spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Dari Laboratorium ke Cangkir: Menguatkan Riset, Membangun Industri Kopi Berkelanjutan
D

Kategori -
- Advertisement -

Peringati Hari Kopi Sedunia, BPD PHRI Sumbar Gelar Workshop Kopi: “Teknologi Pengolahan Kopi: Fondasi Kualitas untuk Bisnis Berkelanjutan” __Pentingnya Sinergi Akademisi dan Industri

Padang,BeritaSumbar.com, — Menandai peringatan Hari Kopi Sedunia 2026, Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Sumatera Barat menggelar workshop strategis di Pangeran Beach Hotel, Padang. Mengangkat tema teknologi pengolahan dan hilirisasi kopi, agenda ini mempertemukan para pelaku usaha kedai kopi (coffee shop), pengelola perhotelan, peracik kopi (barista), serta kalangan akademisi. 

Workshop ini menyoroti kunci keberhasilan bisnis kopi modern yang tidak lagi sekadar bergantung pada tren penyajian, melainkan pada sinergi hulu-hilir yang kokoh,khususnya kolaborasi riset antara kampus dan pelaku industri F&B. 

Menjaga Kualitas dan Kesehatan Melalui Teknologi Presisi

Hadir sebagai narasumber utama, pakar teknologi pengolahan kopi dari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (Politani Payakumbuh) sekaligus pendiri Coffee Education & Research Institute (CERI), Prof. Dr. Rince Alfia Fadri, S.S.T., M.Biomed, memaparkan pentingnya pendekatan sains dalam pengolahan kopi pascapanen. 

Dalam paparannya, Prof. Rince mengulas secara komprehensif bagaimana intervensi teknologi, seperti fermentasi terkontrol (controlled fermentation) dan teknik penyangraian presisi dapat mendesain cita rasa sekaligus memitigasi pembentukan senyawa berbahaya seperti akrilamida. 

“Kopi bukan sekadar minuman penahan kantuk, tetapi merupakan produk bernilai tinggi yang kaya akan senyawa bioaktif dan antioksidan. Melalui pengolahan presisi berbasis data sains, seperti pemantauan pH dan suhu fermentasi yang terukur, kita tidak hanya meningkatkan skor cita rasa (cupping score) hingga kelas specialty, tetapi juga memastikan keamanan pangan serta manfaat kesehatannya tetap terjaga,” ungkap Prof. Rince. 

Mengakselerasi Hilirisasi dan Ekosistem Berkelanjutan

Sumatera Barat memiliki potensi besar dengan luas lahan kopi mencapai 27.000 hektar dan produksi 17.000 ton per tahun. Namun, untuk mengubah komoditas ini menjadi produk berdaya saing tinggi (value-added), diperlukan strategi hilirisasi yang tepat. 

Prof. Rince menegaskan bahwa peran akademisi adalah menyediakan data ilmiah, inovasi pemrosesan, dan varietas unggul, sementara pihak industri (coffee shop, roastery, dan hotel) memvalidasi tren pasar dan kebutuhan konsumen. 

“Kolaborasi akademisi dan industri adalah jembatan utama transfer teknologi. Riset kompleks di laboratorium diterjemahkan menjadi panduan operasional praktis (SOP) bagi petani dan pengolah kopi di lapangan. Ketika hulu terawat dan hilir teredukasi, kita tidak hanya menyajikan kopi yang nikmat di cangkir, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang menyejahterakan petani dan ramah lingkungan,” tambahnya. 

Dorong Storytelling dan Edukasi Konsumen

Melalui kegiatan ini, BPD PHRI Sumbar mendorong pengusaha hotel, restoran, dan kedai kopi untuk memanfaatkan data traceability (asal-usul kopi) serta identitas rasa lokal sebagai nilai jual utama (storytelling). Dengan memahami rantai nilai dari kebun hingga ke cangkir, industri F&B di Sumatera Barat diharapkan mampu memimpin pasar kopi specialty di tingkat nasional maupun internasional

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img