melahirkan gagasan konkret, teknologi tepat guna, hingga model bisnis inovatif yang dapat memperkuat posisi kopi Limapuluh Kota di pasar nasional maupun global.

“Harapan kita, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memajukan ekosistem kopi dari hulu hingga hilir, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi vokasi sebagai motor penggerak inovasi daerah,” ungkap Budi. (*)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img